Menolak Jumawa untuk Jadi Sosok Kreatif Ala Menteri Nadiem Makarim - Viral - www.indonesiana.id
x

Yanuar Nurcholis Majid

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 21 Agustus 2019

Senin, 18 November 2019 15:01 WIB
  • Viral
  • Berita Utama
  • Menolak Jumawa untuk Jadi Sosok Kreatif Ala Menteri Nadiem Makarim

    Dibaca : 4.340 kali

    Kelebihan diri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Nakarim itu antara lainnya adalah tidak gegabah dan merasa langsung mengetahui. Menteri Nadiem memulai dengan sistematis.

    Dan semua itu yang membentuknya jadi figur kreatif serta inovatif. Melahirkan Gojek yang kini jadi decacorn; perusahaan start-up dengan valuasi nilai USD 10 miliar atau lebih. Jadi Tokoh Inspiratif Pengubah Dunia versi Bloomberg dan Time.

    Menteri Nadiem mencoba menelusuri. Membedah apa yang dibutuhkan pendidikan Indonesia di masa depan. Itu makanya Menteri Nadiem tidak gegabah. Terburu-buru bersikap untuk kebijakan kinerja pendidikan nasional.

    Sebuah sikap positif. Dengan penelusuran mendalam dari para ahli, maka Menteri Nadiem akan melahirkan ide kreatif sesuai kebutuhan pendidikan Indonesia yang beradaptasi dengan kemajuan zaman.

    Menteri Nadiem belajar pada "ahlinya". Bertemu dan berdiskusi dengan Guru. Meminta pendapatnya untuk perbaikan solusi masa depan pendidikan Tanah Air. Dengan begitu, semua dapat menciptakan gagasan kreatif. Seperti karakter Menteri Nadiem.

    Tidak bersikap 'sok tahu' juga adalah keunggulan pribadi Menteri Nadiem. Dia tak sungkan untuk bertanya tentang suatu hal. Menteri Nadiem berdialog dengan para Profesor dan pakar pendidikan. Sehingga nantinya Menteri Nadiem dapat melahirkan teori. Dan teori adalah dasar pijakan menjadi kreatif maupun inovatif.

    Menteri Nadiem tak banyak menyampaikan ulasan apapun ke ruang publik mengenai kondisi pendidikan nasional kini dan ke depannya. Menteri Nadiem tidak 'sok tahu'. Justru mempelajarinya. Dari belajar akan tumbuh pikiran kreatif.

    Ternyata; itu yang membentuk karakter dan keunggulan Menteri Nadiem menjadi individu yang kreatif serta inovatif. Dan itu telah membuktikan hasil. Sebab tidak gegabah agar meminimalisir risiko gagal dan menghindari 'sok tahu' sehingga jauh dari kesalahan implementasi.*


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.089 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).