Mudahnya Menulis di Era Digital - Urban - www.indonesiana.id
x

sumber foto: sirclo.com

Admine Tutaya

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 4 Oktober 2020

Minggu, 4 Oktober 2020 08:28 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Mudahnya Menulis di Era Digital

    Sekarang untuk menjadi penulis dan mengenalkan tulisannya ke publik sudah menjadi semakin mudah. Dengan adanya berbagai platform kepenulisan dan forum berita, kini menuangkan ide tulisan ke pada publik menjadi semakin mudah dan bisa menjangkau lebih banyak orang.

    Dibaca : 753 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pengalaman menulis waktu dulu di era koran fisik dan majalah adalah susahnya mendapatkan kesempatan untuk bisa memperkenalkan tulisan kepada publik. 

    Pengalaman menulis saya pertama kali adalah waktu saya menuliskan cerpen yang bercerita tentang Terdamparnya Sebuah Kapal di Pulau Tak Berpenghuni. Butuh waktu hampir seminggu untuk bisa menyelesaikan cerpen dengan 5500 kata tersebut. Waktu saya menawarkan ke sebuah penerbit majalah lokal di Jogja, ternyata antrian untuk cerpen itu ada banyak sekali. Dan setelah menunggu beberapa minggu saya mendapat kabar kalau tulisan saya tidak bisa diterima.

    Banyak sekali penulis-penulis pada jaman itu yang merasakan persis seperti yang saya alami waktu itu. Ada suka dan duka, dan perjuangan untuk bisa menerbitkan tulisan yang telah ditulis dengan bersusah payah. 

    Tapi semenjak internet mulai menguasai pasar, dan era digital sudah dimulai, perlahan-lahan kami (penulis) mulai menemukan cara yang jauh lebih mudah untuk bisa memperkenalkan tulisan kami kepada publik. Yaitu melalui internet dan blogging.

    Wordpress di Menulis Digital

    Mungkin sudah banyak yang tahu dengan Wordpress ini, platform blogging gratis yang bisa digunakan sebagai media menulis jurnalistik. Sebenarnya ada blogger juga, tapi karena pada waktu itu saya memakai Wordpress untuk menulis, mari kita bahas ini dahulu. 

    Untuk wordpress, saya bisa menuliskan ide saya sebebas apapun. Mempercantik tampilan blog saya dan lain-lain. Berbeda dengan koran/majalan yang harus mengikuti ketentuan mereka, menulis di Internet membebaskan saya untuk bisa berkarya lebih bebas. Dan saya bisa mempromosikkan tulisan saya melalui media sosial yang waktu itu tersedia.

    Dengan adanya internet, tulisan-tulisan menjadi semakin bebas. Dan berita-pun menjadi lebih up-to-date. Saya ingat waktu saya meliput Merapi, saya menjadi yang pertama di lokasi dan mengambil foto. Saya langsung pulang dan mengupload tulisan saya pada waktu itu juga. Sehingga penyebaran berita menjadi semakin cepat dan real time.

    Tapi kini di tahun 2020 sudah semakin banyak platform yang memudahkan kita menulis. Ada Indonesiana, dan Tempo yang menjadi wadah bagi para jurnalistik yang ingin membagikan pengalaman mereka kepada publik. Dan saat ini, ada julukan bahwa semua orang adalah jurnalis. Jadi kini jurnalistik sudah tidak lagi dianggap sebagai perkerjaan yang formal, karena dengan adanya Internet semua orang bisa menyebarkan berita, tulisan dan informasi yang relevant kepada semua orang dengan bebas.

    Tetapi di banyak kasus, kebebasan inilah yang menjadi sarang bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan konten-konten penuh SARA dan HOAX. Padahal internet seharusnya menjadi wadah berkreasi dalam membuat konten yang menarik, berkualitas dan bermanfaat bagi semua orang.

    Kini, blog wordpress saya sudah menjadi lebih profesional. Dan ini adalah tulisan saya di Indonesianya ini. Semoga kedepannya, kita semua bisa memakai internet menjadi wadah menulis yang baik dan lebih bersih.

    Ikuti tulisan menarik Admine Tutaya lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.