x

Iklan

Aurelia Natasya

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 Juli 2019

Senin, 15 Juli 2019 13:07 WIB

UPH - READI Project Memperkenalkan "Predictive Analytics" Short Course


Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Program Studi Matematika UPH dengan membuat proyek READI (Risk Management, Economic Sustainability, and Actuarial Science Development in Indonesia) yang bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dalam bidang aktuaria, kembali ditunjuk sebagai tuan rumah dalam Short Course untuk dosen aktuaria yang diselenggarakan pada 1-5 Juli 2019 di UPH Kampus Lippo Village. Pada Short Course ke-12 ini menghadirkan seorang penulis buku yang menjadi rujukan utama untuk beberapa ujian profesi Aktuaris dari Society  of Actuary (SoA), berjudul "Actuarial Statistics with R". Beliau adalah Prof. Emiliano A. Valdez, Ph.D., FSA – Professor Actuarial Science dari University of Connecticut, USA.

Short Course kali ini mengangkat topik Predictive Analytics. Topik ini dipilih karena saat ini tren big data dan revolusi Industri sedang berkembang pesat dan kedua tren tersebut juga membutuhkan adanya analisis data untuk mengukur sesuatu hingga menentukan keputusan. Sesuai yang dikatakan oleh William James Duggan, selaku READI Project Field Director, Short Course kali ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan para dosen Matematika dan Statistik mengenai ilmu-ilmu spesifik aktuari, salah satunya predictive analytics. Lalu, ilmu tersebut dapat dibagikan kepada para anak didik.

Acara ini diawali dengan adanya pembuka dari Rektor UPH Dr. (Hon) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., lalu dilanjutkan dengan pelatihan yang diikuti oleh lebih dari 50 dosen di Indonesia. 50 dosen tersebut berasal dari berbagai universitas ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, IPB, ITS, Universitas Prasetya Mulya, Universitas Gadja Mada, dan lainnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Secara ringkas, Prof. Emiliano menjelaskan tentang arti dari Predictive Analytics dalam Short Course kali ini. Beliau mengatakan bahwa predictive analytics bertujuan untuk memprediksi sesuatu melalui pengolahan data. Predictive Analytics juga digunakan untuk mengukur hasil, dampak, dan juga banyak digunakan untuk melihat dampak dari aktivitas keuangan (financial impact). Beliau juga menjelaskan tentang berbagai macam tools yang digunakan untuk melakukan predictive analytics. Salah satu tools yang digunakan adalah 'R', yaitu suatu programming tools yang digunakan untuk menganalis data dari suatu studi kasus.

Prof. Emiliano juga mengatakan bahwa selain memiliki kemampuan untuk mengumpulkan data untuk mengambil keputuasan, seorang aktuaris juga harus mampu menggunakan data tersebut dan menyelesaikannya ke dalam bentuk statistik. Dengan adanya pengolahan data secara statistik, maka data yang besar tersebut dapat diubah menjadi sesuatu yang lebih kecil dan dapat disesuaikan dengan keperluan.

Dr. Helena Margaretha, selaku Koordinator Peminatan Aktuaria dan Matematika Bisnis, Fakultas Sains dan Teknologi UPH merespon positif program Short Course kali ini. Beliau mengatakan bahwa Short Course kali ini sangat bermanfaat bagi para pengajar aktuaria karena para pengajar semakin up to date dengan perkembangan zaman yang tentunya berkaitan dengan konsep keilmuan aktuaria. Di UPH sendiri telah ada tiga dosen yang melanjutkan studi pada bidang aktuarian di University of Waterloo, Kanada yang tentunya akan semakin meningkatkan kualitas pengajaran Ilmu Aktuaria dan Predictive Analytics di UPH.

Menurut Dr. Helena dengan menjadi tuan rumah Short Course kali ini telah membuktikan bahwa UPH selalu mengikuti perkembangan zaman, khususnya dalam bidang keilmuan. Short Course kali ini juga sangat berguna bagi peserta yang ingin mengikuti ujian Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI). Pada akhir acara para peserta juga mendapatkan sertifikat.

 

 

Ikuti tulisan menarik Aurelia Natasya lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu