x

Iklan

Anjar Setyoko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Transformasi Jalan Kaltim, Dari Mobil Goyang Sampai Mobil F1

Gambaran Infrastruktur Jalan yang ada di Kalimantan TImur Khususnya Kabupaten Paser, Perkembangan Jalan-Jalan antar desa.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Keputusan saya untuk hijrah dari Jawa Timur ke Kabupaten Paser Kalimantan Timur tahun 2010. Membuat saya harus beradaptasi terhadap semua kondisi dan situasi Kalimantan. Dimana bumi dipijak, disitu langit di junjung” itu perumpaan yang ada di benak saya untuk bisa cepat menyesuaikan di Kalimantan Timur. 

Pertama kali menginjakkan kaki di bandar udara Haji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan. Rasanya tidak jauh berbeda dengan di Jawa Timur. Bandaranya bagus ditambah dengan beberapa ornamen dan ukiran simetris yang menjadi ciri khas suku dayak. Dari Balikpapan menuju ke Kabupaten Paser saya tempuh dengan mobil angkutan umum, orang setempat biasa menyebutnya taksi.

Di pusat Kota Balikpapan jalannya mulus, kiri kanan jalan sudah lumayan padat dengan gedung-gedung dan rumah padat penduduk. Tetapi ketika sudah masuk ke Kabupaten Paser. Jalan yang semula mulus, berubah menjadi berlubang dan berpasir. Sensasi menaiki Mobil goyang saya rasakan pada perjalanan menuju Kabupaten Paser ini. Bukan karena sistem suspensi mobil yang kaku sehingga menimbulkan efek kejutan pada penumpang. Jalan yang berlubang dan tidak rata adalah sebab mobil dan penumpangnya goyang. Sesaat kadang kala mobil dipacu dengan lajunya. Tetapi ketika mendadak menabrak lubang sontak pinggang seperti pijat refleksi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Jalan berlubang ini makin tidak terlihat ketika malam hari. Terutama jika hujan turun menggenangi lubang itu. Hal ini tentu bisa berpotensi kecelakaan. Padahal jalan yang sedang saya lewati merupakan jalan trans kalimantan yang menghubungkan kabupaten Paser dengan kabupaten lain seperti Martapura, Banjarmasin, batu licin, dan penajam paser utara.

Meskipun demikian saya tetap menikmati perjalanan dengan mobil goyang itu. Sejauh mata memandang hamparan perkebunan sawit nampak rapi tersusun di pinggiran jalan. Sesekali juga saya melewati objek vital nasional pertambangan batu bara. Di jalan pun banyak lalu lalang truk pengangkut CPO, tandan sawit, bus-bus besar dan beberapa mobil yang sarat dengan angkutan berat.

10 tahun berlalu, kini jalan yang menjadi urat nadi pendukung pertumbuhan ekonomi itu mulai berbenah. Geliat Revitalisasi jalan Kalimantan sudah mulai dilakukan. Jalan dari Balikpapan menuju Samarinda dan kabupaten paser sudah halus dengan aspal. Meskipun kadang ada beberapa yang ambles dan lubang karena kontur tanah yang tidak stabil. Mobil goyang yang dulu saya sebut seperti gerobak sodor, praktis kini jarang saya alami di Kabupaten Paser.

Jalan yang Lancar Sudah Bisa di Nikmati Di Trans Kalimantan Timur

Perbaikan jalan ini dilakukan oleh dinas pekerjaan umum Provinsi Kalimantan Timur. Ditambah dengan dana CSR yang dialirkan untuk pembangunan jalan oleh perusahaan besar batu bara maupun kelapa sawit. Komitmen untuk membangun jalan dan merawatnya tidak hanya dilakukan oleh pemerintah. Masyarakat yang berada di kota juga turut andil gotong royong membangun jalan dengan cor semen di beberapa desa dan gang rumah.

Bahkan di rute Balikpapan-Samarinda sudah dibangun sebuah tol sebagai jalan penghubung kedua kota besar itu. Ditambah lagi dengan kabar bahwa akan dibangun sebuah kereta api di lintas kalimantan. Jadi lebih mempermudah hubungan antar wilayah di bumi etam ini.

 

Lancarnya jalan trans Kalimantan ini menjadi sebuah katalis untuk pertumbuhan seluruh sektor kehidupan. Aliran distribusi barang sudah lancar ke beberapa wilayah. Pembangunan infrastruktur lain bisa lebih dipercepat. Masyarakat juga sudah menikmati jalanan beraspal dan tidak enggan lagi untuk jalan-jalan.  Mata pencaharian masyarakat sebagai petani karet, tambak dan profesi lain juga turut terbantu karena distribusi barang yang kian lancar.

Tetapi perhatian saya justru terfokus pada perubahan kecepatan angkutan. Dulu saya sebut mobil goyang kini berubah kecepatannya menjadi seperti F1. Waktu tempuh semakin tereduksi dengan mulusnya jalan aspal ini.

Jalanan Berlumpur di Desa-desa Kabupaten Paser

Sayangnya jalan aspal nan mulus ini hanya bisa ditemukan di wilayah kota di Kabupaten Paser dan sebagian di jalur lintas Kalimantan Timur. Masih banyak sekali kecamatan lain yang berada di desa-desa yang memiliki jalan tanah. Di pedalaman kabupaten Paser jalannya sungguh mengerikan. Bukan hanya berlubang atau tidak rata. Tetapi memang jalan di desa-desa ini belum pernah tersentuh aspal. Jika hujan turun. Jalan sudah seperti bubur coklat di ladang gandum atau kubangan kerbau. Padahal jalan di desa-desa ini juga termasuk jalur yang digunakan masyarakat untuk mencari penghasilan.  Di Kabupaten paser Jalan yang rusak ini saya temui di desa maruat, kerang, random dan beberapa desa lain di Kabupaten Paser.

Ke depan mudah-mudahan jalan yang di desa-desa juga turut menjadi perhatian. Jalan-jalan yang sifatnya mendesak untuk diperbaiki seperti jalan menuju pusat perniagaan, usaha rakyat, dan jalan yang termasuk dalam keadaan berbahaya dekat jurang atau tanah rawan longsor harus menjadi prioritas pembangunan. Terlebih di dalam desa yang jaraknya jauh dari kabupaten kota memiliki banyak keindahan alam yang eksotis. Dengan demikian ekonomi berkembang tidak hanya di kota melainkan juga di desa-desa. 

Tanah Berlumpur di Desa-desa Kabupaten Paser

#InfrastrukturKitaSemua

Ikuti tulisan menarik Anjar Setyoko lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Puisi Kematian

Oleh: sucahyo adi swasono

Sabtu, 13 April 2024 06:31 WIB

Terkini

Terpopuler

Puisi Kematian

Oleh: sucahyo adi swasono

Sabtu, 13 April 2024 06:31 WIB