Artis OKB dan Sinetron Orang Miskin Baru (OMB) di Tengah Corona - Analisa - www.indonesiana.id
x

OKB

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Minggu, 22 Maret 2020 07:26 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Artis OKB dan Sinetron Orang Miskin Baru (OMB) di Tengah Corona

    Dibaca : 914 kali

    Gaya hidup artis Indonesia dan hadirnya tayangan sinetron Orang Miskin Baru (OMB) di tengah wabah corona, harusnya dapat dijadikan momentum untuk kita semua mawas diri dan dapat bersosialisasi dengan situasi dan kondisi.

    Atas wabah virus corona, kini segenap rakyat Indonesia dan dunia bertarung mengindari, mencegah, dan mengobati, dan sebagain rakyat Indonesia khususnya yang hidup dari usaha sektor informal berjuang untuk bagaimana tetap dapat makan, pun terhindar dari terpapar virus mematikan ini karena pemerintah menganjurkan untuk semua warga berdiam diri di rumah.

    Namun, ternyata pemerintah masih tak memerhatikan berita dan tayangan tentang artis kita yang tetap penuh dengan pamer gaya hidup ala borjuis. Malah, tayangan gaya sok kaya para artis ini, selain menjadi konsumi media massa dan televisi demi menaikkan oplah penjualan dan rating penonton, justru dijadikan lahan mencari untung mereka di chanel youtube dan medsos mereka. 

    Mereka begitu enteng dan tak berperasaan, membagikan deretan kehidupan pribadi yang penuh kemewahan dan bergelimang harta tanpa berpikir bahwa sebagian besar rakyat Indonesia, hingga kini, bekerja sekadar untuk makan hari ini saja susah. 

    Lebih dari itu, kebanyakan artis-artis yang sering hilir mudik jadi sasaran tayangan media massa dan televisi, sejatinya juga tak berpendidikan tinggi, karenanya mereka hampir mustahil dapat mengendalikan kecerdasan emosionalnya dengan mawas diri dan melihat masyarakat sekitarnya. 

    Mumpung pamor masih di atas, hajar terus apa yang mereka mau agar job terus mengalir dan chanel youtubenya pun menghasilkan rupiah. 

    Berbanding terbalik dengan artis yang karena kepiawaiannya, kualitasnya, dan pendidikannya, hingga kini membuat mereka tetap bertahan diblantika hiburan tanah air, tetap kaya harta pun kaya hati. 

    Seiring dengan waktu, banyak pula artis karbitan yang miskin kecerdasan, miskin hati, namun kemaruk harta. Saya menyebutnya, inilah golongan artis-artis tengil menyebalkan dalam sikap dan perilaku di Indonesia yang terus dininabobokan oleh media massa dan televisi, bahkan di saat virus Corona menyerang saja, mereka tetap cengengesan pamer harta dan kemewahan. 

    Hingga ada kehidupan pribadi artis yang malah dijadikan tayangan khusus, meski materinya, layaknya hanya bisa dikonsumsi oleh sebagian kecil masyarakat.

    Momentumnya sangat tidak pas, tak berperasaan, seolah dunia hanya milik mereka. Terus unjuk harta, kekayaan, kemewahan, pelesiran agar disebut artis kaya Indonesia. 

    Padahal jika dibandingkan dengan artis-artis papan atas dunia, banyak dari mereka yang lebih kaya dengan artis tanah air namun tetap memiliki gaya hidup yang sederhana. 

    Bedanya, artis papan atas dunia, memiliki bekal kecerdasan intelegensi, kecerdasan emosional, hingga menyadari bagaimana berperilaku dalam kehidupan sosial, yang tetap sama dengan masyarakat lain. 

    Karenanya mereka sadar, yang membikin mereka menjadi artis papan atas adalah penggemar dan masyarakat. 

    Bila pada akhirnya sangat sering kita jumpai komentar netizen di berbagai media massa dan medsos tentang perilaku artis Indonesia yang menyebut sebagai orang kaya baru (OKB) menjadi tidak salah, sebab perilaku tengil mereka memang OKB. 

    Dalam brilio.net yang tayang pada 7 September 2016, empat tahun yang lalu, artikelnya ternyata merangkum ada 7 artis Indonesia paling demen pamer kekayaannya di media sosial. Siapa 7 artis itu? 

    Saya tidak akan mengungkapnya. Sebab, masyarakat Indonesia yakin dapat menebak siapa 7 artis yang OKB itu. Selain brilio.net, juga banyak media yang membicarakan gaya artis Indonesia yang OKB. 

    Berbeda dengan brilio.net, ternyata media bombastis.com pada 5 Desember 2017, menyoroti 5 artis tajir Indonesia yang gayanya bak rakyat jelata di medsos. 

    Nah, bagaimana di tahun 2018, 2019, dan kini di tahun 2020 bertepatan dengan hadirnya wabah virus corona? Ternyata, artis OKB masih lebih mendominasi. 

