Anak Bercita-cita Jadi YouTuber, Orang Tua Harus Apa? - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi bekerja dari rumah. Shutterstock

Elvanius Brilliant

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 20 Februari 2020

Rabu, 16 September 2020 06:16 WIB

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Anak Bercita-cita Jadi YouTuber, Orang Tua Harus Apa?

    "Mau jadi DOKTER!" "PILOT!" "POLISI" "Jadi ASTRONOT biar bisa terbang ke bulan!" Tapi sekarang berbeda. Anak masa kini cenderung memiliki cita-cita yang dianggap lebih kekinian, seperti YouTuber, Selebgram, Gamers, Traveler, dll.

    Dibaca : 359 kali

    Smart Parent,

    Tahukah Anda bahwa dunia sudah berubah. Kalau dulu anak ditanya cita-citanya mau jadi apa, biasanya jawabannya...

    "Mau jadi dokter!"
    "Pilot!"
    "Polisi"
    "Jadi astronot biar bisa terbang ke bulan!"

    Tapi sekarang berbeda. Anak masa kini cenderung memiliki cita-cita yang dianggap lebih kekinian, seperti YouTuber, Selebgram, Gamers, Traveler, dll.

    Betul?

    Itu wajar. Karena dunia memang sudah berubah. Bahkan coba renungkan, berapa jam yang Anda sendiri habiskan dalam sehari untuk screen time?

    Wajar kalau secara tidak sadar kita mudah menghabiskan waktu berjam-jam dengan Smartphone karena hampir segala aktivitas bisa dilakukan di genggaman tangan Anda

    Belanja sudah bisa melalui smartphone, tiba-tiba barang tiba di depan pintu rumah Anda. Pesan ojek juga bisa melalui smartphone. Bahkan tukang pijat pun bisa kita pesan secara online.

    Dan salah satu yang cukup menyita waktu dan paling asyik adalah mengakses Youtube. Apa lagi di saat pandemi seperti sekarang ini, Youtube sangat banyak diminati. Bahkan mungkin sampai anak Anda pun ingin menjadi YouTuber.

    Mungkin Anda ingin men-support anak Anda tetapi dilema kalau mereka terpengaruh konten-konten negatif, Scree Time jadi makin panjang, atau ketakutan-ketakutan lainnya.

    Berikut 3 tip untuk Anda jika anak Anda bercita-cita menjadi YouTuber.

     

    1. Awasi

    Tidak salah jika anak Anda ingin menjadi YouTuber asalkan selalu berada dalam pengawasan Anda. Anda bisa meluangkan lebih banyak waktu untuk mengawasi dan mendampingi mereka sembari mereka berkarya di YouTube.

    2. Arahkan

    Tidak salah juga menjadi YouTuber. Buktinya banyak YouTuber yang membawa dampak positif. Kuncinya Anda bisa mengarahkan anak Anda untuk membuat konten-konten yang positif. Menariknya, sekarang ada sekolah YouTuber pertama dan satu-satunya di Indonesia bernama YouTube Academy (khusus untuk usia 8-24 tahun) sehingga Anda tidak perlu lagi dilema karena anak Anda akan dibimbing langsung oleh figur yang sangat positif untuk menjadi YouTuber. Informasi selengkapnya bisa Anda temukan di sini.

    3. Apresiasi

    Berikan apresiasi untuk anak Anda karena mereka sudah mau dan berani berkarya bukan hanya di sekolah tapi bahkan di YouTube. Bagaimanapun, Anda harus bisa melihat dari sisi positif bahwa anak Anda memiliki talenta. Tugas Anda adalah mengapresiasi mereka ketika mereka mau mencoba untuk mengembangkan talenta mereka sehingga mereka lebih percaya diri.

    Semoga bermanfaat.

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.