Tips Mahasiswa S3 Hadapi Ujian Akhir Semester - Analisa - www.indonesiana.id
x

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Kamis, 10 Oktober 2019 16:41 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Tips Mahasiswa S3 Hadapi Ujian Akhir Semester

    Dibaca : 785 kali

    Bisa jadi, Ujian Akhir Semester (UAS) paling ditakuti mahasiswa. Maklum, karena tiap ujian harus menjawab beragam pertanyaan yang belum tentu dikuasai mahasiswa. Bahkan belum tentu ada di materi perkuliahan. Selain penguasaan terhadap materi, sebenarnya mahasiswa jangan menganggap remeh sikap mental yang kokoh dalam menghadapi Ujian Akhir Semester. Apapaun mata kuliahnya, seberapapun materinya dikuasai. Satu hal yang tidak boleh hilang, yaitu sikap mental yang positif dan rileks dalam menghadapi UAS. Karena jangankan mahasiswa, manusia yang lain pun pasti punya ujian dalam hidupnya.

     

    Ujian Akhir Semester, setatutnya jangan jadi momok buat mahasiswa. Hadapilah UAS dengan rileks dan pikiran yang terbuka. Karena kuliah adalah proses. Proses menikmati perkuliahan baik paham atau tidak paham, proses menjawab ujian ketika harus UTS/UAS, bahkan proses untuk menulis skripsi/tesisi/disertasi sebagai syarat kelulusan.

     

    Maka dibutuhkan trik dalam menghadapi UAS. Agar tidak stress, tidak pusing.

    Trik itulah yang dilakukan Mahasiswa S3 Program Doktor Manajemen Pendidikan (MP) Pascasarjana Universitas Pakuan (Unpak) kelas 2018 KS2 yang hari ini mengikuti UAS mata kuliah 1) Pengambilan Keputusan dan 2) Metodologi Penelitian II pada Kamis, 10 Oktober 2019 di Kampus Unpak Bogor.

     

    Trik-nya adalah mereka menjadikan ujian akhir semester sebagai aktivitas yang menyenangkan dan tetap antusias. Sekalipun menulis 4 lembar di lembar jawaban, hati dan pikirannya selalu senang. Bahkan raut wajah sekitar 23 mahasiswa tetap sumringah. Semua itu karena senang. Apapun bila sudah senang pasti bisa dikerjakan dan dituntaskan.

     

    “Kami sekelas menerapkan metode BENANG alias BElajar dengan seNANG. Sekalipun lagi UAS, kami tetap senang menjawab soal walau berbentuk esai. UAS itu hanya “jembatan” bagi kami untuk menuntaskan kuliah. Agar bisa jadi doctor pada tahun 2021” ujar Syarifudin Yunus, salah satu Mahasiswa S3 Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak sesuai mengikuti UAS.

     

    Adapun tips mahasiswa S3 yang menyenangkan dalam menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS) versi mahasiswa S3 Manajemen Pendidikan Unpak adalah sebagai berikut:

    1. Saling berkoordinasi tentang materi perkualiahan yang menjadi bahan.
    2. Saling menguatkan sambil belajarbersama rekan sekelas untuk berdiskusi.
    3. Baca sepintas sebelum UAS materi perkuliahan.
    4. Ciptakan suasana yang menyenangkan saat ujian, termasuk snack dan minum.
    5. Hindari belajar menghafal apalagi dengan sistem kebut semalam.
    6. Tanamkan dalam diri bahwa belajar dan kuliah adalah proses bukan hasil.
    7. Pastikan hati dalam keadaan tenang, pikiran rileks, dan berdoa sebelum memulai ujian.

     

    Jadi intinya, pastikan Ujian Akhir Semester (UAS) dijalani dengan menyenangkan. Jangan bete apalagi galau. Karena motivasi terbaik mahasiswa S3 adalah tetap menjaga semangat untuk belajar dan kuliah. Dan yang terpenting, bisa selesai tepat waktu. Jadi Doktor pada waktunya, jangan sampai terlambat atau terlalu lama kelar.

     

    Jangankan motivasi mahasiswa S3, manusia lainnya pun pasti motivasinya naik-turun. Maka sikap mental itulah yang harus dijaga, dipelihara. Bila sedang semangat optimalkan kuliah dan pemahaman. Bila sedang turun, tetap hadir kuliah walau agak lesu. Itu semua bagian dari komitmen belajar. Agar bisa selesai tepat waktu.

     

    Karena mahasiswa S3 Manajemen Pendidikan Unpak menyadari belajar tidak melulu soal pintar dan sukses. Tapi belajar adalah cara sederhana untuk memperbaiki diri dan membentuk sikap mental ilmiah yang kompeten. Maka belajar, bukan hanya pikiran tapi mentalitas. Mental yang harus senang di saat belajar di saat kuliah.

     

    Ketahuilah, ujian tersulit mahasiswa S3 itu bukan ujian akhir semester. Tapi membangun sikap mental “untuk tetap bergandengan tangan walau tidak bersepakat”. Maka belajar pun menyenangkan…. #S3MPUnpak #PascaUnpak #S3MP2018KS2


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.124 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).