Taman Saga Edukasi Agrowisata, Hidden Gems di Gandatapa, Sumbang, Kabupaten Banyumas - Travel - www.indonesiana.id
x

Thomas DP

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 14 Desember 2019

Selasa, 15 Juni 2021 12:49 WIB

  • Travel
  • Topik Utama
  • Taman Saga Edukasi Agrowisata, Hidden Gems di Gandatapa, Sumbang, Kabupaten Banyumas


    Dibaca : 1.451 kali

    Beberapa minggu yang lalu saya pergi mengunjungi salah satu hidden gems yang berada di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Hidden Gems yang dimaksud adalah salah satu destinasi wisata yang berbasis agrotourism yaitu Taman Agrowisata Saga yang letaknya berada di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Taman Agrowisata Saga ini merupakan sebuah tempat tersembunyi yang menyimpan atraksi yang unik dan juga menarik, namun jarang diketahui oleh beberapa orang karena berlokasi cukup jauh dari pusat kota.

    Di saat saya dalam situasi penat, pada 17 Mei 2021 saya menempuh perjalanan sekitar 10 km dari pusat kota Purwokerto menuju Taman Saga Agrowisata. Saya mendengar tempat ini dari laman internet, selain karena ingin berwisata saya juga ingin mencari beberapa informasi untuk tugas akhir yang sedang saya kerjakan. Namun, perjalanan yang saya tempuh tidak terasa begitu lelah karena disuguhkan hamparan pemandangan sawah dan udara yang segar selama di perjalanan. Saya sempat ragu dengan jalan yang saya tempuh karena sama sekali tidak ada, namun dengan rasa yakin saya terus menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor menuju tempat tersebut.  Akses yang ditempuh untuk ke tempat tersebut adalah melalui jalan raya Banteran, Sumbang.

    Suasana yang cukup sepi menyambut kehadiran saya di tempat itu, saya bertemu dengan beberapa orang di sana yang sedang duduk bercengkrama di cafe yang juga berlokasi di Taman Saga tersebut. “Saya bersama teman-teman saya yang membangun tempat ini”, tutur bapak Sugi selaku pengelola dari Taman Agrowisata Saga saat saya bertanya mengenai sejarah berdirinya atraksi agrowisata di tempat ini.

    Pada awalnya destinasi ini hanya sebuah lahan milik desa terbengkalai yang tidak difungsikan. Dengan inisiatif Bapak Sugi dan teman-temannya, mereka berpikir untuk membangun sebuah destinasi agrowisata, selain karena iklim cuaca yang mendukung, cuaca yang tidak terlalu panas dan juga sejuk karena letaknya yang berada di sekitar kawasan menuju lereng Gunung Slamet membuat kegiatan saya di sana menjadi lebih menyenangkan, komoditas yang dimiliki oleh mereka juga sangatlah mumpuni. Petrokimia pun sudah menjadi salah satu mitra untuk pemasok pupuk dan obat-obatan yang dibutuhkan oleh tanaman di sana.

    Hamparan perkebunan sayur seluas sekitar 140m menjadi atraksi utama Taman Agrowisata Saga ini. Saya menemukan banyak jenis tumbuhan khususnya sayuran. Salah satu jenis komoditas yang unik adalah labu madu. Selain hamparan kebun sayur, spot-spot foto yang menarik juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang ke sana. Dengan kreativitas para pemuda di daerah tersebut, mereka menyulap taman agrowisata saga menjadi tempat instagramable. Saya yakin dengan hal ini para wisatawan dapat mengabadikan momen bersama keluarga atau teman dengan arena swafoto yang menarik dan juga unik.

    Ketika saya di sana,  saya melihat beberapa anak-anak dari sekolah dasar yang sedang membuat video untuk perlombaan pramuka. Bapak Sugi menjelaskan bahwa anak-anak tersebut adalah murid-muridnya yang memanfaatkan visual yang cantik untuk supaya video yang mereka buat akan lebih menarik dan juga menyenangkan. 

    “Tempat ini juga sering menjadi tempat bersinggah para anak muda di sekitar sini,” ucap bapak Sugi. Hal ini lah yang membuat saya tertarik mengunjungi destinasi ini dalam waktu yang cukup lama, karena selain menyajikan hamparan perkebunan untuk agrowisata, tempat ini juga menyajikan cafe kekinian untuk bersantai dam menikmati makanan dan minuman sembari melihat pemandangan hamparan perkebunan yang indah dan menikmati sejuknya udara di sana.

    Saya sedikit terkejut dengan cafe kekinian ini karena menu makanannya yang tidak kalah keren dengan menu makanan di cafe atau restoran, di cafe ini menyediakan aneka menu masa kini seperti teh leci, matcha, french fries, thai tea dan sebagainya, namun, cafe ini juga menyediakan aneka makanan tradisional seperti wedang uwuh, tempe mendoan, kopi hitam dan juga soto. Salah satu hal yang istimewa adalah pengelolaan dari destinasi Taman Saga ini melibatkan masyarakat lokal, hal ini tentu berdampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.

    Jadi, tidak heran jika tempat ini dikatakan sebagai hidden gems  yang berada di Kecamatan Sumbang tepatnya di Desa Gandatapa. Setelah hari mulai sore, saya memutuskan untuk kembali pulang ke Purwokerto dan kembali melewati perjalanan yang cukup menenangkan hati dengan suguhan pemandangan alam yang sangat indah. 



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.