x

Iklan

Hasan Aspahani

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 21 September 2019 03:19 WIB

Masihkah Jaket Almamater Menjadi Simbol Idealisme dan Perlawanan?

JAKET pada sajak ini menjadi metafora dari bebagai hal: idealisme yang berubah, atau semangat perjuangan yang luntur.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pengantar: Beberapa hari ini saya terpikir soal jaket. Ya, jaket almamater. Itu telah jadi identitas. Jadi tenaga. Jadi simbol idealisme dan semangat perlawanan. Masihkah? Sebagai penyair saya ingin menjawab dengan puisi saja.

*

Sajak tentang Selembar Jaket

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 

AKU menemukan
selembar jaket yang kucel
di tepi simpang jalan yang ruwet
yang tak jelas lagi
kemana arahnya.

Aku menduga
jaket yang lusuh itu
dicampakkan oleh seorang sarjana
setelah lelah dan resah
karena gagal mencari kerja.

Aku mengira
jaket yang kumal itu
dibuang oleh
mahasiswa entah dari kampus apa
setelah berdemo
dengan bayaran sedikit di atas
standar upah buruh harian.

Aku ingin sekali memastikan
apakah itu jaket almamater aktivis forum kota,
atau jaringan badan eksekutif mahasiswa,
yang kini menjadi anggota dewan perwakilan?

Mungkin saja. Ya, mungkin saja.

Mereka tak lagi perlu jaket itu,
sekarang mereka sudah necis dan rapi
dengan jas yang hangat dan nyaman
di ruang sidang yang sejuk dan terang-benderang
sehingga mereka lupa
menginterupsi sidang yang terburu-buru
memutuskan undang-undang yang terlalu
bersemangat mengirim rakyat ke penjara-penjara.

Aku hendak memungut jaket itu, hei, tetapi lihat!
Lihatlah!
Jaket itu berubah-ubah warnanya,
seperti lampu mercuar yang hendak padam di kejauahan…
Kuning angkuh,
lalu hijau kelam,
kemudian biru dungu,
lantas menjadi jingga KPK, astaga! saya

Aku tinggalkan jaket brengsek itu,
dan setelah beberapa langkah menjauh
dari saku-sakutnya terdengar
suara orang-orang tertawa.

Aku mengenalnya, tawa itu,
tawa para koruptor
dari dalam sel-sel mewah penjara.

 

Jakarta, 20 September 2019

*

Sebagai pelengkap berikut ini saya sertakan "Sajak Sebatang Lisong" karya Rendra yang saya baca di akun Youtube Juru Baca.
 

Ikuti tulisan menarik Hasan Aspahani lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan