Kemajuan Diagnostik Ultrasonografi - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Rizky Maiza

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Gaya Hidup
  • Pilihan
  • Kemajuan Diagnostik Ultrasonografi

    Dibaca : 4.226 kali

    Pencitraan diagnostik saat ini menjadi metode pemeriksaan yang banyak digunakan di bidang medis. Kelainan – kelainan di dalam jaringan tubuh tidak bisa hanya diperiksa dengan melihat gambaran luar tubuh saja. Harus dilakukan pembedahan untuk memastikan kelainan di dalam jaringan tersebut. Untuk mempermudah proses pemeriksaan tersebut, pencitraan diagnostik sangat membantu dalam proses pemeriksaan karena tidak perlu melakukan pembedahan terlebih dahulu.

    Gelombang ultrasonik dengan frekuensi sangat tinggi telah dimanfaatkan dalam pencitraan diagnostik. Penerapannya yaitu pada alat Ultrasonografi (USG). Ultrasonografi lebih dikenal masyarakat sebagai alat untuk memeriksa janin dalam kandungan. Alat ini digunakan untuk memberikan hasil pemeriksaan dengan tampilan gambar yang rinci sebagai pencitraan dari jaringan dalam tubuh yang diamati.

    Penggunaan USG konvensional dalam bidang medis sebagai pencitraan diagnostik sudah sejak tahun 1970an. Saat ini telah terjadi peningkatan dan perkembangan teknologi yang begitu signifikan untuk peralatan USG ini, seperti bentuk fisiknya yang lebih kecil, efisien dalam menghemat daya dan panas yang dihasilkan relatif lebih kecil. Perkembangan dari segi alat setara dengan peningkatan pada kualitas gambar yang dihasilkan dari pencintraan ini. USG menjadi pencitraan diagnostik paling populer dari semua teknologi pencitraan medis saat ini. Hal ini karena keamaan dari gelombang ultrasonik yang tidak merusak jaringan tubuh serta dari segi harganya lebih ekonomis. Kemajuan dengan kombinasi portabilitas, kemudahan penggunaan alat dan kualitas gambar semakin baik membuat pemanfaatan gelombang ultrasonik ini menjadi alat pencitraan yang sangat diperlukan para ahli radiologis dan ahli medis untuk mendapatkan hasil pencitraan serta dapat juga digunakan sebagai pemandu dalam pengobatan yang cepat dan efisien.

    Kemajuan dari pencitraan ultrasonik tidak terlepas dari kemajuan teknologi komputer digital yang memberikan tampilan gambar dengan resolusi yang baik, sehingga memungkinkan USG menampilkan hasil pemeriksaan dalam bentuk visual 3 dimensi atau 4 dimensi. Provost, J. dkk (2014) dalam jurnalnya 3D Ultrafast Ultrasound imaging in vivo telah menunjukkan potensi dari  pencitraan ultrasonik 3 dimensi sebagai pendekatan baru untuk kuantitatif simultan, fungsional dan pencitraan anatomik jaringan 3D pada tingkat volume yang sangat tinggi. Teknologi ini memungkinkan untuk memberikan hasil berupa  pemetaan aliran darah serta gerakan pada jaringan 3D.

    Perkembangan terbaru lainnya adalah penggunaan agen kontrasyaitu Contrast-Enhanced Ultrasound (CEUS) yanglebih sensitif untuk mendeteksi tumor dan kanker. Kemajuan pencitraan ultrasonik dengan adanya CEUS memperluas ruang lingkup dari ultrasonografi dalam memainkan perannya untuk menyajikan pencitraan fungsional dan karakteristik jaringan. Bahkan jika dilihat dari penggunaan dan hasilnya untuk beberapa kasus medis, ultrasonografi dengan CEUS ini sudah sebanding dengan computerized tomography (CT) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI).

     

    sumber gambar : (http://www.itnonline.com/content/contrast-ultrasound-identifies-deadly-liver-cancers)

     

    Oleh : Rizky Maiza  

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.