Dana Kelolaan BPJAMSOSTEK - Analisis - www.indonesiana.id
x

Yanuar Nurcholis Majid

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 21 Agustus 2019

Sabtu, 6 Juni 2020 06:57 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Dana Kelolaan BPJAMSOSTEK

    Manusia diberikan anugerah akal pikiran oleh Tuhan supaya mampu memahami sesuatu hal secara benar. Kira-kira begitu.

    Dibaca : 1.350 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Manusia diberikan anugerah akal pikiran oleh Tuhan supaya mampu memahami sesuatu hal secara benar. Kira-kira begitu.

     

    Tapi ada juga tidak menghargai anugerah dari Tuhan itu.

     

    Pikirannya tetap buntu. Kuldesak. Lalu dari kebodohan berpikirnya itu, 'mengalir' ke ucapannya yang asal berceloteh.

     

    Contohnya saja; yang asal bicara di media sosial (medsos). Iya, Netizen. Ada saja yang mencuit dungu soal manajemen pengelolaan dana di BPJAMSOSTEK.

     

    Yang berceloteh ada dana peserta tidak diambil-ambil, namun ke mana itu semua, bahkan menuduh --mungkin-- dicuri.

     

    Itu kan sama saja cara menganalisis dengan menggunakan pikiran di dengkulnya.

     

    Padahal sudah jelas bahwa dana kelolaan BPJAMSOSTEK untuk investasi saham berstatus LQ45. Saham resmi --bukan 'gorengan'. Jenis status saham yang sangat aman dan direkomendasi digunakan oleh para ahli pasar modal.

     

    Nah kemudian, keutungan dari investasi saham dana kelola BPJAMSOSTEK itu sangat nyata dikembalikan lagi pemanfaatannya untuk peserta.

     

    Buktinya: ada peningkatan manfaat program Jaminan Kematian Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) untuk peserta dengan iuran yang tidak bertambah alias tetap sama seperti awalnya.

     

    Jadi 'digarong' bagaimana dana peserta BPJAMSOSTEK? Semua sangat transparan pengelolaan dananya. Peserta pun diberikan manfaat tambahan dari dana iuran mereka selama ini.

     

    Peserta BPJAMSOSTEK juga tetap boleh kalau ingin mencairkan dana hak jaminan sosialnya. Pada program Jaminan Hari Tua (JHT), peserta berhak bila ingin mencairkan dananya mulai dari sebesar 10%, 30%, bahkan sampai 100%.

     

    Toh,  buat apa juga sih peserta mencairkan dana jaminan sosialnya di BPJAMSOSTEK jika tidak perlu. Logikanya: peserta ikut program jaminan sosial BPJAMSOSTEK untuk perlindungan dirinya di masa depan.

     

    Kalau ingin mudah diambil kapan saja, lebih baik menabung di celengan ayam jago saja.*

    Ikuti tulisan menarik Yanuar Nurcholis Majid lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.