    Terlebih sekarang mereka dapat menayangkan kehidupan pribadinya sebagai "jualan" yang mengalirkan rupiah ke kantong pribadinya di chanel youtube, tanpa perlu dikontrak atau mendapat job di stasiun televisi atau tayangan off air. 

    Sejurus dengan kehidupan artis Indonesia yang tengil gaya OKB pun ada yang tetap gaya jelata meski tajir, maka Sinetron Orang Miskin Baru (OMB) RCTI dan Pura-pura Kaya (PPK) SCTV pun tayang seolah hadir bukan saja untuk memberikan edukasi pesan moral kepada masyarakat tentang kehidupan miskin dan kaya, namun sejatinya dapat menohok pada para pribadi artis yang sok kaya dan pura-pura dan bergaya kaya atau suka sekali pamer kekayaan. 

    Khusus untuk sinetron OMB di RCTI besutan Sutradara IIP S. Hanan ini, yang tayang perdana 13 Maret 2020 setiap pukul 17.00 (Senin-Minggu), sejatinya dapat menjadikan masyarakat umumnya dan para artis khususnya, menyadari bahwa hidup bagai roda berputar. 

    Ada saatnya di bawah, ada saatnya di atas, begitu berputar seterusnya. Maka, edukasi dan pesan moral dalam OMB yang tayang bersamaan dengan kehadiran wabah corona, minimal dapat dijadikan pembelajaran dan mawas diri, kita semua, sebab kisah yang diangkat adalah kehidupan nyata yang bisa terjadi pada siapa saja. 

    Marilah tetap menjadi manusia yang rendah hati, mawas diri, tahu diri, melihat situasi dan kondisi. Lebih dari itu, jadilah insan yang cerdas emosi dan kaya hati. Hidup tidak bisa sendiri, butuh simpati dan empati, dan dapat menempatkan diri di waktu dan saat yang tepat, karena semua rakyat  kini sedang berperang melawan corona, dan khususnya masyarakat yang usahanya sektor informal, terus berjuang untuk tetap dapat makan hari ini. 


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.








    Oleh: Salsabila Zulfani

    2 hari lalu

    Covid-19, Membuat Tugas Auditor Menjadi Sulit?

    Dibaca : 129 kali

    Covid 19 adalah virus yang menyerang sisem pernapasan. Virus corona dapat menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru berat hingga kematian. Pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Hampir setiap hari ribuan bahkan ratusan korban infeksi virus corona meregang nyawa. Perekonomian negara terganggu bahkan banyak perusahaan yang harus mengurangi pegawai supaya tidak bangkrut. Dampak Covid 19 ini memang cukup banyak bagi negara terdampak. Lalu bagaimana dengan negara Indonesia?. Indonesia sudah berusaha sedemikian rupa untuk mencegah penularan virus Covid 19 ini,hingga pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ). Bekerja dan belajar dari rumah, hal ini mungkin tidak terlalu sulit sebab teknologi yang semakin canggih di masa sekarang ini. Lalu bagaimana dengan profesi yang harus bekerja turun lapang atau outdoor? Auditor misalnya?. Auditor harus menyambangi perusahaan klien sehingga dapat dengan mudah mengamati sistem pada perusahaan klien. Mengamati bagaimana SOP atau bagan alur setiap kegiatan perusahaan, seperti penjualan, pembelian dan aliran kasnya. Bagaimana auditor harus bekerja dari jarak jauh?. Strategi bagi auditor yang harus bekerja jarak jauh meliputi perencanaan audit, pemeriksaan/pengkajian dokumen, kerja lapangan/melakukan pengamatan, wawancara terhadap pihak yang terkait, dan pertemuan penutupan. Berikut penjelasan singkatnya. Perencanaan Perencanaan audit merupakan hal yang sangat penting di setiap pengauditan. Namun hal ini akan sulit jika pihak klien ada di lokasi yang jauh ataupun sulit terjangkau ( terpencil ). Sementara tahap perencanaan audit ini harus dibahas dengan klien. Informasi yang dapat dibahas dalam tahap ini adalah ruang lingkup perusahaan serta perncanaan jadwal kapan kegiatan audit akan di mulai, tak lupa memberi informasi kepada klien mengenai keterbatasan perihal proses kegiatan audit jarak jauh ini. Serta info apa saja yang akan dibagikan dan dengan tunjangan media atau teknologi apa yang digunakan. Berdasarkan kebutuhan diatas, auditor dapat menghabiskan waktu dua kali lebih banyak guna membahas perencanaan ini. Teknologi yang dapat digunakan dalam hal ini seperti vidio conference dan powerPoint untuk menyampaikan informasi/materi atau dapat menggunakan panduan visual lainnya. Pemeriksaan/Pengkajian Dokumen Pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh akan memakan waktu cukup banyak serta tak luput dari keterbatasan. Dalam hal ini auditor harus mampu menerima dokumen dalam bentuk/format apapun yang paling mudah diperoleh oleh klien sehingga dapat meminimalisir beban yang ada. Pertimbangan terkait aksesibilitas sistem file digital yang digunakan klien untuk menyimpan rekaman catatan tersebut harus diberikan. Pertimbangan strategi audit yang baik dan tepat juga harus dipikirkan oleh auditor untuk pemeriksaan ataupun pengkajian dokumen, pengambilan sampel dapat menjadi alternatif terbaik. Tergantung pada jumlah rekaman catatan yang ada. Terlepas apakah auditor memeriksa semua atau sebagian dari data yang tersedia. Tidak seperti pemeriksaan/pengkajian rekaman catatan di lokasi, pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh biasanya tidak memungkinkan untuk memberikan pertanyaan langsung pada saat yang sama. Auditor harus mencatat ataupun menulis hal-hal yang patut dipertanyakan pada klien saat melakukan proses pemeriksaan/pengkajian dokumen, dan dapat ditanyakan saat wawancara jarak jauh. Kerja Lapangan/Pengamatan Hal ini mungkin akan menjadi hal yang cukup sulit bagi audit jarak jauh, pasalnya hal ini biasanya dilakukan dengan menyambangi perusahaan klien. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan vidio conference ataupun livestreaming. Walaupun tidak terlepas dari kendala-kendala yang ada seperti ketersediaan Wi-Fi, lokasi kerja klien yang berada di tempat terpencil dan kebisingan yang mungkin akan mengganggu proses audit ini. Tidak banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan observasi jarak jauh. Sebab penayangan vidio hanya pada satu titik dan auditor akan kesulitan untuk melakukan pengamatan. Alternatif lain yang dapat diambil adalah dengan foto digital yang dapat diambil dari smartphone milik klien ataupun milik perusahaan. Hal ini dapat menimalisir kendala jaringan yang tidak memungkinkan melakukan vidio conference. Dari hasil pengamatan, audit dapat membuat catatan dan menyiapkan pertanyaan. Wawancara Terhadap Pihak yang Terkait Dalam hal ini mungkin tidak jauh beda dengan wawancara langsung, hanya perlu media penghubung seperti panggilan vidio ataupun semacamnya misalnya Google Meet, Skype dan Zoom. Auditor perlu melakukan perencanaan wawancara seperti berapa lama waktu yang diperlukan dan kepada siapa saja pihak yang perlu diwawancarai. Misalnya dengan penanggung jawab kegiatan, pemegang keluar dan masuknya kas ( kasir ), bagian gudang, penerimaan barang, dan personil lain yang bertanggung jawab dalam mendukung fokus audit. Persiapan wawancara jarak jauh membutuhkan waktu tambahan bagi auditor, serta auditor harus siap dengan daftar pertanyaan dan hal-hal terkait informasi tambahan apa saja yang dibutuhkan berdasarkan pengamatan yang dilakukan sebelumnya. Keterbatasan wawancara jarak jauh ini juga dapat terjadi ketika personil yang diwawancarai merasa canggung, gugup atau tidak nyaman dengan panggilan vidio oleh sebab itu, pemilihan kata dan penempatan intonasi yang bagus dan tepat akan dapat membuat wawancara menjadi tidak tegang. Pertemuan Penutupan Pertemuan penutupan audit jarak jauh memiliki konsep yang sama dengan pertemuan penutupan secara langsung, mungkin memang memerlukan media penghubung. Penjadwalan penutupan ini harus dipertimbangkan oleh auditor, minimal dua hari setelah melakukan wawancara. Sehingga auditor dapat mengkaji kembali catatannya dan menyusun rancangan awal hasil audit. Pertemuan penutupan ini dimaksudkan untuk mrmpresentasikan rancangan awal hasil audit kepada klien, menyelesaikan pertanyaan/permasalahan serta melakukan pembahasan lebih lanjut untuk hasil final audit, yaitu opini dari auditor. Kesimpulan yang dapat di ambil ialah penggunaan teknologi secara praktis. Inovasi dan transformasi teknologi menjadi fokus bisnis serta progam audit di seluruh dunia. Saat ini adalah saat yang tepat untuk mengkomunikasikan lebih lanjut mengenai proses audit jarak jauh. Terdapat beberapa teknologi berkembang yang dapat menunjang kegiatan tersebut antara lain vidio livestreaming, Virtual Reality ( VR ), pesawat tak berawak ( drone ) dan lainnya. Namun semua teknologi pastilah diperlukan biaya tambahan yang mungkin malah mengakibatkan auditor merugi. Jadi pilihlah teknologi yang sesuai dengan bayaran yang diterima. Proses audit jarak jauh bukanlah satu-satunya solusi yang tepat untuk semua masalah. Hal ini bukan pula sebagai pengganti pelaksanaan audit secara langsung. Namun sebagai bagian dari alternatif yang dapat dilakukan di masa pandemi ini.