x

Iklan

Maydelin Tandipuang

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

YPH Papua Galang Dana untuk Pendidikan di Papua Lewat Konser

Konser bertajuk "Revive Us Again" digelar oleh Yayasan Musik Amadeus Indonesia untuk dukung YPHP dalam menggalang dana pendidikan di Papua

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Sebagai yayasan yang bergerak di bidang pendidikan terkhusus bagi anak-anak di pedalaman Papua, Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHP) melakukan upaya dalam menggalang dana untuk pendidikan anak-anak di Papua bekerja sama dengan Yayasan Musik Amadeus Indonesia (YMAI), mengadakan konser musik rohani bertajuk “Revive Us Again”.

 

Konser ini adalah yang ketiga kalinya diadakan sejak tahun 2016. Lagu-lagu yang diangkat dalam konser ini merupakan lagu-lagu himne rohani Kristen. Seluruh hasil penjualan tiket pada konser yang berlangsung di Aula Simfonia, Jakarta, Sabtu, 27 Oktober 2018 ini akan disumbangkan untuk pengembangan ruang kelas di Sekolah Lentera Harapan (SLH) di Daboto, Papua. Bukan itu saja, dalam kegiatan ini YPHP berhasil menarik partisipasi masyarakat untuk berdonasi melalui penjualan merchandise serta komitmen beasiswa untuk pendidikan anak di Papua.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 

Seperti yang kita ketahui, pendidikan di Papua memerlukan perhatian khusus dari semua pihak, mengingat sulitnya menjangkau lokasi di pedalaman yang  hanya bisa dijangkau dengan pesawat terbang ke daerah terpencil.

 

Dari konser yang diadakan sebelumnya pada tahun 2016, mampu memberikan kontribusi untuk pembangunan 3 sekolah di Mamit, Daboto, dan Karubaga. Lalu pada tahun 2017, YPHP berhasil membangun tiga sekolah lagi di daerah Nalca, Korupun, dan Danowage. Sekolah yang semula hanya 1 di Mamit dengan 35 siswa dan 3 orang guru, sekarang telah berkembang menjadi 514 siswa dan 49 orang guru yang mengajar jenjang TK sampai kelas 6 SD dan sekolah non-formal di 6 lokasi pedalaman Papua.

 

YPHP melalui Hannah Achmadi selaku Direktur Proyek menyatakan bahwa, “YPHP berkomitmen akan terus membangun sekolah-sekolah di pedalaman Papua. Sekali melangkah tidak mundur lagi, no turning back walaupun terkendala jarak, biaya tinggi, sumber daya manusia, material dan berbagai hal."

 

Senada dengan itu, Nursari Dewi Lugito selaku Direktur Social Outreach menyampaikan harapannya dari penggalangan dana ini. “Kami mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam penggalangan dana ini. Seluruh dana nantinya akan kami gunakan bukan hanya untuk pembangunan sarana di sana, tapi juga untuk menolong mereka memperoleh pendidikan holistic berkualitas, terutama untuk mengenal Tuhan. Selain itu, memperkenalkan tentang kebersihan dan kesehatan yang selama ini belum diterapkan dalam gaya hidup mereka. Dengan begitu, kami berharap mereka akan memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin-pemimpin bangsa ini,” ungkap Nursari.

 

Dalam konser “Revive Us Again” ini, YMAI menampilkan Amadeus Symphony Orchestra berkolaborasi dengan Anugerah Chorus, Harmonisch Mannen Koor yang didukung 267 anggota paduan suara dari berbagai gereja, komunitas, dan sekolah, di antaranya Sekolah Pelita Harapan Lippo Village, Kemang Village Sentul City, Lippo Cikarang, UPH College, dan Sekolah Lentera Harapan Curug.

 

Grace Soedargo selaku pimpinan YMAI menyampaikan bahwa lagu himne dipilih agar masyarakat bisa semakin mengenal jenis lagu ini. “Konser ini sekaligus gerakan agar masyarakat ikut bernyanyi lagu-lagu himne. Semoga dengan acara ini, lagu himne bisa dihidupkan kembali di tengah jemaat, sekaligus bisa menggalang dana untuk pendidikan di pedalaman Papua,” ujar Grace.

 

Kelima belas lagu dalam konser ini adalah hasil aransemen Karina Soerjodibroto yang merupakan violist di Capella Amadeus String Chamber Orchestra. Alumni Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Pelita Harapan (UPH) tahun 2002 ini mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya konser ini.

 

“Lagu-lagu dalam konser ini diharapkan bisa menyampaikan kabar baik, sukacita, dan semangat berbagi, khususnya untuk orang-orang di pedalaman Papua. Salah satu lagu yang mewakili itu adalah I Love to Tell. Semoga dengan ini, masyarakat bisa semakin semangat menyanyikan lagu himne, dan misi di pedalaman Papua bisa tercapai,” harap Karina.

Di akhir acara dilakukan penyerahan donasi secara simbolis dari perwakilan YPHP oleh Hannah Achmadi dan Nursari Dewi Lugito kepada Stephen dan Carolyn Crockett, pasangan misionaris dari Daboto. Acara ini diikuti dan disaksikan oleh lebih dari  1.200 orang, termasuk pemain orkestra dan paduan suara.

Turut hadir dalam acara ini Duta Besar Inggris, Moazzam Malik beserta istri, Rachel, istri duta besar Myanmar, Sabai Win, Pdt. Stephen Tong, dan masih banyak lagi. (it) 

Ikuti tulisan menarik Maydelin Tandipuang lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Puisi Kematian

Oleh: sucahyo adi swasono

Sabtu, 13 April 2024 06:31 WIB

Terkini

Terpopuler

Puisi Kematian

Oleh: sucahyo adi swasono

Sabtu, 13 April 2024 06:31 WIB