Ditekuk Vietnam, Timnas U-22 Masih Miliki Asa Lolos Semi Final SEA Games - Analisa - www.indonesiana.id
x

Harapan lolos semi final

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 2 Desember 2019 11:12 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Ditekuk Vietnam, Timnas U-22 Masih Miliki Asa Lolos Semi Final SEA Games

    Dibaca : 491 kali


    Terkadang rencana yang benar, tidak selalu dapat berjalan dengan baik. Sementara niat yang baik, juga bisa gagal karena dilakukan dengan cara yang tidak benar. (Supartono JW.2122019).

    Harapan publik sepak bola nasional kepada Timnas U-22 agar dapat terus moncer di laga SEA Games, terpaksa harus tersekat, sebab pasukan Garuda Muda harus takluk dari Vietnam.

    Atas kekalahan tersebut, saya coba menyerap dan merangkum pendapat netizen dan publik sepak bola nasonal dari berbagai "tempat". Saya dapati banyak komentar netizen atau publik sepak bola nasional yang seolah lebih paham dari pelatih dan pemain Timnas U-22 dan mengatakan wajar Timnas kalah karena dua hal, yaitu

    Pertama, salah menurunkan pemain, dan
    Kedua, salah strategi.

    Menurut saya sendiri, tentu Indra Sjafri dan tim pelatih telah merencanakan menurunkan komposisi pemain dengan matang dan strategi yang benar demi menghadapi Vietnam. Namun, faktor lawanlah yang menjadi penghambat mengapa komposisi pemain dan strategi menjadi tidak mendukung Timnas U-22 agar terhindar dari kekalahan.

    Sejatinya, komentar netizen dan publik sepak bola nasional juga tidak sepenuhnya salah bila ditilik dari sudut pandang mereka. Sebagai contoh, khususnya saat laga babak pertama dimulai, ternyata Timnas U-22 tampil minus Evan, Egy, dan Sharian yang tidak ada berita cidera dan lainnya.

    Netizen hanya tahu bahwa Timnas tidak akan menurunkan Rafli dan Firza yang memang sudah diketahui cidera. Komentar netizen, menghadapi tim sekelas Vietnam, tidak turunnya Rafli dan Firza saja sudah bisa disebut petaka, apalagi tidak turunnya tiga pemain utama lain.

    Evan Dimas yang cukup memiliki nama dan diharapkan dapat menurunkan mental lawan, pun disimpan di bangku cadangan. Jadi, saat babak pertama, netizen bilang, Timnas sudah turun dengan formasi yang salah.

    Memang ada pemain baru yang tampil dan mampu menciptkan gol, namun selebihnya, pemain tersebut tak sanggup mengangkat performa tim dan dibiarkan cukup lama di lapangan. Setali tiga uang, netizen juga kaget, Egy digantikan oleh pemain yang juga turun cukup lama, sementara pemain tersebut juga tak cukup memberikan kontribusi

    Selain itu, selama laga babak kedua berlangsung, banyak netizen dan publik berkomentar, bila cara/strategi bermain Timnas U-22 bertahan seperti itu, maka Vietnam cuma tinggal sabar dan menunggu waktu untuk ciptakan gol.

    Komentar dan kritik netizen dan publik sepak bola nasional, seolah menjadi doa baik buat Vietnam, dan benar saja, doa itu dikabulkan, karena atas kesabarannya, Vietnam dapat bonus dua gol.

    Di luar komentar atau kritik netizen dan publik sepak bola nasional, secara fakta dari laga di atas lapangan, apapun strategi Timnas U-22, Vietnam memang unggul segalanya dari pasukan Indonesia.

    Standar pemain Vietnam mulai dari kecerdasan teknik, intelegensi, personaliti, dan speed (TIPS) termasuk strategi pelatih memang sangat unggul mencolok dari Timnas kita. Itu sebabnya Vietnam kini sangat layak duduk menjadi penguasa Asia Tenggara di ranking FIFA.

    Nasi sudah menjadi bubur. Harapan memenangi laga dan mendapatkan poin dari laga versus Vietnam sirna. Atas kekalahan ini, bagaimana cara agar Indonesia lolos ke semifinal SEA Games 2019?

    Secara matematis, kini Indonesia hanya berharap dari perjuangan diri sendiri demi meraih tiket semi final dan berharap Thailand ditekuk Vietnam.

    Bila Thailand mampu mengalahkan Vietnam, maka Indonesia harus membobol gawang Laos dan Brunei Darussalam dengan jumlah gol lebih banyak dari Thailand.

    Sebagai catatan, kini Indonesia baru menciptakan agreget 3 gol, sudah dikurangi kebobolan dan Thailand agreget 8 gol, juga sudah dikurangi kebobolan.

    Dengan demikian, Indonesia harus mampu menceploskan lebih dari10 gol ke gawang Laos dan Brunei Darussalam.  Cara itulah, satu-satunya yang wajib Timnas U-22 Indonesia perbuat demi lolos ke semifinal. 

    Harus juga menjadi catatan, Timnas Indonesia, seingkali bila bermain dengan "hati dan pikiran tertekan" karena harus unggul banyak gol, sering kali justru menjadi bumerang dan tujuan menceploskan banyak gol tak tercapai.

    Memang sayang, harus menelan kekalahan dari Vietnam, maka perjuangan untuk lolis ke semi final tetap berat, meski menyisakan dua laga melawan tim lemah.

    Apakah Laos dan Brunei akan dengan mudah mau dikalahkan? Adalah sebuah prestasi pula bagi kedua tim ini bila mampu kalah sedikit gol dari Indonesia, apalagi bila mampu mengimbanginya, sebab Indonesia pasti akan bermain dengan beban.

    Semoga, laga berikutnya, Timnas U-22 dapat mengais harapan tatkala Selasa (3/12/2019), Indonesia meladeni Brunei Darussalam di Stadion Binan, Binan pukulkul 19.00 WIB. Lalu juga pada laga berikutnya pada Kamis (5/12/2019) melayani Laos di Stadion City of Imus Grandstand pukul 15.00 WIB. Semoga pasukan Garuda Muda dapat bermain sesuai ekspetasi netizen dan publik sepak bola nasional. Aamiin.

     

     

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.