x

Foto oleh Luis Quintero/pexels

Iklan

Mukhotib MD

Pekerja sosial, jurnalis, fasilitator pendidikan kritis
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 9 Agustus 2023 19:49 WIB

Vinri Panggoa, Bergerak untuk Pemenuhan Air Bersih di Jayapura

Kebutuhan air minum dan air bersih belum tersedia bagi masyarakat lima desa di Jayapura. Pamsimas, sebuah sistem pengelolaan air bersih berbasis masyarakat dikembangkan. Masyarakat merasakan manfaatnya, dan Vinri Panggoa sebagai penggagas, mendapatkan apresiasi SATU Indonesia Awards.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Vinri Panggoa, perempuan kelahiran Makale, 25 Januari, merasa prihatin dengan kebutuhan air bersih di Jayapura, Papua. Sarjana Teknik Sipil ini, menggagas program PAMSIMAS untuk menjawab kondisi, situasi dan kebutuhan mendesak masyarakat akan air bersih.

Pamsimas adalah program penyediaan air minum berbasis masyarakat untuk membangun sistem penyediaan air minum dan sanitasi yang layak bagi masyarakat. Program sepenuhnya berjalan dengan partisipasi masyarakat setempat.

Dalam pengembangan sanitasi, menggunakan pipa untuk mengalirkan ke e bak penampung, lalu disalurkan kepada masyarakat. Meski berdiri sejak tahun 2012, tetapi baru berjalan dari Desember 2018 atau 6 tahun kemudian, sejak awal dikembangkan gagasannya.

Berjalannya program, selain dukungan penuh dari masyarakat, Vinri menerima bantuan dari Pemerintah Daerah Provinsi Papua sebesar Rp. 350.000.000,00.

Meski ini memang memiliki keunggulan dengan langsung tepat sasaran, dan menyentuh masyarakat Papua, tetapi bukan berarti tanpa tantangan. Menurut Vinri, dalam menjalankan program menghadapi tantangan tranportasi. Jarak antar desa yang sangat jauh, dan susah diakses.

Moda transportasi yang menghubungkan antar desa tidak ada jalur darat. Vinri hanya bisa menggunakan transportasi perahu untuk menyeberangi danau dan sungai.
"
Waktu yang dibutuhkan menyeberangi mencapai maksimal 2 jam perjalanan," kata Vinri.

Target awal Pamsimas sendiri terdiri dari 5 desa di Jayapura, yakni Ayapo, Puai, Asei Besar, Asei Kecil, dan Desa Ninggali. Program di Desa Asei Besar dan Asei Kecil terdapat 50 keluarga yang menerima manfaat program Pamsimas.

Bangga
Meski begitu, Vinri merasa bangga karena bisa memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat umum di beberapa desa di Jayapura. Pamsimas berjalan setiap hari, tetapi Vinri melakukan kunjungan setiap 2 minggu sekali. Manfaat berupa air bersih dapat diterima dan digunakan masyarakat.

"Penggunaan air sungai sebagai air utama untuk minum dan memasak sudah berkurang," katanya.

Untuk keberlangsungan, program, kata Vinri, harus terus dipertahankan. Sehingga kebutuhan air minum dan air bersih masyarakat bisa tercukupi. Ia juga berkomitmen penuh untuk terus menjalankan program. Memang, regenerasi belum disiapkan. Vinri menjalankan program ini seorang diri bantuan penuh dari masyarakat penerima manfaat program.***.

Ikuti tulisan menarik Mukhotib MD lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Jumat, 23 Februari 2024 20:47 WIB

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Jumat, 23 Februari 2024 20:47 WIB