x

Iklan


Bergabung Sejak: 1 Januari 1970

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Hidup Tanpa Ngopi itu Hampa; Cara Ngopi Tapi Ingat Pensiun

Hidup tanpa ngopi itu hampa. Tapi gimana cara sambil ngopi tapi ingat dana pensiun, itulah yang penting dilakukan kaum urban kaum milenial

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Hidup tanpa ngopi itu hampa …

Karena ngopi itu udah jadi gaya hidup. Apalagi buat kaum milenial, kalo gak ngopi berarti gak gaul. Maka gak masalah, kita bayar mahal untuk secangkir kopi. Apalagi di kafe atau tempat nongkrong yang nyaman. Plus ditambah free wifi wow luar biasa. Ngoi ditambah internet, pastinya kreativitas jadi maksimal.

 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ngopi dulu yuk, begitu kata kaum milenial atau kaum urban penggila kopi.

Jadwal ngopi banyak orang sudah ditentukan. Dan maaf, gak boleh diganggu. Sebelum atau sepulang kerja. Sebelum kuliah atau sepulang kuliah. Bila ada di tenga-tengahnya, biasanya karena situasional, akibat stress atau bete.

 

Ngopi itu gak bikin hidup terasa hampa.

Karena orang-orang penggila kopi sangat “bersahabat”. Mereka mampu menikmati suasana saat ngopi.  Memang betul, ngopi bukan sekedar ngopi. Tapi di dalamnya ada suasana, ada kenyamanan, ada persahabatan bahkan ada ide-ide brilian yang diobrolkan. Ngopi itu keren, tukang minum kopi juga pasti keren.

 

Kenapa ngopi jadi gaya hidup orang sekarang?

Karena kopi itu unik. Seberapapun hebatnya pupuk dan obat tanaman, gak bakal bisa mempengerauhi karakter dan rasa kopi. Karena kopi, sangat tergantung iklim, suhu, jenis tanah, hingga usia si pohon kopi itu sendiri. Maka wajar, walaupun sama-sama ditanam di Sumatera, biji kopi bisa punya rasa yang berbeda-beda. Keren. Belum lagi, manfaat kopi buat kesehatan. Beragai riset menyebutkan, ngopi itu bisa membuat hidup lebih lama. Ngopi juga bisa meningkatka kinerja otak agar lebih fokus. Bahkan konsumsi kopi yang teratur bisa mencegah alzheimer, termasuk menyehatkan jantung dan terhindar dari diabetes.

 

Ngopi memang bikin kita hebat. Karena ngopi, kita jadi punya gengsi. Ngopi juga bikin “mimpi bisa jadi nyata”, bikin lebih semangat. Maka wajar, kaum milenial dan kaum urban sudi menghabiskan waktu minimal 2 jam sehari buat ngopi sambil ngobrol. Bahkan dari kocek rupiah, gak masalah bayar Rp. 50.000 s.d. Rp. 100.000 sehari buat ngopi. Itu berarti, uang ngopi kaum mienial dan urban bisa mencapai Rp. 1.000.000 – 2.000.000 sebulan. Kerena kan kaum penggila kopi.

 

Kata kaum milenial. Mendingan pahit asal itu rasa kopi daripada dipahitin janji-janji kamu. Mendingan manis sejujur kopi daripada janji manis Cuma di bibir kamu.

 

Ngopi adalah gaya hidup itu fakta. Gak perlu dipersoalkan. Silakan ngopi setiap hari, sesering mungkin asal itu bikin kamu bahagia. Tapi satu hal saja, jangan sampai gara-gara ngopi, kamu malah jadi kehabisan uang. Gak punya dana yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi nanti saat kamu tua, saat kamu pensiun, bahaya bila gak punya uang. Terus, uangnya dari mana kalau kamu masih ingin tetap ngopi?

 

Oleh karena itu, kebiasaan ngopi silakan diteruskan. Tapi mulailah pula untuk menyisihkan sebagain “uang jajajn kopi” untuk masa pensiun. Ikutlah program pensiun, seperti DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Sisihkan misalnya, Rp. 300.000 atau Rp. 500.000 per bulan dari uang ngopi kamu untuk program pensiun DPLK. Tujuannya sederhana, agar kamu bisa terus ngopi sampai masa pensiun. Agar gaya hidup kamu tidak menurun di masa tua, saat tidak mampu bekerja lagi.

