Dandim 0815 Mojokerto : Generasi Muda Jangan Melupakan Sejarah - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Dandim 0815 Letkol Kav Hermawan Weharima, SH., saat Upacara Hari Kesaktian Pancasila di SMAN Bangsal, Kab. Mojokerto

Anan Alkarawangi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 2 Oktober 2019 10:25 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Dandim 0815 Mojokerto : Generasi Muda Jangan Melupakan Sejarah

    Dibaca : 127 kali

    Mojokerto, - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila merupakan moment penting untuk mengingat peristiwa kelam dalam sejarah Bangsa Indonesia.  Tragedi nasional 30 September 1965 merupakan sejarah kelam yang tidak boleh terulang.

    Demikian dikatakan Dandim 0815 Mojokerto Letkol Kav Hermawan Weharima, SH., usai menjadi Pembina Upacara pada Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di SMAN Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur,  Selasa, 1/10.

    “Untuk itu generasi muda harus memahami sejarah perjalanan bangsanya sendiri. Generasi muda jangan pernah melupakan sejarah. Kita boleh memaafkan namun tidak untuk melupakan, sehingga sejarah kelam tidak terulang bagi bangsa ini,” tandas Dandim.

    Lebih jauh Dandim menegaskan Pancasila telah teruji kesaktiannya, karena mampu menghadapi segala bentuk ancaman dan rongrongan untuk mengganti ideologi negara namun tidak ada yang berhasil. Pancasila tetap jaya serta mampu mengakomodasi semua keberagaman.

    Dandim mengatakan perjalanan bangsa ini dibagi dalam tiga fase, yaitu fase merebut kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan. "Tugas kita sebagai generasi muda, harus mengisi melalui kegiatan dan aksi nyata yang positif demi kemajuan bangsa ini,” kata dia.

    Dandim juga mengajak para siswa selaku generasi muda bangsa untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Karena Pancasila bukan hanya jargon atau slogan semata namun harus diamalkan melalui aksi nyata.  “Para siswa sebagai generasi muda penerus perjuangan bangsa harus include mengawal Pancasila, dan jangan sampai menjadi penghianat bangsa.” 

    Dandim 0815 Letkol Kav Hermawan Weharima, SH., saat Upacara Hari Kesaktian Pancasila di SMAN Bangsal, Kab. Mojokerto

    Sementara itu, Kepsek SMAN Bangsal, Drs. Sugiono, M.Pd., mengatakan,  sengaja menghadirkan Dandim 0815 pada upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini. “Selain menjadi pembina upacara, Pak Dandim kami minta untuk memberikan pencerahan tentang Pancasila bagi anak didik kami, sehingga ke depan Pancasila semakin membumi di SMAN Bangsal,” ungkap dia.  

    Pantauan di lapangan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila di SMAN Bangsal diwarnai dengan Kirab Pancasila Sakti dengan menampilkan foto-foto Tujuh Pahlawan Revolusi, para siswa yang sebagian berpakaian adat nusantara juga menampilkan Demo Tari Pradnya Paramita.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    Minggu, 31 Mei 2020 10:05 WIB

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.141 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).