TERUNGKAP Sebelum Dibunuh, Hakim Jamaluddin Ingin Ceraikan Isterinya - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Kasus pembunuhan hakim Jamaluddin

Anung Suharyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 14 Oktober 2019

Rabu, 18 Desember 2019 08:06 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • TERUNGKAP Sebelum Dibunuh, Hakim Jamaluddin Ingin Ceraikan Isterinya

    Dibaca : 15.648 kali

    Kasus pembunuhan hakim Jamaluddin semakin tersibak. Tribun Medan  mengungkap lagi misteri di balik  tragedi  hakim PN Medan ini, dengan mewawancarai seorang pengacara wanita yang menjadi salah satu saksi kunci.

    Jamaluddin, 55 tahun,   ditemukan  tewas di dalam mobil yang terperosok di jurang kebun sawit, 29 November 2019. Lokasi penemuan mayat korban itu berada  di Desa Suka Dame, Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.

    Polisi setempat menerima laporan warga sekitar pukul 13.30. Tubuh korban tengkurap di sela kursi tengah dan depan di  dalam mobil pribadinya Toyota Land Cruiser Prado.

    Sejauh ini polisi belum menetapkan tersangka pelaku pembunuhan.  Hanya, kesaksian pengacara  Maimunah (bukan nama sebenarnya)  yang diwawancarai Tribun Medan mengungkap bahwa beberapa hari sebelum dibunuh,  korban ingin cerai.

    Jamaluddin sudah  enggak sanggup
    Advokat  Maimunah (nama samaran)  membeberkan rencana Jamaluddin itu saat diperiksa oleh kepolisian, 16  Desember 2019.  Ia mengaku bahwa  hakim Jamaluddin sudah meminta dirinya untuk  mengurus kasus perceraiannya dengan sang istri, Zuraida Hanum, di Pengadilan Agama Medan.

    "Awalnya kami itu bertemu karena saya sedang mengurus perkara di Agustus 2019 lalu, jadi di situ pertama kenal. Baru setelah itu dia curhat kalau ada niatan mau cerai," jelas Maimunah saat ditemui Tribun-Medan.com, Selasa, 17 Desember 2019.  

    Menurut dia, hakim Jamaluddin telah menyampaikan niatan cerai tersebut kepada istrinya, Zuraida Hanum pada bulan September.  Nah, Jamaluddin  kemudian bercerita lagi ke kuasa hukumnya ini bahwa Zuraida nggak mau harta tersebut dibagikan sama anak-anak dari istri  Jamaluddin yang pertama.

    Selanjutnya: dua bulan...


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.