Politikus PKB Bongkar Suap Rp 7 Miliar, Muhaimin Terancam Jerat KPK? - Viral - www.indonesiana.id
x

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, yang kini menjabat Wakil Ketua DPR RI 2019-2024 ini memilik harta Rp 14.438.668.348. TEMPO/M. Taufan Rengganis

Indonesiana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 21 Oktober 2019 19:28 WIB
  • Viral
  • Berita Utama
  • Politikus PKB Bongkar Suap Rp 7 Miliar, Muhaimin Terancam Jerat KPK?

    Dibaca : 40.954 kali

    Liputan majalah Tempo edisi terbaru amat menarik sekaligus mengejutkan.  Lewat artikel  “Main Anggaran Petinggi PKB”, Tempo membeberkan secara komplit pengakuan politikus Partai Kebangkitan Bangsa, Musa  Zainuddin.

    Siapakah dia? Musa  Zainuddin  merupakan narapidana kasus korupsi yang sekarang  menginap  di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Jawa Barat. Ia harus menjalani hukuman  9 tahun penjara dan diwajibkan mengembalikan uang suap  Rp 7 miliar. Sesuai  vonis dua tahun lalu, Musa  dinyatakan terbukti menerima sogokan sebesar uang harus dikembalikan itu. 

    Suap itu diberikan oleh  penggarap  proyek infrastruktur di Kementerian Pekerjaan Umum untuk wilayah Maluku dan Maluku Utara pada 2016.   Suap ini sebetulnya melibatkan politikus  lain di luar PKB.  Hanya, kalangan PKB sekarang deg-degan karena Musa sedang mengajukan diri sebagai menjadi  justice collaborator.   Dalam berkas pengajuan itulah, ia membeberkan keterlibatan petinggi PKB lain.

    Pangakuan Musa
    Inti pengakuan Musa adalah ia mengaku hanya menggunakan duit  Rp 1 miliar dari total suap Rp  7 miliar. Anggota  Dewan Perwakilan Rakyat periode 2014-2019 menyatakan, duit sebebihnya,  sebesar  Rp 6 miliar,  diberikan ke politikus PKB yang lain, Jazilul Fawaid untuk diteruskan ke Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.  Musa pun  meminta Ketua Fraksi PKB  Helmi Faisal Zaini, memberitahu Muhaimin soal penyerahan duit itu.

    Musa  juga mengungkapkan bahwa  pengaturan  alokasi proyek infrastruktur itu atas perintah Jazilul Fawaid  yang saat itu menjadi Wakil Ketua Badan Anggaran DPR.  Ia  memerintahkan Musa untuk  “mengamankan” jatah proyek aspirasi di Komisi Infrastruktur DPR. Jazilul kini menjadi Wakil Ketua Majelis Permusyaratan Rakyat. Adapun Muhaimin menjabat sebagai Wakil Ketua DPR.

    Ketika diwawancara Tempo, Muhaimin hanya berkomentar , “ ke Jazilul saja”. Adapaun Jazilul juga enggan bicara.

    Mirip kasus Lutfi Hasan
    Menurut Tempo, peran Muhaimin mirip dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Lutfi Hasan Ishaaq  ketika terlibat suap  impor daging sapi  pada 2013.   Ditingkat kasasi pada 2014,  Lutfhi divonis  hukuman  18 tahun penjara karena kasus suap dan pencucian uang.

    Lutfi  dinilai memperdagangkan pengaruh karena saat itu ia menjabat sebagai Presiden PKS  sekaligus anggota DPR. Suap impor daging sapi dinilai  berkaitan dengan posisinya itu.    Sama seperti Lutfhi,   Muhaimin pun menjadi anggota DPR sekaligus pemimpin partai saat kasus suap infrastrukur  yang  melibatkan Musa Zainuddin  terjadi.

    Pemeriksaan KPK
    KPK telah memanggil  sejumlah poliikus PKB antara lain Helmy Faishal Zaini dan Jazilul Fawaid.   Helmy, misalnya,  telah memenuhi panggilan penyidik terkait  pengembangan kasus dugaan suap proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun Anggaran 2016.

    "Jadi tadi saya diminta datang menjadi saksi. Dan sebagai warga negara yang baik, saya alhamdulillah bisa datang," kata kata Helmy,30 September 2019. Hanya, tidak terungkap apakah pemeriksaan itu juga berkaitan dengan pengakuan  Musa. ****

    Baca juga:
    Komentar ‘Rezim Koplak’, Pejabat Kementerian Informasi Akhirnya Dicopot

     

     

     

     

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.