x

Iklan

Faruk Ahmad

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 25 Agustus 2020

Rabu, 26 Agustus 2020 06:19 WIB

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Mahasiswa UMM Bagikan Tempat Cuci Tangan

Masih banyak warga yang tidak mematuhi physical distancing, maka dari itu Mahasiswa UMM membagikan tempat cuci tangan ke beberapa lokasi yang terlihat ramai, seperti posyandu, rumah makan, dan tempat ibadah, agar warga dapat mencuci tangan sebelum berinteraksi dengan warga lain.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Malang – Mencuci tangan  merupakan hal yang mutlak dilakukan pada era new normal ini. Hal itulah yang melatar belakangi kegiatan bagi – bagi galon cuci tangan oleh mahasiswa UMM yang sedang melakukan PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) di Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.  Kegiatan yang digagas oleh kelompok 67 gelombang ketiga ini merupakan salah satu implementasi dari tema yang mereka usung, yakni “Peningkatan Kesadaran dan Langkah – Langkah Hidup Sehat New Normal di Tengah Pandemi Covid-19.” Kegiatan yang merupakan bentuk kepedulian mahasiswa UMM terhadap meningkatnya kasus covid-19, khususnya di Jawa Timur ini menjadikannya sebagai program kerja inti dari kegiatan pengabdian mereka.

Menurut survei yang dilakukan oleh kelompok tersebut, banyak tempat umum di Desa Purwosekar yang tidak memiliki tempat cuci tangan khusus dan sabunnya, seperti mushollah, warung – warung, posyandu, dan tempat perkumpulan lainnya. Dari beberapa lokasi yang belum terdapat tempat cuci tangan beserta sabunnya, ditentukanlah lima lokasi penempatan, yaitu Posyandu Sekar Wilujeng, Posyandu Sekar Wilujeng II, Mushollah Al – Islami, Mushollah Nurul Farikhin, dan Warung Ndeso. Kelima lokasi tersebut merupakan lokasi dengan kebutuhan tempat cuci tangan yang tinggi.

“Sebelum melakukan kegiatan bagi – bagi galon cuci tangan ini, kami terlebih dulu melakukan survei lapangan dua hari sebelumnya dan berkoordinasi dengan pemilik tempat tersebut. Kami juga mempertimbangkan apakah lokasi tersebut terdapat spot yang cocok untuk penempatan galon, sehingga kami tidak perlu membuat tempat khusus sendiri agar biaya yang kami keluarkan lebih hemat,” pungkas ketua kelompok, Sinta Dewi Nofianti. (20/08)

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kegiatan bagi galon dan sabun cuci tangan itu di mulai pada pukul 09.00 WIB (20/08). Dengan ditemani perawat desa, dua lokasi awal yang didatangi adalah Posyandu Sekar Wilujeng II yang terdapat di Dusun Purboyo Meduran dan Posyandu Sekar Wilujeng yang da di Dusun Purboyo Ledok. Di posyandu tersebut, serah terima galon dan sabun dilakukan oleh salah satu kader kesehatan desa. Lokasi penempatan ketiga adalah Warung Ndeso yang terdapat di Dusun Purboyo Ledok. Berdasarkan keterangan pemilik warung, pembeli yang ingin mencuci tangannya harus menuju lokasi dapur, tentunya hal ini cukup menyulitkan pembeli. Itulah yang menjadi alasan mahasiswa PMM ini menjadikannya sebagai lokasi penempatan galon cuci tangan. Dua lokasi terakhir yakni tempat TPQ (Taman Pendidikan Quran) yang berada di dua dusun berbeda, yakni Mushollah Al – Islami di Dusun Purboyo Meduran dan Mushollah Nurul Farikhin di Dusun Tubo.

Pemilik lokasi tersebut mengaku sangat terbantu atas pemberian galon dan sabun cuci tangan yang dibagikan oleh mahasiswa UMM ini. Menurut keterangan bidan Desa Purwosekar, pihaknya sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Pasalnya, tempat cuci tangan di salah satu posyandu lansia sudah tidak layak pakai. Kondisinya yang cukup kumuh menjadikan para lansia kesulitan dalam menggunakannya. Selain posyandu, mushollah – mushollah yang menjadi pusat kegiatan mengaji di desa tersebut juga membutuhkan tempat cuci tangan yang memadai. Anak – anak yang masih minim kesadaran akan pentingnya cuci tangan harus terus diedukasi agar mereka disiplin menjaga kebersihan. Pencegahan bisa dimulai dari hal kecil, seperti terbiasa mencuci tangan dengan sabun.

Kegiatan yang diusung mahasiswa farmasi dan akuntansi ini diharapkan mampu membantu pemerintah desa dalam mewujudkan masyarakat yang sadar akan kebersihan. Terlebih pada kondisi pandemi covid-19 ini, seluruh elemen masyarakat harus turut andil dalam pencegahan penyebaran virus yang menyerang hampir diseluruh negara di dunia.

Ikuti tulisan menarik Faruk Ahmad lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler