Aku Menikmati Kesengsaraan Tanpa Harus Mengeluh - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

gringo honasan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 8 Maret 2020

Kamis, 21 Mei 2020 15:22 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Aku Menikmati Kesengsaraan Tanpa Harus Mengeluh

    Dibaca : 530 kali

    Assalamualaikum!

    "Wa'alaikumsalam," aku jawab dan kubuka pintu depan rumahku. Oh, ternyata pak RT yang memberikan salam. "Oya! silahkan masuk, pak," sambil kusambut dengan tatakrama adat istiadat budaya daerah Sunda dimana aku berpijak, seperti halnya juga para orang tua kita mengajarkan norma kesantunan pada tetamu yang bertandang.

    Pak RT saat itu langsung mengemukakan maksud dan tujuan kedatangannya, bahwa dia diminta Pak Kades menyampaikan titipan berupa bantuan Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya, sebuah amplop berisi uang nominal Rp200 ribu rupiah dan bertuliskan himbauan dalam situasi saat ini #bersamamelawancorona, sering cuci tangan, selalu jaga jarak, hindari kerumunan dan bagi pendatang harus melakukan isolasi mandiri lengkap dengan tulisan "Bupati Ade Sugianto" disudut kiri bawah.

    Pak RT juga minta penerima untuk menandatangani kuitansi bantuan dengan sebuah poto copy e-KTP, dalam penjelasan dikuitansi disebutkan untuk pembayaran: Bantuan Jaring Pengamanan Sosial (JPS), berupa bantuan langsung tunai bagi masyarakat terdampak Covid-19 di wilayah kabupaten Tasikmalaya.

    Sebagai warga desa dimana aku bernaung tentu bingung untuk menerima bantuan ini dan serba salah. Karena apa? Bukan tak beralasan dan kenapa demikian? Selama menjadi rakyat di desa yang aku tinggal belum pernah mendapat tawaran bantuan jenis apapun dari yang namanya pusat atau daerah, dan selalu dikesampingkan serta dilihat sebelah mata oleh aparatur dan pengurus setempat.

    Pak RT, mohon maaf walau keadaan dan kehidupanku serba kekurangan dan penuh penderitaan, bukan tak mau menerima bantuan dari pemerintah pusat atau daerah. Apalagi di sudut kiri bertuliskan Bupati Ade Sugianto dan isinya bantuan JPS. Sebetulnya dari mana bantuan ini? Biarlah pak RT aku kembalikan amplop yang berisi uang kepada pemerintahan desa dan katakan terimakasih.

    Ketika pak RT, pamit meninggalkan tempat aku berteduh puluhan tahun, mataku tak terasa berderai air lara, gak salah tuh Pemkab. Tumben kali ini peduli. disaat kesengsaraanku sudah beranak - pinak, biru dan membeku.

    * Aku nikmati semua kesengsaraan tanpa harus keluh kesah dan merajuk.

    Singaparna.(21/5/2020)

    Gringohonasan


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.