x

Diskusi panel para delegasi UNESCO

Iklan

Yopi Ilhamsyah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 19 Juli 2019

Senin, 23 September 2019 13:55 WIB

Osean literasi, Prioritas UNESCO untuk Menjaga Laut

Kantor UNESCO Jakarta menggelar pertemuan tahunan bertajuk “Science to Enable and Empower Asia Pacific for Sustainable Development Goals II (SEE-AP)” atau sains untuk mengaktifkan dan memberdayakan Asia Pasifik untuk tujuan pembangunan berkelanjutan II pada 17-19 September 2019.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Asia Pasifik, wilayah yang responsif terhadap perubahan iklim di mana setiap negara ingin mengambil peran dalam aksi iklim. Oleh karenanya, penguasaan ilmu pengetahuan menjadi mutlak guna menghadirkan solusi dan inovasi untuk menciptakan masyarakat tangguh iklim, pendukung pembangunan berkelanjutan di masa mendatang.

Kantor UNESCO Jakarta menggelar pertemuan tahunan bertajuk “Science to Enable and Empower Asia Pacific for Sustainable Development Goals II (SEE-AP)” atau sains untuk mengaktifkan dan memberdayakan Asia Pasifik untuk tujuan pembangunan berkelanjutan II pada 17-19 September 2019, dihadiri delegasi dari Iran, Afganistan, Pakistan, India, Nepal, Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, Korea, Palau.

Laboratorium Hidroklimatologi Departemen Geofisika dan Meteorologi, Institut Pertanian Bogor (IPB), diwakili oleh Prof. Hidayat Pawitan, Penerima UNESCO award dalam program internasional Hidrologi bekerjasama dengan Laboratorium Meteorologi Laut, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh diketuai Dr. Yopi Ilhamsyah diundang sebagai bagian dari delegasi Indonesia untuk menyampaikan gagasan bagaimana mengidentifikasi tantangan dan peluang regional yang menjadi prioritas Sustainable Development Goal (SDG) UNESCO, yaitu SDG 6 tentang air bersih dan sanitasi, SDG 9 tentang industri, inovasi dan infrastruktur, SDG 11 kota dan komunitas berkelanjutan, SDG 13 tentang aksi iklim, SDG 14 tentang kehidupan bawah air, SDG 15 tentang kehidupan darat.          

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Untuk SDG 14, beberapa tantangan yang dihadapi UNESCO adalah masih kurangnya staf lapang tetap, permasalahan lautan lintas batas, restriksi hukum terkait data sharing, menggali kearifan-kearifan lokal di Asia Pasifik. Sementara peluang yang dapat diwujudkan antara lain: kolaborasi regional termasuk joint-funding, topik yang lebih fokus, antara lain: polusi laut, osean literasi, implementasi sosio-ekologi yang telah ada, perlindungan cagar biosfer laut, mengembangkan pedoman manajemen sampah dan limbah. Kapasitas yang tersedia di UNESCO antara lain: tersedianya akademisi dan praktisi, akreditasi eksternal cagar biosfer laut (telaah 10 tahunan), pengembangan pedoman green-living untuk sekolah dan kantor.

Untuk program aksi, kita coba mendesiminasikan osean literasi untuk anak-anak lewat pendidikan dasar dan menengah dalam berbagai bahasa dengan konten yang lebih popular. Program osean literasi ini juga ingin kita kembangkan dalam bentuk komik. Selain itu, beberapa teknik konservasi turut diperkenalkan lewat video yang diunggah pada kanal Youtube atau media sosial. Pendanaan bersumber dari UNESCO. Untuk webportal, program literasi ini dapat diakses pada laman https://oceanliteracy.unesco.org/home/. Untuk Indonesia, muatan osean literasi ini dapat disertakan dalam kurikulum pendidikan kebencanaan atau menjadi muatan ekstrakurikuler disertai kunjungan lapang ke cagar biosfer laut dan pusat-pusat restorasi ekosistem laut. Dengan kesadaraan lingkungan sejak dini, target SDG 14 dapat dicapai. Osean literasi juga mendukung hadirnya ekotourism yang berdampak tumbuhnya perekonomian masyarakat lokal.

SEE-AP UNESCO juga mengunjungi Taman Nasional Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu. Di pulau ini para delegasi diberi pengarahan serta diajarkan bagaimana transplantasi lamun dan terumbu karang, teknik penanaman bakau, tiga ekosistem tropis laut penyerap karbon terbesar dibanding hutan. Selain itu juga diajarkan budidaya rumput laut serta merawat tukik di lokasi sanctuary Penyu. Sebuah aksi kecil untuk tujuan besar di masa mendatang.

Ikuti tulisan menarik Yopi Ilhamsyah lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler