x

Iklan

Syarif Yunus

Pemerhati pendidikan dan pekerja sosial yang apa adanya
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Sensasi Tiga Jam di Puri Lakshita; Kenapa Gak Punya Rumah?

Banyak orang kerja puluhan tahun atau tahunan. Tapi tetap gak punya rumah. Kenapa? Karena mereka gak berani mabil keputusan. Kecuali warga Puri Lakshita

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Banyak orang kerja puluhan tahun atau tahunan. Tapi tetap gak punya rumah. Kenapa?

Rumah memang terkesan sepele. Tapi kalo gak “berani” ambil keputusan gak bakal punya. Kadang ada benarnya, urusan rumah bukan soal ada uang atau tidak. Tapi soal berani atau gak? Pantas, alasannya: kejauhan, kemahalan, susah transportasinya. Intinya mah, memang gak berani untuk punya rumah.

 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ini cuma cerita sederhana. Setelah hampir setahun saya tidak menengok rumah di Perumahan Puri Lakshita Tajur Halang Bogor, hari ini saya mampir berkunjung selama 3 jam. Sebut saja “Sensasi 3 Jam di Puri Lakshita”. 

 

Apa sih sensasinya?

Perumahan Puri Lakshita, awalnya, diinisiasi oleh saya saat menjadi Ketua Koperasi Karyawan di sebuah perusahaan asuransi asing. Singkat kata, tercatatlah sekitar 44 karyawan berhasil memperoleh KPR untuk 55 unit rumah dari total 95 unit rumah yang ada. Walau ada juga yang membeli secara cash. Nah sensasinya, niat awal perumahan ini diprogramkan adalah untuk memfasilitasi para anggota koperasi yang sudah bekerja lebih dari 5 tahun agar bisa “memiliki rumah sendiri”. Masa kerja udah lama, masih gak punya rumah. Terus, hari tuanya saat gak kerja lagi mau tinggal dimana?

 

Tentu, dengan kemudahan fasilitas DP dan tata cara kepemilikan rumah. Alhamdulillah, sebagian anggota koperasi itu ppun kini sudah punya rumah di Perumahan Puri Lakshita Tajur Halang Bogor.  Kapan itu? Sekitar tahun 2014 lalu, 3 tahun lalu tepatnya.

 

Lalu, kenapa ada sensasi 3 jam?

Iya. Karena setelah berkunjung selama 3 jam hari ini. Saya mendapati perubahan yang luar biasa. Bahkan bisa jadi prospek bagus bagi para pemilik rumah di Puri Lakshita. Gimana gak? Mereka semua membeli dengan fasilitas KPR yang relatif masih terjangkau. Kalo sekarang, mungkin mereka bisa gak berani juga.

 

Tentang Perumahan Puri Lakshita itu, setidaknya saya mencatat sensasi-sensasi yang patut jadi bacaan banyak orang. Khususnya yang sampai sekarang masih cari rumah atau lagi mikir pengen beli rumah. Apa sensasi 3 jam di Puri Lakshita?

 

  1. Harga rumah di Puri Lakshita yang luar biasa hebat untuk investasi. Karena tahun 2014, rumah tipe 36/60 hanya dipatok Rp. 120 juta. Tapi hari ini, silakan berkunjung ke perumahan baru yang ada di sekitar Puri Lakshita, setidaknya harga tipe 36/60 saat ini berada di kisaran Rp. 200 juta – Rp. 280 juta. Itu artinya, kenaikan harganya mencapai 66% – 130%. Sungguh, keputusan yang tepat mencicil rumah sejak dulu daripada terlambat.
  2. NJOP di Puri Lakshita saat ini mencapai Rp. 1,2 juta per meter dari sebelumnya di tahun 2014 hanya Rp. 800 ribu. Itu berarti, NJOP-nya sudah naik 50% dalam kurun 3 tahun. Patut diketahui, NJOP itu nilai resmi. Tapi jika “di pasaran” biasanya nilainya menjadi 1,7 kali lipat. Alias jadi Rp. 2 juta per meter. Sekali lagi, luar biasa keren lokasi perumahan Puri Lakshita ini.
  3. Akses jalan menuju ke lokasi Perumahan Puri Lakshita saat ini luar biasa mulus; sudah di cor full alias tidak ada lagi jalan berlobang. Hal ini saya alami sendiri hari ini. Sehingga mempercepat perjalanan, di samping lebih nyaman untuk berkendara. Ciamikk dah jalannya.
  4. Sesuai informasi valid yang saya ketahui, di dekat Perumahan Puri Lakshita akan segera dibuat Kampus BSI dan Mall besar plus sebuah developer terkemuka pun akan bangun “kota satelit” di daerah Tonjong. Karena areal tanah berhektar-hektar memang sudah dimilikinya. Tinggal tunggu waktunya saja. Sabar tapi yang jelas ke depan makin keren lokasi ini.
  5. Akses Jalan Pemda, semua pasti tahu, saat ini memang sedang dikerjakan. Dan itu pertanda, akses menuju ke Perumahan Puri Lakshita akan lebih mudah lagi plus bakal naik lagi harga tanah atau rumahnya. Investasi di sini kok jadi tepat banget sih.
  6. Fasum alias Fasilitas Umum pun sebentar lagi akan dibangun musholla dan taman main anak di tanah yang sudah ada di areal Puri Lakshita. Lebih dari itu, plang nama perumahan pun sedang digagas. Tentu dengan tampilan yang menarik. Okelah kalo buat yang doyan foto atau selfie-an.

 

Lalu gimana ke depannya?

Gak usah gimana-gimana. Santai saja. Pastinya para penghuni Puri Lakshita akan “bergerak” untuk lebih baik dari sekarang. Karena ke depan, Perumahan Puri Lakshita akan dijadikan “kampung guyub”, sebuah pemukiman di kampung yang mengutamakan “kekompakan, keguyuban” antar warganya, antar penghuninya. Guyub karena penghuninya dari beragam suku, agama, bahkan kelas sosial. Bahkan kerjanya pun di mana-mana, gak hanya di satu perusahaan. Maka apaplagi, kalo gak harus guyub, harus kompak lagi tenggang rasa. Toleran bukan intoleran, zaman now gitu loh.

 

Semua penghuni, semua yang berada di Puri Lakshita nantinya harus NYAMAN (NYAntai dan aMAN). Ini kan perumahan, jadi santai saja dan yang enak-enak saja. Gak usah serius ngurusin orang lain atau pilkada. Biar saja orang lain sibuk ngurusin politik. Kalo penghuni Puri Lakshita mah fokus saja untuk “membaikkan” lingkungannya. Lingkungan yang nyaman lagi menjunjung tinggi keamanan. NYAMAN, NYAntai dan aMAN. 

 

Sensasi Perumahan Puri Lakshita.

Untuk warganya, penghuninya. Mulailah peduli dan berkunjung ke rumahnya. Ikutin saja bayar iuran setiap bulan. Karena itu sangat berguna untuk keamanan dan kenyamanan perumahan ini. Jika belum ada rencana ditempati, ada baiknya dikontrakan dulu. Agar bisa terisi rumahnya dan tentu agar tidak rusak bangunannya. Ingat, ini perumahan kita maka harus kita yang peduli dan perhatian.

 

Untuk masyarakat sekitar atau orang lain. Jangan lagi kebanyakan mikir untuk memiliki rumah. Jika dipandang mampu walau agak susah sedikit, ambillah keputusan untuk membeli rumah; mau cicil atau cash terserah saja. Apalagi di lokasi sekitar Perumahan Puri Lakshita, terus terang sekarang keren dan harganya terus melonjak. Mungkin ini bisa jadi alternative walau harganya pasti sudah agak tinggi kali ya…

 

Terakhir. Kenapa ada orang gak betah di rumah?

Jawabnya sederhana. Karena rumahnya tidak mampu menjadi “surga” untuk dirinya, untuk keluarganya. Maka ke depan, Perumahan Puri Lakshita akan menjadi pemukiman dengan suasana “surga” bagi warganya, bagi penghuninya. Maka syaratnya sederhana, tetaplah menjunjung tinggi toleransi dan jadikan lingkungan rumah sebagai sarana pendidikan untuk tumbuhnya “peradaban baik”. Rumah yang beradab, lingkungan yang beradab; pasti akan jadi dambaan siapapun.

 

Maka, wujudkanlah keguyuban dan kenyamanan di Perumahan Puri Lakshita Tajur Halang Bogor. Karena Rumahku adalah Surgaku …. Kalo gak sekarang, kapan lagi? Kalo bukan kita, siapa lagi? …. #PuriLakshita

 

Ikuti tulisan menarik Syarif Yunus lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu