Siswa dan Guru Finandia Terpapar Corona Begitu Sekolah Dibuka Kembali - Analisa - www.indonesiana.id
x

Sekolah Finlandia

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 20 Mei 2020 06:15 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Siswa dan Guru Finandia Terpapar Corona Begitu Sekolah Dibuka Kembali

    Dibaca : 301 kali

    Pemimpin dan pemerintah Indonesia, kejadian di Finladia harus menjadi perhatian sangat serius oleh Bapak dan pemerintahannya, yang kini malah baru mengapungkan wacana new normal, ditengah pandemi yang masih terus menanjak. 

    Mengapa Bapak selalu memunculkan kebijakan yang dipandang sebagian masyarakat menjadi kontraproduktif dan kontroverisal dan tak pelak disikapi sinis, antipati, dan skeptis oleh netizen dan masyarakat. 

    Alih-alih Bapak dan pemerintah membuat kebijakan yang semakin tegas, sebab sejak awal sudah terlambat, justru penanganan dalam bentuk kebijakan PSBB malah semakin longgar dan membingungkan. Seharusnya malah hadir turunan kebijakan yang memperkuat program PSPB hingga sukses menurunkan dan memutus mata rantai corona. 

    Bapak dan pemerintah malah asyik bermain okestra dengan statemen dan kebijakan yang tidak populer, pun di luar pemikiran realistis masyarakat, seperti masalah mudik dan pulang kampung, dibukanya bandara saat ada pelarangan mudik, konser BPIP dan naiknya iuran BPJS, dan kini wacana new normal. 

    Bukannya mengevaluasi pelaksanaan PSBB dan membuatnya lebih bertaji, malah terus membombardir berbagai kebijakan yang melemahkan dan seperti jauh dari penalaran. Kasihan para tenaga medis sampai membuat pernyataan #IndonesiaTerserah. 

    Pertanyaannya, untuk siapa tagar itu? Apakah untuk masyarakat? Atau untuk Bapak Presiden dan pemerintah? Lihatlah berita terbaru di Finlandia! Berdasarkan laporan penyiar nasional Finlandia Yle, pada Minggu (17/5/2020), baru dua hari setelah sekolah dibuka kembali, beberapa kelas di Porvoo dan Sipoo, Finlandia, ternyata akan langsung kembali beralih ke pembelajaran jarak jauh. Apa sebabnya? 

    Penyebabnya, ternyata puluhan guru dan murid terpapar virus Covid-19. Bahkan, dikutip dari Xinhua, Senin (18/5), Kota Porvoo melaporkan pada Minggu, seorang siswa di Sekolah Linnajoki di Porvoo telah didiagnosis dengan covid-19. 

    Akibatnya, ada 17 siswa dan empat guru telah terpapar virus covid-19 di sekolah menengah yang memiliki 550 siswa itu. Kini, semua yang terpapar covid-19 melakukan karantina di rumah. Selain itu, selama akhir pekan, sekolah disemprot disinfektan. Lihat, baru dua hari sekolah dibuka, langsung ada yang terpapar corona. Itu di Finlandia. 

    Pertanyaannya, apakah selama masa belajar di rumah, para siswa dan guru tidak dalam kondiai sehat? Tetapi mengapa kejadian terpapar dan saling menularkan ada di sekolah? Berarti di manakah para siswa dan guru ini terpapar corona? 

    Sementara itu, di sekolah Soderkulla di Sipoo, sebagian besar staf telah dikarantina setelah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi.Hal ini menyebabkan pembelajaran jarak jauh akan dilanjutkan kembali. 

    Padahal, sebagian besar sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Finlandia baru dibuka kembali pada Kamis (14/5) setelah ditutup hampir dua bulan untuk memperlambat penyebaran covid-19. 

    Atas masalah ini, Menteri Pendidikan Finlandia Li Andersson mengatakan melalui akun Twitter-nya bahwa dalam kasus infeksi, sekolah harus segera mengambil tindakan berdasarkan Undang-Undang Penyakit Menular dan memberlakukan pengaturan khusus untuk memastikan keamanan. 

    Bapak dan Ibu orang tua siswa di Indonesia, yakinkah akan melepas putra-putri Anda kembali masuk dan duduk belajar di ruang kelas? Bagaimana Mas Nadiem dengan kejadian di Finlandia? 

    Sebab, virus corona tidak tahu dari mana dan dari siapa yang menjadi penularnya, meski siswa dan guru di Finlandia sudah belajar di rumah selama dua bulan. 

    Bagaiamana masyarakat Indonesia? Masih akan bandel dan abai dengan PSBB? Masih mau memaksakan bekerja di luar rumah, beribadah di Masjid, dan belanja di pasar dan mall dalam keramaian? 

    Bagaimana Bapak Presiden? Tetap akan membuat Indonesia new normal? Bukan memperketat PSBB? Dan, akan terus lahirkan statemen dan kebijakan kontradiksi, kontroversi, dan kontraporduktif? 

    Bila sudah ada yang #IndonesiaTerserah, saya masih #IndonesiaOptimis dengan catatan Bapak Presiden dan pemerintah, membuat rakyat yakin akan segala tindakan dan kebijakan Bapak hingga dapat dicontoh serta diikuti dengan patuh oleh masyarakat, karena hingga saat ini rakyat masih tak patuh dan tak nurut.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.