x

Iklan

Thomas DP

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 14 Desember 2019

Minggu, 15 Desember 2019 07:03 WIB

Mengenal Calung Sebagai Ikon Budaya Banyumas

Artikel ini menjelaskan tentang hubungan kesenian musik calung Banyumasan sebagai ikon dari kebudayaan masyarakat Banyumas, dan bagaimana calung banyumasan berperan sebagai daya tarik wisata bagi wisatawan lokal maupun asing.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Siapa yang tidak mengenal alat musik calung? Calung adalah kesenian seni musik yang berkembang di wilayah Banyumas, Calung merupakan alat musik tradisional yang tegolong dalam musik jenis idiophone , yaitu alat musik yang sumber bunyinya berasal dari badan alat musik itu sendiri, alat musik ini memiliki bahan dasar yang sama dengan angklung yaitu bambu, namun kedua alat musik ini memiliki perbedaan pada cara memainkannya, jika angklung yang kita ketahui bersama adalah dengan cara digoyangkan, lain hal dengan calung, alat musik calung dimainkan dengan cara memukul bilah yang disusun berdasarkan nada atau titi laras pentatonik dengan menggunakan tabuhan yang berbentuk stik.

Calung Banyumasan terbuat dari bambu wulung atau bambu hitam, kata “calung” berasal dari “carang pring wulung” yang memiliki arti pucuk bambu wulung atau “pring dipracal melung – melung” yang artinya bambu diraut bersuara nyaring. Calung biasa digunakan untuk mengiringi tarian tradisional seperti lengger Banyumasan. Calung Banyumasan terdiri dari beberapa instrumen yaitu seperti gambang barung, gambang penerus, dhendem, kenong dan gong sebul, gong sebul memiliki keunikan jika dilihat dari cara memainkannya, gong sebul dimainkan dengan cara disebul atau ditiup.

Laras yang digunakan dalam kesenian musik Calung Banyumasan ini adalah sama seperti laras Gamelan Jawa yang sudah biasa kita kenal yaitu laras pelog dan laras slendro, slendro memiliki tangga nada antara lain 1(ji), 2(ro), 3(lu), 5(mo), 6(nem), 1 (ji), dan tangga nada pelog antara lain 1(ji), 2(ro), 3(lu), mo(5), nem(6), 7(pi). namun yang populer dan berkembang di kalangan masyarakat Banyumas adalah laras slendro, dan lagu – lagu yang sering dinyanyikan dengan iringan Calung Banyumasan ini merupakan lagu yang memiliki laras slendro. Kunci ritme dari alat musik ini ditentukan oleh kenong dan gong sebul, terkadang dalam tampilannya Calung Banyumasan juga menggunakan gendang atau kendang untuk melengkapi dan memperindah sajian lagu yang akan ditampilkan dan disajikan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Masing – masing instrumen memiliki perannya di dalam penyajian musik Calung Banyumasan, seperti gambang barung yang berperan di dalam mebuat melodi, gambang penerus sebagai penghias gending, dan sebagainya. Begitupun dengan kehidupan masyarakat Banyumas, mereka memiliki perannya masing – masing di dalam menjalin kehidupan bersama di masyarakat, orang Banyumas juga terkenal dengan gaya hidup yang cablaka, yang memiliki arti bahwa mereka hidup apa adanya, tidak dibuat buat ataupun palsu, mudah akrab dengan orang lain dan senang bergotong royong. Masyarakat Banyumas juga sangat menjunjung tinggi kebudayaan yang mereka miliki, baik dari kesenian tari, musik dan segala tradisi yang mereka punya.

Calung Banyumasan juga sering ditampilkan dalam acara – acara besar seperti penyambutan tamu dari luar daerah atau luar kota, ataupun acara – acara di pemerintahan Kabupaten Banyumas. Calung juga dijadikan sebagai ekstrakurikuler di berbagai sekolah, seperti contohnya di SMA N Negeri 1 Purwokerto, di sana calung dijadikan sebagai kesenian yang juga dipelajari oleh murid – murid, dan bahkan calung juga berkolabolarsi dengan kegiatan pramuka, yang di mana saat ada acara kepramukaan atau lomba, kesenian calung juga ditampilkan di sana bersamaan dengan tampilan drama komedi yang biasa disebut dengan guyon maton, hal ini menunjukan bahwa sudah ada usaha dari beberapa pihak untuk melestarikan kebudayaan kesenian Calung Banyumasan ini supaya tidak mati dan terus berkembang dari generasi ke generasi.

Calung Banyumasan juga dipentaskan di berbagai event yang berkaitan dengan pariwisata, calung juga digunakan oleh para seniman jalanan Banyumas yang bertujuan untuk menghibur wisatawan Banyumas, contohnya adalah di lokawisata Baturaden, di sana banyak sekali sekelompok seniman musik yang memainkan lagu – lagu tradisional maupun lagu zaman sekarang yang diiringi oleh alunan calung. Wisatawan cenderung langsung tertarik dan mencari sumber suara apabila mendengar alunan musik calung dari dalam lokawisata Baturaden, wisatawan juga akan merasakan sensasi berlibur yang lebih asik apabila dikala mereka berjalan – jalan di sekitar lokawisata Baturaden dengan diiringi alunan musik dari Calung Banyumasan.

Hasil gambar untuk pengamen calung baturaden

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=zBqkG2s9U5U

Kesenian Calung Banyumasan perlu dilestarikan karena seiring dengan perkembangan zaman yang ada, kesenian ini sudah mulai dilupakan dan sudah banyak orang yang tidak mengetahuinya, hal ini sangatlah disayangkan, karena dengan kita melestarikan budaya dan kesenian yang ada, maka kesenian tersebut akan abadi dan tidak luntur dan akan terus menjadi ikon dan keistimewaan yang dimiliki oleh masyarakat Banyumas sendiri, tentunya hal ini sangatlah menguntungkan bagi masyarakat lokal sendiri, karena dengan memiliki kekhasan dan keunikan  budaya maka daerah atau tempat yang mereka tinggali akan semakin dikenal banyak orang dan menjadi contoh dan inspirasi bagi orang ataupun wisatawan yang datang ke tempat tersebut.

 

 sumber: encyclopedia.jakarta-tourism.go.id

Ikuti tulisan menarik Thomas DP lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler