UNAIR dan IIT Delhi Jalin Kerja Sama Pendidikan - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Kampus Unair

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 November 2019

Rabu, 15 Januari 2020 17:31 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • UNAIR dan IIT Delhi Jalin Kerja Sama Pendidikan

    Dibaca : 560 kali

    Universitas Airlangga (UNAIR) menjalin kerja sama dengan Indian Institute of Technology Delhi (IIT Delhi), salah satu universitas ternama yang ada di Asia. Kerja sama ini dalam rangka UNAIR menuju 500 World Class University (WCU) sekaligus sebagai persiapan membuka Sekolah Teknologi Maju dan Multidisiplin.

    Kerja dilakukan di bidang join research, student mobility dan pertukaran mahasiswa PhD dan profesor. Pertemuan keduanya diadakan di Ruang Rapat Rektor Lt. 4, Kantor Managemen UNAIR, Kampus C, Kamis (9/1/2020).

    IIT Delhi sendiri adalah institut teknologi dan riset yang berada di New Delhi, India. Institusi ini berada di posisi 4 dunia dalam pengembangan unicorn startup dan menduduki posisi 172 dalam WCU. Institusi yang dijuluki "MIT India" ini juga telah bekerja sama dengan berbagai universitas ternama di Eropa.

    Dalam pertemuan tersebut hadir Wakil Rektor I Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si, beserta jajaran pimpinan, Nomesh Bhojkumar Bolia selaku National Coordinator for ASEAN PhD Fellowship Programme for ASEAN Students to study at IITs didampingi oleh Prof. Sunil Kumar Khare selaku Professor of Biochemistry and Institute Chair Profesor dan Ankush Agrawal selaku assistant professor di Institute of Economic Growth Delhi.

    Hal ini disambut baik oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si. Ia menyambut kerja sama tersebut dengan penuh rasa percaya diri karena adanya hubungan bilateral yang baik antara Indonesia dengan India dari waktu ke waktu.

    Prof. Nyoman menekankan bahwa tidak hanya kerja sama dalam pengembangan 5 prodi baru saja yang akan mereka jalin, namun juga adanya kolaborasi antara academic community seperti kesehatan masyarakat dan keperawatan.

    Kerja sama tersebut juga diharapkan bisa terlaksana dalam bidang dental, salah satu bidang yang sedang dikembangkan IIT Delhi dengan mengembangkan teknologi dental menggunakan nanoteknologi.

    “Jadi kami juga menginginkan mahasiswa exchange tidak hanya belajar di kelas namun juga belajar bersama masyarakat dengan program kebudayaan kami,” kata Prof. Nyoman.

    Sementara itu, perwakilan dari IIT Delhi, Nomesh Bhojkumar Bolia menyampaikan bahwa kerja sama tersebut memiliki potensi yang sangat besar. Ia juga berharap bahwa kedepannya UNAIR akan mendatangkan mahasiswanya untuk mengenyam ilmu di IIT Delhi.

    Selain itu, ia juga berharap bahwa kerja samanya dengan UNAIR bisa memperluas kerja sama IIT Delhi di Asia Tenggara.

    “Kami telah menjalani meeting yang sangat baik dan potensi kerja sama UNAIR tentu sangat besar dikarenakan fokus studi yang akan dikembangkan di prodi-prodi baru UNAIR juga sama dengan fokus studi kami juga,” pungkasnya.

    “Kerja sama ini akan dilaksanakan berupa joint research, student mobility, dan pertukaran mahasiswa PhD dan profesor,” ungkap Nomesh.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.



    Oleh: Admin

    2 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 617 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).













    Oleh: Admin

    2 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 617 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).