 

Silakan ngopi terus. Tapi ingat, kamu gak bakal kerja terus. Suatu waktu nanti, kamu harus berhenti bekerja, Entah akibat pensiun atau karena bosan bekerja. Untuk itu, sangat penting untuk ikut program pensiun. Rencanakanlah masa pensiun kamu mau seperti apa dari sekarang, mumpung masih bekerja mumpung masih punya penghasilan. Jangan sampai gaya hidup menurun atau gak bisa ngpoi lagi di masa pensiun. Karena kamu gak punya uang, gak ada tabungan yang cukup di masa pensiun.

 

Jadi, sambil ngopi tetap ingat pensiun.

Karena gak selamanya orang bekerja. Gak selamanya orang punya uang di masa pensiun. Ingat lho, hasil riset menunjukkan bahwa 73% orang Indonesia mengalami masalah keuangan di masa pensiun. Bahkan, 90% orang Indonesia tidak siap pensiun karena merasa tidak punya uang pensiun yang cukup. Maka wajar, banyak pensiunan “gagal” mempertahankan gaya hidupnya di hari tua.

 

Mumpung masih muda, mumpung masih bekerja.

Silakan tetap ngopi tapi ingat juga masa pensiun. Menabunglah untuk masa pensiun. Agar kita tetap sejahtera di masa pensiun, di masa tidak bekerja lagi. Caranya sederhana, sisihkan sebagian “uang kopi” untuk program pensiun DPLK. Silakan pilih di pasaran, program pensiun DPLK mana yang Anda suka.

 

Nah, kalau mau lebih jelas lagi tentang program pensiun atau dana pensiunsilakan saja ikut serta acara “#1 Indonesia Retirement Outlook (IRO 2018) Seminar” pada 24-25 Oktober 2018 di Hotel Bidakara Jakarta. Dengan tema “Indonesia Retirement Outlook; Revitalisasi Program Pensiun sebagai Indikator Kemajuan Negara dan Alternatif Pendanaan Jangka Panjang”, acara ini dapat memberi wawasan akan pentingnya mempersiapkan masa pensiun. IRO 2018 ini ajang seminar dana pensiun dan hari tua terbesar serta paling komprehensif di Indonesia yang dipelopori ADPI (Asosiasi Dana Pensiun Indonesia) dan PDPLK (Perkumpulan Dana Pensiun Lembaga Keuangan) serta difasilitasi DSS Consulting, konsultan local rasa internasional yang spesialis di industri keuangan non bank.

 

Rencananya akan ada 20 pembicara kaliber internasional dan nasional, seperti dari World Bank, APINDO, dan praktisi dana pensiun. Bahkan Ketua OJK, Menteri Keuangan, Menteri Tenaga Kerja pun jadi pembicara di IRO 2018. IRO 2018 pun didukung oleh Eastspring Asset Management, Manulife Asia, BPJS Ketenagakerjaan, dan Tokio Marine Life Indonesia. Tidak kurang 300 praktisi, profesional, dan pemerhati dana pensiun akan hadir dan berkumpul dalam “pestanya para praktisi dan profesioanl di bidang dana pensiun” ini. Harapannya, IRO 2018 dapat memberi kontribusi dan masukan dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengembangkan industri dana pensiun di Indonesia yang dianggap masih kecil volumenya. Plus, menjadi bagian untuk membangun “kesadaran masyarakat” akan pentingnya dana pensiun. Istilahnya, Kerja YES Pensiun OKE ….

 

Apa sih tujuan IRO 2018?

  1. Merumuskan upaya revitalisasi program pensiun sebagai indikator kemajuan negara dan alternatf pendanaan investasi jangka panjang.
  2. Mengoptimalkan angka partisipasi program pensiun bagi pekerja di Indonesia
  3. Memformulasikan kebiasaan menabung untuk masa pensiun
  4. Menggagas rekomendasi konkret terkait skema dan lansekap industri Dana Pensiun di Indonesia yang perlu dioptimalkan.

 

Bia Anda seorang “good worker”, maka hadirlah di IRO 2018. Dan mulailah untuk merencanakan masa pensiun yang sejahtera. Sisihkan sebagian uang gaji Anda untuk program pensiun. Jangan kebanyakan ngopi bila kita belum merencanakan masa pensiun. Tapi silakan ngopi tapi ingat pensiun…. Hadirilah IRO 2018 dan kunjungi: http://iroseminar.id/

 

Maka teruslah ngopi tapi ingat pensiun.

Karena ngopi dan pensiun, dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar.

 

Ketahuilah, masa pensiun itu bukan soal waktu, Tapi soal keadaan. Saat kerja, kenapa saat pensiun gak oke? Hanya dana pensiun, yang mampu merancang masa pesniun Anda mau seperti apa dan kayak apa?…..  #IRO2018 #YukSiapkanPensiun

Ikuti tulisan menarik lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu