Semenjak Hilirisasi Diterapkan, Industri Dalam Negeri Menguat - Analisa - www.indonesiana.id
x

Sri Kunthhi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 Agustus 2020

Rabu, 28 Oktober 2020 06:48 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Semenjak Hilirisasi Diterapkan, Industri Dalam Negeri Menguat

    Selain memberikan nilai tambah pada mineral nikel, keberadaan hilirisasi diharapkan dapat berdampak positif bagi perekonomian Indonesia.

    Dibaca : 427 kali

    Selain memberikan nilai tambah pada mineral nikel, keberadaan hilirisasi diharapkan dapat berdampak positif bagi perekonomian Indonesia. Untuk menyokong hal tersebut, salah satunya melalui peningkatan nilai rantai pasok produksi, serta menjaga kestabilan harga komoditas bijih nikel dari gejolak harga mineral dunia.

    Ridwan Djamaluddin, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, menyatakan bahwa hulu pertambangan lebih mudah dilakukan secara praktis dengan keuntungan yang lebih besar. Namun ketika ditarik di hilir, muncul istilah ekonomi bahwa nilai tambah keuntungan tidak akan seimbang dengan investasi (besar). Ridwan menambahkan, Kementerian ESDM Republik Indonesia sedang meracik formula yang pas, sehingga keseimbangan itu dapat terjadi.

    Ridwan menyambung, aspek ekonomi adalah aspek krusial bagi keputusan kebijakan hilirisasi nikel di Indonesia. Menurutnya, kondisi yang ada belum berjalan sesuai harapan, ketika keekonomian itu dikaitkan dengan pohon industri atau rantai pasok dari produk-produk hilir.

    Dirinya mengakui bahwa perencanaan keberadaan kawasan industri nikel selama ini tumbuh berkat semangat dan dorongan dari pengusaha. Kementerian ESDM menyadari bahwa pentingnya industri nikel. Selain itu, terdapat motivasi untuk mengembangkan industri pengolahan berdasarkan besarnya potensi nikel kadar rendah yang dimiliki oleh Indonesia.

    Di kesempatan lain, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Minerba, Irwandy Arif, menjelaskan bahwa konsep hilirisasi tidak berhenti ketika mineral diproses menjadi barang setengah jadi atau intermediate product.

    Menurutnya, hilirisasi harus lebih dikembangkan lebih luas hingga produk menjadi bahan dasar atau pelengkap tahapan paling akhir dalam rantai pasok. Konsep pemberian nilai tambah ini bukan semata untuk rasio antara harga produk terhadap harga bahan baku. “Namun untuk Indonesia, untuk kita berikan manfaatnya kepada masyarakat agar mereka bisa dapat menikmati kemajuan ciptaan karya bangsa,” ujar Irwandy.

    Jika hilirisasi ini dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi, maka program ini akan mendukung kekuatan industri di dalam negeri. Irwandy mengatakan, jika Indonesia tidak menjalankan hilirisasi maka selamanya Indonesia akan bergantung pada impor bahan baku sehingga sangat rapuh dan mudah goyah oleh faktor non teknis dalam bentuk nilai tukar rupiah.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.