Indonesia Tidak Boleh Kalah oleh Intervensi Asing - Analisis - www.indonesiana.id
x

Sisca Mutiara

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Indonesia Tidak Boleh Kalah oleh Intervensi Asing

    Pemerintah Indonesia tidak boleh kalah dan lemah oleh siapapun termasuk lembaga internasional maupun pemerintah dan parlemen negara lain.

    Dibaca : 4.105 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Indonesia merupakan negara yang memiliki kedaulatan hukum dan bersifat independen, sehingga setiap keputusan hukum yang dibuat tidak bisa diintervensi oleh negara lain.

    Dalam kasus pidana yang menyatakan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bersalah sehingga dipenjara selama 2 tahun, pihak asing khususnya Belanda mulai berani mencampuri permasalahan hukum di Indonesia. Terbukti dari Parlemen Belanda yang menyatakan hukuman tersebut sebagai serangan langsung terhadap kebebasan dan akan mengangkat ke Uni Eropa. Pernyataan tersebut membuktikan jika Parlemen Belanda tidak memahami kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Lebih jauh lagi, Belanda seakan-akan memanfaatkan situasi di Indonesia yang tidak stabil terkait isu-isu kelompok radikal dengan menggandeng negara-negara Uni Eropa.

    Kita ketahui bersama jika seluruh dunia mengenal Indonesia sangat menjunjung toleransi dalam segala hal karena terdiri dari beragam suku, budaya dan agama. Tidak mungkin Indonesia menjadi sedemikian ricuh kalau tidak ada akar permasalahan besar sehingga menyulut emosi umat Islam yang menjadi agama mayoritas. Tapi perlu dipahami, hal ini bukan bicara tentang mayoritas atau minoritas akan tetapi pada nilai dan sikap toleransi yang harus dijunjung oleh seluruh masyarakat.

    Banyak pihak yang menegaskan jika kasus Ahok bukanlah kasus Minoritas vs Mayoritas. Ini murni kasus pidana karena seseorang atau Ahok telah melakukan pelanggaran hukum dan pengadilan telah memutuskan dia terbukti bersalah.

    Jika Belanda bersikukuh mencampuri permasalahan ini, berarti sudah melanggar kedaulatan hukum dan merusak tatanan hukum di Indonesia. Pemerintah harus mengambil langkah tegas dalam mencegah upaya pihak asing termasuk Belanda agar tidak mengintervensi keputusan hakim yang ada di Indonesia. Persidangan yang dilakukan secara marathon sebanyak 21 kali dengan menghadirkan puluhan saksi dan saksi ahli, baik dari pihak jaksa maupun terdakwa membuktikan profesionalisme dan kesungguhan penegakan hukum yang berkeadilan dan imparsial.

    Pemerintah Indonesia tidak boleh kalah dan lemah oleh siapapun termasuk lembaga internasional maupun pemerintah dan parlemen negara lain.

    Ikuti tulisan menarik Sisca Mutiara lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.




    Oleh: Hadirat Syukurman Gea

    1 hari lalu

    Analisis Sistem Jual-Beli Ijon pada Komoditas Mangga Berdasar Ekonomo Makro

    Dibaca : 166 kali

    Mangga merupakan salah satu komoditas buah yang digemari hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Mangga turut menyumbang perekonomian Indonesia karena menjadi komoditas yang di ekspor. Pada tahun 2015, ekspor mangga sebesar 1.515 jutatonyangsebagianbesarmerupakanjenis Mangga Gedong Gincu dan Mangga Arumanis. Kabupaten Kediri merupakan salahsatudaerahyang menjadikan mangga khususnya Mangga Podang sebagai oleh - oleh khas daerah dikarenakan banyaknya pohon mangga yang tumbuh di sekitar lereng GunungWilis.ManggaPodangkhasKediri banyak ditemukan di daerah sekitar lereng Gunung Wilis yaitu Kecamatan Banyakan, Tarokan, Grogol, Mojo, dan Semen. Semakin berkembang perekonomian suatudaerahmakasemakinberagam pula cara produsen dan konsumen melakukan jual beli.Salah satu sistem jual beli yang dilarang dalam Islam adalah jual beli yang mengandung unsur gharar. Sistem jual beli ijon adalah salah satu sistem jual beli yang mengandung unsur gharar sehingga dilarang oleh Allah SWT. Ijon berkaitan dengan perilaku produsen dan konsumen. Hal ini dapat dikaitkan dengan ekonomi mikro berupa keputusan pengusaha dan konsumen, terbentuknya harga barang atau jasa dan faktor produksi tertentu di pasar, dan alokasi sumber daya ekonomi.Penelitian ini menggunaka nmetode penelitian studi literatur. Jenis data yang digunakan berupa data sekunder dengan metode pengumpulan data berupa pengumpulan sejumlah studi pustaka. Berdasarkan studi literatur terkait sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro, diperoleh hasil analisis bahwa sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro saling berhubungan. Hal ini dikarenakan ijon berkaitan langsung dengan perilaku produsen dan konsumen dan ekonomi mikro turut mengatur perilaku produsen dan konsumen. Keywords: Ijon, Komoditas Mangga,Ekonomi Mikro