Peningkatan Kualitas Organisasi PRT di wilayah Malang Raya

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pengurus Kelompok Pekerja Rumah Tangga Mengenali Makna Organisasi, Advokasi dan Negoisasi

Weekend telah menjemputku. Hari Sabtu dan Minggu ini merupakan hari yang dinantikan sebanyak 27 orang pengurus kelompok PRT di 9 lokasi seputar Malang Raya. Ya, telah sebulan ini rencana pelatihan pengorganisasian tahap kedua dipersiapkan. Kelompok-kelompok PRT telah mempersiapkan diri untuk ikut berpartisipasi. Kegiatan ini sangat penting untuk kami  karena merupakan kelanjutan proses pelatihan sebelumnya. Istilah kerennya, Pengorganisasian. Ya, kami mau belajar tentang apa itu  “ organisasi” , mau tahu bagaimana mengembangkan kelompok kami menjadi lebih kuat. Semua itu adalah hal baru yang selama ini tidak kami ketahui. Kami ingin sekali berkembang menjadi mandiri dan bersatu memperjuangkan cita-cita kami. Tentu saja, cita-cita Kerja Layak PRT, sebuah impian yang harus kami kejar dan wujudkan.  

Ada 9 kelompok PRT yang ikut dalam pelatihan kali ini, yaitu dari daerah Karangploso, Pandanwangi 7, Pandanwangi 8, Balearjosari, Singosari, Tegalweru, Sumber Sekar, Godean Mandiri dan Krajan Mandiri. Sebenarnya ada 2 kelompok lagi yang sudah terbentuk, tapi maklumlah, ada beberapa teman yang tidak bisa bergabung karena sedang banyak kegiatan di dusun masing-masing. Kami semua senang karena ada kesempatan pelatihan seperti ini, sesuatu yang tidak terbayangkan kami ikuti sebelum mengenal dan mengikuti pendampingan dari LPKP.

Di hari Sabtu siang, kami semua mendapat suntikan semangat dari Mba Tiah (LPKP), orang yang sudah lama berkegiatan dengan kelompok-kelompok perempuan. Kami disemangati untuk terus belajar tentang persoalan-persoalan yang biasa dihadapi perempuan dan cara menghadapinya. Termasuk, bahwa ada keuntungan tersendiri bergabung dalam kelompok PRT seperti ini. Betul juga ya, kalau bergabung dalam kelompok kan, suara kita menjadi lebih kuat, terdengar dan bisa menolong teman-teman PRT yang lain. Selama ini kami pikir, organisasi itu hanya tentang politik saja, ternyata berguna juga untuk kami-kami yang kerja di rumah tangga. Jempol untuk mba Tiah atas semangat yang ditularkan untuk kami.

Bersama fasilitator yang lain, kami mendapat pengalamanan dari organisasi yang sudah mulai menunjukkan kekuatannya. Teman-teman di Yogya, Jakarta, Makassar dan Lampung ternyata giat sekali melakukan banyak kegiatan “Advokasi”. Banyak istilah baru yang harus kami kuasai supaya tidak salah menyampaikan ke anggota kelompok. Seperti ini salah satunya, Advokasi dan Negoisasi. Yah, yang penting kami ingat itu, advokasi itu kegiatan untuk mendorong perubahan dan Negoisasi (yang sulit sekali penyebutannya) adalah untuk tawar menawar begitulah. Belajar terusss, Ganbate!  

Nah, kami juga diajak fasilitator untuk melihat kondisi organisasi kecil (kelompok) kami saat ini. Ada 10 hal yang kami diskusikan untuk menggambarkan keberadaan kelompok, yaitu Kepengurusan, Tugas pengurus dan anggota,  Aturan, Pengadaan buku administrasi kelompok, Pengadaan buku keuangan kelompok, Iuran anggota kelompok PRT, Jumlah anggota kelompok, Pertemuan kelompok, Prosentase kehadiran anggota dalam pertemuan, Visi dan misi kelompok PRT. Sulit ya….tentu tidak, kami senang mendiskusikan hal-hal ini, apalagi caranya mudah saja kok, membuat arsiran di jaring laba-laba. Dengan gambar ini terlihat kelompok mana yang sudah lengkap organisasinya, mana yang perlu dilengkapi.

Kelompok kami sudah berjalan, dengan segala macam cerita susah senangnya. Ada kelompok-kelompok yang anggotanya banyak, tetapi ada juga kelompok yang senantiasa berjuang mempertahankan anggota sambil terus mencari kegiatan yang menarik. Tapi seluruh kelompok sudah mempunyai  pengurus, aturan sederhana, iuran, kegiatan rutin maupun kelengkapan administrasi keuangan. Kelompok kami masih memerlukan penguatan Visi Misi, saat ini yang ada baru rencana-rencana jangka pendek yang masih seputar menghidupkan aktivitas kelompok, Kami harus  memperkuat tujuan dasar berorganisasi sambil menyakinkan anggota akan keberadaan kelompok ini dan bergabung menyuarakan aspirasi teman-teman PRT di daerah yang lain. Masih perlu berjuang!

Dua hari berkegiatan bersama teman-teman PRT lainnya seakan menjadi vitamin untuk kami semangat bekerja, menunjukan bahwa keberadaan kami ini nyata, untuk keluarga-keluarga yang kami bantu, untuk negara dan tentu saja untuk keluarga kami masing-masing. Kami masih terus berjuang untuk menularkan virus bahwa Pekerja Rumah Tangga itu PEKERJA. Dengan mengakui kami sebagai PEKERJA, Anda sudah turut dalam perjuangan menuju Kerja Layak PRT. Mari bersama mewujudkan kehidupan yang mendukung kehidupan layak bagi teman-teman PRT.

Salam perjuangan!

Malang, 19 Februari 2017

ide tulsan dari Tim 9 (cikal bakal Organisasi PRT Se-Malang Raya)

 

 

 

Bagikan Artikel Ini
img-content
JARAK STOP PEKERJA ANAK

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
Lihat semua