Bergantian Jadi Imam Shalat - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

TD Tempino

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Peristiwa
  • Pilihan
  • Bergantian Jadi Imam Shalat

    Dibaca : 648 kali

    Selasa, 12 Desember 2017 setelah berurusan dengan PLN awak menuju restoran Musi Raya menjual makanan khas palembang.di kawasan Taman Mini Square.. Ketika menikmati mpek mpek yang rasanya memang mankyus terdengar azan dari masjid sebelah. Hujan deras mengguyur Jakarta. Setelah membayar bersegera menuju masjid menerobos hujan melewait lorong lorong gang. Berbasah basah memasuki Masjid bersama sama dengan jamaah musafir dan warga setempat / mukimin.

    Alhamdulillah setelah berwudhu dengan baju setengah basah awak dapat mengikuti shalat berjamaah di shaf paling depan sebelah kanan. . Kira kira 4 syaf penuh atau sekitar 50 jamaah. Dibagian sebelah selatan tempat ibu ibu, namun hanya 2-3 orang saja ada tampak shalat disana.

    Seusai shalat awak istirahat sejenak didalam masjid sembari menunggu hujan reda. Tampak warga yang terlambat berjamaah bergegas memenuhi bagian depan masjid. Ada yang shalat sendiri sendiri ada pula yang menunggu sahabat agar bisa berjamaah memperoleh pahala 27 derajat.

    Awak duduk bersender di tiang menghadap ketengah. Jamaah lain ada yang bersilaturahim dan ada pula yang membaca kitab suci Al Qur'an . Tampak pula warga sibuk berkomunikasi melalui ponsel . Entah mengirim berita jakarta hujan atau sekedar say Assalamualaikum kepada keluarga atau kerabat masing masing.

    Terdengar rintik hujan dengan skala mulai menurun, gerimis kata orang betawi.. Beberapa hari kebelakang di bulan Desember kota Jakarta mendapat berkah hujan. Sementara bagian dalam masjid masih cukup ramai dan sebagian warga ada yang nekad menerobos hujan. Mungkin mereka berpikir hujan model begini reda nya lama. Its oke tapi resiko basah lho kalau tak berpayung atau mengenakan jaket.

    Dari kejauhan awak melihat seorang Bapak maju ke shaf pertama. Perawakannya agak tua membawa tas dan berkopiah. Beliau meletakkan barang bawaan mepet ke dinding. Sebelum bersiap takbirul ihram tanda memulai shalat sang Bapak melihat sejenak kebelakang. Awak pikir mungkin beliau berharap syukur syukur ada jamaah lain yang bisa di ajak shalat berjamaah.

    Beliau shalat sendiri. Tidak begitu lama datang menghampiri seorang pemuda. Setelah merapikan diri membereskan hp dan tas sang pemuda menepuk bahu si Bapak. itulah tanda atau kode bahwa anak muda menjadi makmum. Awak perhatikan si anak muda hanya tertinggal satu rakaat.

    Setelah memasuki rakaat ke -2 Imam duduk pada posisi tahyat akhir. Kemudian mengucapkan assalamualikum warramatulahi wabaralkatuh menoleh ke kanan dan ke kiri. Ternyata si Bapak hanya sholat 2 rakaat mungkin shalat tahyatul masjid.

    Pemuda yang menjadi makmum meneruskan shalat. Berarti dia harus menyelesaikan 3 rakaat sisa untuk mengenapkan shalat asar.. Awak perhatikan setelah berdoa sejenak sang Bapak berdiri. Kemudian beliau memposisikan dirinya tegak di belakang pemuda sembari menepuk bahu. Kini sang Imam itu menjadi makmum.guna meneggakkan shalat asar secara berjamaah.

    Artinya sang Bapak ketinggalan 2 rakaat. Pemuda menyelesaikan shalat dan duduk bers=doa, sedangkan si bapak menyelesaikan 2 rakaatt lagi. Setelah itu awak saksikan mereka bersalaman. Pasti tidak saling kenal mengenal bersebab staus jamaah sama sama musafir. Kami ditakdirkan berada bersama di masjid dan mendapatkan pembelajaran.

    Subhanallah, Inilah pertama kali awak melihat dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri sesuatu kalau boleh di bilang satu keajaiban. Sang Bapak yang tadi nya bertindak sebagai imam shalat kemudian menjadi makmum. Pemuda yang sebelumnya menjadi makmum selanjutnya dia bertindak sebagai Imam Shalat. Asar. Dan Malaikatpun tersenyum terus terbang keangkasa lagi setelah mencatat satu peristiwa langka.

    Allah Akbar betapa hebat kedua muslim ini benar benar mengejar pahala berjamaah. Walaupun hanya dua orang, syarat berjamaah terpenuhi. Tak pasal berbeda niat seperti apa yang pernah awak dengar tausyah dari Habib Umar Bin Ahmad Al Hamid (guru ngaji Masjid Jami An Nur) bahwa dalam berjamaah tidak masalah ada perbedaan niat antara Imam dan Makmum

    Point yang ingin awak sampaikan disini adalah satu ungkapan rasa terima kasih yang sebesar besarnya ke hadirat Allah SWT telah diberi pembelajaran. Pelajaran tentang tata cara atau syariat islam khususnya dalam shalat berjamaah. Bisa jadi kejadian ini langka. Paling tidak sebagai penulis awak wajib mendokumentasikan persitiwa aneh bin ajaib dan langka namun tidak bertentangan dalam syariat Agama. Tidak lain tujuan men share informasi ini agar menjadi ladang pahala sesuai pula dengan pesan orang tua kita : " jauh berjalan banyak dilihat" . Bukan sekedar dilihat tetapi direkam dan kemudian dijadikan artikel. Mudah mudahan bermnfaat bagi kita semua. Amin.

    Salamsalaman

    TD


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.