Ancang-ancang untuk 2024: Prabowo Bisa Gandeng Puan, Paloh Jagokan Anies Baswedan? - Analisa - www.indonesiana.id
x

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kanan) bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberikan keterangan pers usai menggelar pertemuan tertutup di DPP NasDem, Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019. Dalam keterangannya Surya Paloh menyebut Anies Baswedan memiliki potensi untuk maju di Pemilihan Presiden 2024 namun Anies masih berkonsentrasi untuk mengurus Jakarta. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Anas M

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 Oktober 2019

Minggu, 3 November 2019 14:17 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Ancang-ancang untuk 2024: Prabowo Bisa Gandeng Puan, Paloh Jagokan Anies Baswedan?

    Dibaca : 6.770 kali

    Masuknya kubu  Prabowo Subianto ke koalisi penyokong pemerintah  membawa perubahan besar.  Langkah Prabowo itu langsung diimbangi dengan manuver Ketua Umum NasDem Surya Paloh. Ia mendekati Partai Keadilan Sejahtera yang berada di luar pemerintah.

    Melihat perkembangan itu, sejumlah analis politik menerawang lebih jauh. Merapatnya Prabowo ke pemerintah Jokowi sebetulnya hanya akibat.  Penyebab utama adalah membaiknya hubungan Prabowo dan Ketua Umum Megawati Sukarnoputri. 

    Artinya,  Gerindra dan PDIP berpotensi menjadi kubu yang layak diperhitungkan dalam pemilihan presiden 2024 nanti.  Jika itu terjadi, tentu mengulang  koalisi keduanya pada 2009  saat Megawati-Prabowo maju dalam pilpres.  Tentu saja,  tidak harus pasangan yang sama yang  maju pada lima tahun mendatang.

    Membaiknya hubungan Prabowo-Mega itu  kebetulan  bersamaan momennya dengan renggangnya hubungan Surya Paloh dan Megawati.

    Babak baru koalisi Mega-Prabowo
    Mungkin sebagian kita masih ingat, setelah  kalah pada pilpres 2009,  kubu Prabowo sempat menagih “janji”  Megawati  untuk menyokongnya pada 2014.  Soal ini mencuat karena PDIP ternyata mendukung   Jokowi - Jusuf Kalla dalam pilpres  2014.  Adapun  Prabowo akhirnya maju dengan menggandeng  Hatta Rajasa. 

    Kesepakatan  Megawati –Prabowo  untuk saling mendukung itu  kabarnya digariskan dalam Perjanjian Batu Tulis 2009. Kubu Prabowo  pun merasa dikhianati.  "Kalau Anda manusia, lalu ada di pihak saya, bagaimana? Ya, pikirkan saja,"  kata Prabowo di Jakarta, Ahad, 16 Maret 2014.

    Sejak itu pula hubungan Mega-Prabowo renggang.  Prabowo kemudian dikalahkan Jokowi pada 2014 dan 2019. Situasi politik pasca pilpres  yang lalu pun sempat panas sekali karena kubu Prabowo tak kunjung menerima hasil pemilihan.  Perubahan drastis terjadi setelah  ada pertemuan antara Prabowo-Jokowi dan Prabowo-Megawati.

    Nah, membaiknya lagi hubungan Prabowo-Megawati  itulah yang diantisipasi oleh  pemimpin partai politik yang lain, termasuk  bos NasDem.  Apalagi, Prabowo masih berpeluang mencalonkan diri lagi.  Ia bisa saja berpasangan dengan putri  Mega,  Puan Maharani pada 2024 nanti.

    Langkah Paloh Dekati Anies
    Manuver Surya Paloh untuk mengimbangi kubu Mega-Prabowo rupanya  terus bergulir. Setelah menemui Presiden PKS beberapa waktu lalu,  Paloh pun mengundang Anies untuk menghadiri kongres NasDem pada 8 November 2019.

    Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya, mengatakan Anies sudah oke. Selain Anies,  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga diundang. "Mas Anies dan Bu Khofifah itu dua-duanya deklarator NasDem,”  kata Willy, 2 November 2019

    Surya Paloh sebelumnya sudah mendekati Anies  persis ketika  terjadi pertemuan Prabowo dan Megawati  Juli lalu. Saat itu Paloh memberikan isyarat  untuk mendukung Anies maju pada pilpres 2024.

    Kendati Anies menjadi deklarator NasDem, hubunganya dengan partai juga sempat renggang. Soalnya, Nasdem  bersama PDIP menyokong  Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada pilkada DKI 2017.  Adapun Anies  saat   itu disokong PKS dan Gerindra.

