Pendidikan Bela Negara untuk Siswa-siswa SD - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Sayyidina Aliudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 Juli 2019

Senin, 30 September 2019 09:47 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Pendidikan Bela Negara untuk Siswa-siswa SD

    Dibaca : 2.766 kali

    Generasi muda terutama pelajar merupakan sasaran utama Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu dalam memupuk rasa cinta terhadap Tanah Air Indonesia. Maka tidak salah jika Menteri Ryamizard adalah pribadi yang mencintai dan dekat dengan pelajar.

    Intip saja, baru-baru ini Kemenhan menerima kunjungan 122 siswa dari sekolah dasar Bakti Mulya 400. Makin jelas bukan bila berbagai program kerja yang digodok Menteri Ryamizard, utamanya membidik generasi muda terutama pelajar. Berbagai bentuk pembinaan dan pembekalan tentang keIndonesiaan diberikan ke generasi muda, terutama tentang arti pentingnya bela negara di lingkungan sekolah yang harus diciptakan sejak dini.

    Pembekalan bela negara itu penanaman cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia Pancasila sebagai Ideologi negara, memiliki kemampuan awal bela negara, serta rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.

    Bela negara untk siswa SD, dikaitkan dengan bahwa mereka adalah penerus masa depan bangsa Indonesia. Hal itu diwujudkan dengan belajar kelompok, belajar disiplin dengan tidak datang terlambat pada saat masuk sekolah, serta berprestasi dalam setiap pelajaran ekstrakuliler. Dan tentu ikut upacara bendera setiap hari senin, sebagai bentuk kecintaan kita terhadap Ibu Pertiwi. 

    Menteri Ryamizard menerapkan bela negara  bkan hanya dilingkungan penddidikan saja, tapi juga turun gunung memberikan pendidikan ke berbagai lini, seperti kalangan pemuka agama, ormas, sampai kelompok cendekiawan-cendikiawan. 

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    Minggu, 31 Mei 2020 10:05 WIB

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.179 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).