Penulis Indonesiana Itu Menjadi Penulis Buku - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Rak buku angkutan kota pintar (Antar) di Bandung, 16 Desember 2016. Program gerakan literasi ini digagas oleh komunitas Rindu Menanti bekerja sama dengan Dinas Perhubungan, Cleanaction, dan GerakanBandungDisiplin. TEMPO/Prima Mulia

Mukhotib MD

Pekerja sosial, jurnalis, fasilitator pendidikan kritis
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Penulis Indonesiana Itu Menjadi Penulis Buku

    Dibaca : 2.081 kali

    Pernahkah Anda merasa buntu saat menghadapi masalah dalam keseharian? Jika jawabanya, ya, maka selayaknya Anda membaca buku Cekidot Gus Rowi. Melalui gagasan-gagasan yang bersumber dari pengalaman keseharian dalam mengembangkan program-program kemanusiaan, Gus Rowi membaginya melalui blog indonesiana dengan akun: indonesiana.tempo.co/gusrowi123.

    Tulisan-tulisan yang terpublikasikan dalam indonesiana itulah yang kemudian dikompilasi dan menjadi semacam bunga rampai. Meski begitu, tulisan-tulisan itu memiliki tarikan pada satu nafas: memotivasi dan menginspirasi Anda dalam menghadapi masalah, membantu orang lain memecahkan masalah, atau memotivasi seseorang agar memiliki pikiran positif dalam menjalani kehidupannya.

    Gus Rowi meyakini, setiap kali muncul masalah, tak pernah ada jalan buntu. Selalu saja di sana ada opsi yang bisa dipilih. Pertanyaannya, kenapa kadang kebuntuan yang selalu menghadang? Banyak orang selalu melihat masalah dari sudut pandang tunggal. Kreativitas, menjadi kata kunci yang menurut Gus Rowi akan membawa seseorang menemukan berbagai opsi dalam memecahkan masalah, dan kebuntuan itu tak akan pernah ada lagi.

    Karena itulah, menurut Kanjeng Ratu Hemas, meyakini membaca buku Cekidot Gus Rowi akan bisa menginspirasi bagaimana merespons persoalan yang menghampiri dalama kehidupan kita.

    Mengembangkan kreativitas bukanlah persoalan yang mudah. Tetapi bagi Gus Rowi, jalannya tetap saja ada. Momentum, kata kuncinya. Seseorang harus bisa menemukan momentumnya dalam kehidupan. Sebuah situasi, di mana seseorang bisa menemukan siapa dirinya, dan tindakan apa yang harus dilakukan dalam menemukan dirinya sendiri.

    ---

    Judul Buku: Cekidot Gusrowi, Coretan Reflektif, Menginspirasi, & Menggerakkan

    Penulis: Agus H Nahrowi

    Penerbit: ArRuzz Media, Yogyakarta

    Cetakan I: 2017

     *) Foto: potret Agus H Nahrowi


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.084 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).