Perempuan Sebagai Aset dan Terlihat Asik - Analisis - www.indonesiana.id
x

Gambar ini diambi dari puncak gunung lawu Jawa Tengah

Alhemo Nawir Chanel

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 Desember 2019

Jumat, 10 Januari 2020 06:23 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Perempuan Sebagai Aset dan Terlihat Asik

    Perempuan adalah sosok yang sempurna, sosok yang indah dimata tuhan. Perempuan harus multi aktif dan multi fungsi.

    Dibaca : 3.301 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Perempuan adalah mahluk yang diciptakan oleh Tuhan dengan konsep yang berbeda, sosok mahluk yang sepurna, sosok yang lemah lembut, sehingga berbeda secara biologis dengan laki-laki. Perempuan mempunyai peran penting dalam beradaban manusia, apa jadinya ketika kehidupan ini tidak ada sosok perempuan? Maka laki-laki tidak ada artinya dalam menjalankan kehidupan diatas muka Bumi ini.

    Kenapa perempuan itu dikatakan sebagai aset?

    Kita berbicara tentang aset adalah sesuatu yang mempunyai nilai, harga. Perempuan mempunyai nilai jual yang tinggi dalam ruang lingkup sosial masyarakat, yakni perempuan harus memiliki keahlian yang bersifat inovatif, intelektual yang tinggi, kesadaran akan bermasyarakat, meliputi sosial,  politik dan ekonomi. Prioritas nya hanya pada kegiatan yang bermakna. Stigma perempuan dapat diukur sejauh mana dia menyempatkan diri pada suatu yang bersifat produktif, bukan sebaliknya bersifat konsumtif. Peran penting itu dipoles sebagai pondasi bagaimana jati diri keperempuanan dapat berdiri kokoh,  tahan terhadap pengaruh yang bersifat tidak baik dari luar maupun dari dalam.

    Mana yang lebih dominan perempuan dikatakan sebagai aset dan ketimbang dikatakan asik?

    Perlu kita menelaah persoalan diatas bahwa perempuan dikatakan aset, dan malah sebaliknya perempuan bisa dikatakan lebih dominan pada sesuatu yang asik. Cara pandang seorang laki-laki tidak lepas pada sifat yang mempunyai nilai lebih, tertarik pada sesuatu yang bersifat asik ketimbang aset.

    Persoalan ini sering terjadi di kalangan media sosial bahwa perempuan dijadikan aset iklan perusahaan kecantikan, dengan nilai jual yang sangat mahal. Kemudian perempuan dijadikan sebagai model dalam pesta olahraga balapan maupun gulat, dengan penampilan yang tidak  senonoh. mereka jalan lenggang-lenggok di atas ring dengan menampakan aurat yang tidak bagus dipandang diruang publik, hanya ingin mencari eksistensi hiburan semata, bahwa para kaum-kaum pembisnis menganggap mereka sebagai aset,  terkadang para penonton pula  memadang  asik.

    Lantas bagaimana mengembalikan jati diri seorang perempuan agar terlihat asik pada konteks yang berfaedah? Yakni, bahwa perempuan bukan semata-mata hanya dipandang sebelah mata, tapi memposisikan  perempuan pada sesuatu yang bersifat kesetaraan gender ( feminism) bahwa perempuan harus multifungsi, maupun multiaktif. Laki-laki menempuh pendidikan, perempuan juga menempuh pendidikan, dan sebagainya. Kita harus melihat kembali sejarah membuktikan bahwa cara menempatkan posisi perempuan, pada jaman romawi kuno perempuan dianggap sebagai budak,  yang hanya anggap sebagai pelayan dan pelampiasan nafsu para laki-laki pada masa itu. Kemudian pada masa peradaban Islam perempuan dianggap sebagai sosok yang luar biasa.

    Bahwa islam memandang perempuan sebagai aset dunia dan akhirat pada konteks yang berfaedah. Islam memposisikan wanita pada puncak keistimewaan, menghargai, baik bersifat batiniah maupun sifat rohaniah.

    Kita bisa mengambil hikmah dari kisah manusia pertama yaitu Nabi Adam AS. Tuhan mengisaratkan kepada Nabi Adam AS untuk menghargai Hawa selaku pendamping hidup selama dia hidup disurga sampai diusir oleh Tuhan dari surga dan kemudian dibuang didunia. Lantas  eksistensi keperempuanan Hawa terlihat asik dimata Adam.  Sampai-sampai Adam terjebak dengan tipuan iblis pada waktu itu, melalui pohon yang terlarang itu.  

    Seraya Hawa berkata: "Lihatlah pohon ini, alangkah harum bauhnya, nikmat rasa nya dan indah warna nya." Maka Hawa mengbil buah itu dan memakannya. 

    Lalu Hawa membawanya kepada Adam dan berkata, "Lihatlah pohon ini! Alangkah harum bauhnya, nikmat rasa nya, dan indah warnanya."  Adam memakan buahnya. Maka tersingkatlah urat-urat mereka. Lalu Tuhan melaknat mereka untuk tidak tinggal lagi di surga. (Tafsir at-Tabari juz 1)

    Dari kisah diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa perempuan lebih dominan menganggap diri terlalu asik, maka memberi efek berpengaruh pada pola pikir laki-laki. Filosofis memang merujuk pada kata asik, asik untuk dicintai,  asik sebagai teman hidup (berkeluarga). Bukan semata-mata bersifat iseng-iseng, karena sejatinya perempuan dicintai bukan dihianati. Laki-laki harus belajar menghargai, merawat aset (perempuan) itu sebagai jaminan kebahagiaan masa depan.

    Cara kita merawat aset itu dapat memberikan keuntungan dan nilai lebih, sehingga tidak merugikan, mempunyai nilai jual yang tinggi, bukan hanya sebagai seken yang hanya di obral dipasar mingguan. Perlu kita sebagai Laki-laki mempunyai peran penting untuk merawat itu, sehingga perempuan bukan hanya dipandang sebelah mata, perempuan mempunyai semangat pejuang, semangat yang semata-mata tidak membutuhkan imbalan. Sosok yang terlihat asik, sosok yang rela berkorban, sosok yang berjasa untuk Anak-anak nya kelak. Dia dilahirkan dan akan melahirkan, perempuan adalah sosok pejuang sejati dimata anak-anak nya dan suaminya.

    Bahwa Al-qur’an memuliakan perempuan, Allah SWT berfirman, “Dan jika kalian khuatir tidak akan dapat berlaku adil terhadap hak-hak perempuan yatim (bila mana kalian menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita lain yang kalian senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kalian khuatir tidak dapat berlaku adil maka nikahilah seorang wanita sahaja atau budak-budak perempuan yang kalian miliki. Yang demikian itu lebih dekat untuk kalian dan tidak berlaku aniaya.” [Surah An-Nisa: 3].

    Allah menyuruh kita untuk berlaku adil terhadap hak-hak perempuan, dengan cara menikahi, menafkahi lahir dan bathin. Bagaimana seorang laki-laki itu menghargai perempuan agar asik dan indah di mata tuhan.

    Tulisan ini  hanya sebagai cara padang saya pribadi, bagaimana merawat perempuan sebagai aset, bahwa perempuan harus diistemewakan.

     

     

    Ikuti tulisan menarik Alhemo Nawir Chanel lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.