    Setelah peta begeser, hubungan Gerindra dan Anies pun berubah.  Kini ada   instruksi  Gerindra untuk mengkritisi  Gubernur Anies. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono  membenarkan hal ini.  Tapi, kata dia, tujuannya agar Anies sukses. "Perintah Ketum Gerindra agar Fraksi Gerindra di DKI mengkritisi Anies Baswedan supaya sukses memimpin Jakarta, "  kata Arief , 2 November 2019.

    Masih Bisa Berubah
    Kendati  konstelasi politik dan perkubuan  mulai bergeser,   peta politik masih akan terus berubah.  Soalnya pemilu 2024 masih jauh.  ***

    Baca juga:
    Video Adu Jotos Sopir Ambulans Vs Polisi: Presiden pun Harus Ngalah pada Ambulans....


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.





    Oleh: Saufi Ginting

    2 hari lalu

    LINGLUNG

    Dibaca : 125 kali


    Oleh: medy afrika

    3 hari lalu

    Perbedaan Aset Desa dengan Inventaris Desa

    Dibaca : 144 kali

    DESA, NEWS - Secara umum, aset Desa diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (“UU Desa”) dan lebih rinci diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa (“Permendagri 1/2016”). Aset Desa  : adalah barang milik Desa yang berasal dari kekayaan asli desa, dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau perolehan hak lainnya yang sah. Sementara itu, istilah inventaris desa tidak ditemukan dalam UU Desa maupun Permendagri 1/2016.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (“KBBI”) yang terakses dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, inventaris adalah daftar yang memuat semua barang milik kantor (sekolah, perusahaan, kapal, dan sebagainya) yang dipakai dalam melaksanakan tugas.                                                                                      Merujuk pada definisi inventaris desa di atas, maka dapat kami simpulkan bahwa inventaris desa adalah daftar barang milik desa. Meski demikian, istilah inventarisasi dapat kita temukan dalam Permendagri 1/2016. Inventarisasi adalah kegiatan untuk melakukan pendataan, pencatatan, dan pelaporan hasil pendataan aset Desa. Merujuk pada definisi inventarisasi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa inventaris desa adalah hasil aset desa yang didata, dicatat, dan dilaporkan. Yang Termasuk Aset Desa : Aset Desa dapat berupa tanah kas desa, tanah ulayat, pasar desa, pasar hewan, tambatan perahu, bangunan desa, pelelangan ikan, pelelangan hasil pertanian, hutan milik desa, mata air milik desa, pemandian umum, dan aset lainnya milik desa.   Aset lainnya milik desa antara lain: a.  kekayaan desa yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (“APBDesa”); b.    kekayaan desa yang diperoleh dari hibah dan sumbangan atau yang sejenis; c.    kekayaan desa yang diperoleh sebagai pelaksanaan dari perjanjian/kontrak dan lain-lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; d.    hasil kerja sama desa; dan e.    kekayaan desa yang berasal dari perolehan lainnya yang sah. Inventarisasi Aset Desa : sekretaris desa selaku pembantu pengelola aset desa berwenang dan bertanggungjawab: a.    meneliti rencana kebutuhan aset desa; b.    meneliti rencana kebutuhan pemeliharan aset desa ; c.    mengatur penggunaan, pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtanganan aset desa yang telah di setujui oleh Kepala Desa; d.    melakukan koordinasi dalam pelaksanaan inventarisasi aset desa;dan e.     melakukan pengawasan dan pengendalian atas pengelolaan aset desa.   Petugas/pengurus aset desa bertugas dan bertanggungjawab: a.    mengajukan rencana kebutuhan aset desa; b.    mengajukan permohonan penetapan penggunaan aset desa yang diperoleh dari beban APBDesa dan perolehan lainnya yang sah kepada Kepala Desa; c.    melakukan inventarisasi aset desa; d.    mengamankan dan memelihara aset desa yang dikelolanya; dan e.    menyusun dan menyampaikan laporan aset desa.   -Aset desa yang sudah ditetapkan penggunaannya harus diinventarisir dalam buku inventaris aset desa dan diberi kodefikasi. Kodefikasi yang dimaksud diatur dalam pedoman umum mengenai kodefikasi aset desa. -Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota bersama Pemerintah Desa melakukan inventarisasi dan penilaian aset Desa sesuai peraturan perundang-undangan. Bisa didefenisikan, aset desa dan inventaris desa merupakan dua hal yang berhubungan. Aset desa merupakan barang milik desa yang berasal dari kekayaan asli desa, dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau perolehan hak lainnya yang sah. Sedangkan inventaris desa adalah daftar barang milik desa, yakni hasil aset desa yang didata, dicatat, dan dilaporkan. Kegiatan inventarisasi aset desa merupakan tugas dan tanggung jawab petugas/pengurus aset desa yang berkoordinasi dengan sekretaris desa. Dasar Hukum: 1.    UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa 2.    Permendagri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa.