Soto Sutri, Ikon Legenda Kuliner Soto di Sokaraja - Travel - www.indonesiana.id
x

Thomas DP

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 14 Desember 2019

Selasa, 15 Juni 2021 06:40 WIB

  • Travel
  • Topik Utama
  • Soto Sutri, Ikon Legenda Kuliner Soto di Sokaraja

    Artikel ini merupakan artikel perjalanan kuliner yang berlokasi di Sokaraja dengan obyek makanan Soto Sokaraja yang memiliki cita rasa khas yang berbeda dari soto lainnya yaitu sambal kacang dan juga dengan ketupat.

    Dibaca : 1.221 kali

    Berbicara tentang Kabupaten Banyumas, sebagian orang akan menyebutkan Baturaden yang merupakan tempat wisata andalan dan juga mendoan atau gethuk sebagai makanan khas yang menjadi salah satu pilihan para wisatawan dan juga pendatang untuk menjadi oleh-oleh. Kawasan yang cukup terkenal dengan gethuk gorengnya adalah kawasan Kecamatan Sokaraja. Namun, ada salah satu pesona kuliner yang biasanya terlewatkan ketika berkunjung ke Sokaraja, yaitu sotonya.

    Berbicara tentang Kabupaten Banyumas, sebagian orang akan menyebutkan Baturaden yang merupakan tempat wisata andalan dan juga mendoan atau gethuk sebagai makanan khas yang menjadi salah satu pilihan para wisatawan dan juga pendatang untuk menjadi oleh-oleh. Kawasan yang cukup terkenal dengan gethuk gorengnya adalah kawasan Kecamatan Sokaraja. Namun, ada salah satu pesona kuliner yang biasanya terlewatkan ketika berkunjung ke Sokaraja, yaitu sotonya.

    Siapa yang tidak mengenal Soto? Soto merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang memiliki bahan utama yaitu sayuran yang dipadukan dengan  kaldu dari daging sapi atau ayam, biasanya dapat ditambah dengan nasi atau pelengkap lainnya. Salah satu soto yang termasuk unik di Indonesia khususnya Jawa Tengah adalah soto yang berasal dari daerah Banyumas, tepatnya di Kecamatan Sokaraja. Julukan dari soto asal sokaraja ini adalah Sroto Sokaraja. 

    Salah satu kedai sroto yang terkenal di Sokaraja adalah Soto Sutri. Soto Sutri sudah berdiri sejak 1984. Dinamakan Soto Sutri dikarenakan pemilik dari warung soto ini bernama Ibu Sutriyah. Soto Sutri buka pada pukul 09.00 sampai dengan habis. Soto Sutri terletak di Jl. Pramuka tepatnya di daerah Sokaraja Kulon. Tidak heran ketika soto di sini cepat habis karena pengunjung yang datang tidak berhenti setiap harinya, bahkan saat pukul 09.00 pun tempat ini sudah cukup ramai oleh pengunjung yang menjadikan soto ini sebagai menu sarapan.

    Saya berkunjung ke sana pada pukul 10 pagi, saat itu situasi di Soto Sutri sudah cukup ramai, ada beberapa rombongan pesepeda yang sedang menikmati hidangan soto bersama. Sembari saya menikmati Soto Sutri tersebut, banyak pengunjung yang datang silih berganti untuk makan di sana. Soto Sutri ini terbilang berlokasi di tempat yang cukup sulit karena tidak terletak di pinggir jalan raya melainkan di dalam gang yang cukup sempit. Soto Sutri ini telah menjadi primadona bagi wisatawan dan juga pendatang yang ingin mencicipi cita rasa dari soto khas Sokaraja ini. Citarasa yang khas membuat tempat ini selalu ramai dengan pengunjung.

    Citarasa kuah kaldu daging sapi yang kental dan juga gurih membuat orang ketagihan ketika pertama kali menyantap soto ini. Dilengkapi dengan irisan daging yang tebal dan cukup banyak membuat setiap suapan menjadi lengkap dan memuaskan. Selain itu, isian yang beragam antara lain kecambah, kerupuk, dan juga daun bawang membuat lidah kita tidak bosan ketika menikmati soto ini. Uniknya, ketika di daerah lain banyak soto yang menggunakan sumber karbohidratnya adalah nasi, Sroto Sokaraja ini menggunakan ketupat sebagai sumber karbohidratnya. 

    Yang menjadi berbeda dengan soto dari daerah lain, soto khas Sokaraja ini menggunakan sambal yang berbahan dasar utama kacang tanah. Tidak terbayang bukan? Orang-orang dari daerah lain pun pernah terheran-heran mengapa  berbentuk seperti “gado-gado berkuah” karena biasanya kuah soto nampak jernih dan cenderung encer dan tidak kental, namun ketika telah mencicipi rasa dari sroto, mereka merasakan citarasa yang sungguh unik dan ingin mencobanya lagi. Sambal dari sroto ini terbuat dari kacang dan bumbu-bumbu pelengkap seperti bawang putih, bawang merah dan juga cabai untuk menambahkan citarasa gurih dan pedas.

    Sungguh banyak keunikan dan perbedaan dari soto khas Sokaraja ini, keunikan lainnya adalah kerupuk yang telah ikut disajikan bersama soto, dengan kata lain kerupuk yang digunakan sudah terendam oleh kuah dan menyatu dengan isian dari soto tersebut. Selain daging sapi, terkadang potongan ayam dan juga jeroan seperti babat juga menjadi topping dari Sroto Sokaraja ini. Namun, istimewanya walaupun menggunakan jeroan dan daging sapi, aroma dari daging sapi atau jeroan tidak menyengat dan justru menambah kenikmatan dari soto ini.

    Sudah tidak mengherankan jika di warung soto terdapat makanan pelengkap yang sudah tersaji di atas meja yang tentunya digunakan sebagai pelengkap untuk makan soto tersebut. Sroto Sokaraja memiliki makanan pelengkap yang paling populer dan jarang ditemui adalah mireng dan juga klanting. Biasanya klanting digunakan sebagai pelengkap dari makanan bakso, namun di Sokaraja klanting dijadikan makanan pelengkap untuk makan soto.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.