Bisnis Saham bagi Pensiunan - Analisa - www.indonesiana.id
x

Setyo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Bisnis Saham bagi Pensiunan

    Dibaca : 1.498 kali

    BANDUNG - Kata pensiun bagi kebanyakan masyarakat Indonesia itu menakutkan. Kata pensiun identik dengan kondisi fisik yang tidak kuat lagi untuk bekerja. Kata pensiun juga identik dengan minimnya pendapatan, sementara kebutuhan hidup plus inflasi di hari tua makin melejit.

     

    Hanya anehnya, mereka yang masih berusia 40 tahun tak terganggu dengan kata pensiun. Biasanya, kata pensiun itu baru menjadi semacam momok tatkala seseorang memasuki usia 50 tahun.

     

    Selain cemas dengan dana pensiun, mereka yang memasuki usia 50 tahun juga bingung menemukan cara untuk menambah pendapatan di hari tua. Bagaimana pun, tak sedikit jumlah mereka yang sudah memasuki masa pensiun, tetapi memilih tetap bekerja. Namun, dari sekian banyak yang memasuki usia pensiun, ternyata hanya sedikit yang mendapatkan pekerjaan.

     

    Padahal, di era yang sudah serba digital ini, pekerjaan untuk mereka yang memasuki usia pensiun sangat terbuka lebar, salah satunya bisnis saham.

     

    Senior Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas, IPOT Bandung, Isa Martian di acara Pengenalan IPOTSTOCK ESQ MPP PT. Pupuk Kaltim di Hotel Cinnamon Boutique Syariah Bandung, Rabu, 28 Maret 2018, mengudar bisnis yang bisa dilakukan para pensiunan.

     

    Ia menegaskan bisnis saham bisa dilakukan para pensiunan. Menikmati masa pensiun dengan bisnis saham bisa menjadi pilihan.

     

    Dijelaskannya, bisnis saham saat ini sangat mudah. Semua sudah bisa dilakukan secara online. Melalui platform IPOTSTOCK dari PT Indo Premier Sekuritas, nabung saham online mudah untuk dinikmati untuk mendapatkan cuan yang maksimal.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.084 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).