Optimalkan Percepatan Tanam Babinsa Koramil 0815/04 Puri Bantu Warga Tanam Padi - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Babinsa Koramil 0815/04 Puri Kopda Rahadi Santoso saat pendampingan tanam padi di Desa Brayung Kec. Puri Kab. Mojokerto

Anan Alkarawangi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 15 Januari 2020 13:40 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Optimalkan Percepatan Tanam Babinsa Koramil 0815/04 Puri Bantu Warga Tanam Padi

    Dibaca : 923 kali

    Mojokerto, - Guna memaksimalkan percepatan tanam di wilayah, Koramil 0815/04 Puri Kodim 0815/Mojokerto mengerahkan para Babinsa untuk melaksanakan pendampingan pertanian di desa binaan masing-masing.

    Salah satunya Babinsa Brayung Kopda Rahadi Santoso yang mendampingi sekaligus membantu warga tanam padi di Desa Brayung, Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (15/1/2020).

    Dikatakan Kopda Rahadi Santoso, tanam padi di lahan seluas 2,6 hektar, milik Yoyok, anggota Poktan Sari Mulyo-1, sudah berlangsung sejak Selasa (14/1) kemarin yang diawali dengan cabut benih siap tanam (ndawut). 

    “Di lokasi ini tanam padi varietas Ciherang dilakukan secara manual dengan memanfaatkan buruh tani dari desa sekitar,” imbuhnya.

    Pantauan di lapangan tampak Babinsa turun langsung ke sawah bersama-sama dengan petani melakukan cabut benih siap tanam dilanjutkan dengan tandur.  Terlihat keakraban antara Babinsa dan para petani, bahkan saat beraktivitas diselingi dengan senda gurau.

    Dukung Percepatan Tanam Koramil 0815/04 Puri Bantu Warga Tanam Padi 

    Sementara itu Danramil 0815/04 Puri Kapten Arh Supriyono, saat dikonfirmasi menuturkan, aktivitas pendampingan yang dilakukan para Babinsa merupakan bagian dari upaya khsusus ketahanan pangan di wilayah.

    “Pendampingan ini merupakan upaya Koramil Puri (TNI/TNI AD) dalam mendukung dan mensukseskan percepatan tanam guna pencapaian swasembada pangan di wilayah Puri,” tutur dia.   


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.085 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).