Sekuler Pilihan Terbaik - Analisa - www.indonesiana.id
x

Eko Armunanto

Juga menulis untuk media online Kanada Digital Journal - http://digitaljournal.com/user/775892/news
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Sekuler Pilihan Terbaik

    Sekuler adalah opsi terbaik, jika tidak maka yang terjadi adalah religous fascism dan binasanya minoritas, tragedi kemanusiaan.

    Dibaca : 1.409 kali

    Sekuler artinya pemerintahan tidak berdasarkan agama, itu tidak berarti ateis, juga tidak berarti memberangus agama. Sekuler berarti pemerintahan netral agama, tidak menjadikan agama tertentu sebagai dasar bernegara. Pemerintah bukan institusi keagamaan, tidak bikin UU dalam rangka memaksa warga negara untuk menganut agama tertentu.

    Pemerintahan sekuler tidak memihak agama tertentu saja, tidak mendiskriminasi warganya berdasarkan agama, tapi mengayomi semua agama yang dianut warga negaranya, memberi kebebasan warganya memilih dan menjalankan keyakinannya. Sekulerisme adalah konsep bernegara yang mewadahi kebebasan warganya memilih dan menjalankan ajaran agamanya.

    Sekuler adalah opsi terbaik, jika tidak maka yang terjadi adalah religous fascism dan binasanya minoritas, tragedi kemanusiaan. Kita lihat catatan sejarah bagaimana kaum fascist dengan mengklaim superioritas dan supremasi ras, bangsa, atau agama bisa begitu mudah menyedot banyak sekali dukungan untuk membinasakan siapapun rivalnya. Sekuler, sebaliknya, adalah dalam rangka setiap orang bisa hidup berdampingan, bukan saja damai tapi juga antar kelompok berbeda saling menghargai, melindungi, menguatkan.

    Sekulerisme oleh kaum religious facist dicitrakan buruk, anti Tuhan; maka hedonistik dan penuh maksiat, padahal macam itu juga terjadi di wilayah "religius" macam Arab Saudi atau Vatican. Tidak usah jauh-jauh, pernah tengok kiri kanan? Itulah, apakah baik buruknya orang ditentukan oleh apakah orang itu beragama atau tidak, atau agamanya apa? Hampir seratus persen di antara para kriminal di penjara kita itu umat beragama, silahkan bikin sensus sendiri di penjara terdekat anda kalau tidak percaya.

     

    *) Gambar spreadshirt.com



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.