Bapak Nini Butuh Uluran Tangan Pembaca - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Muh. Fitrah Wardiman

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 Maret 2020

Selasa, 10 November 2020 11:26 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Bapak Nini Butuh Uluran Tangan Pembaca


    Dibaca : 1.130 kali

    Ia kehilangan segalanya. Kehilangan seluruh pekerjaannya. Bersamaan dengan itu, ia kehilangan harapan hidupnya.

    Kondisi memprihatinkan ini dialami Nini Sambayu, pria berusia 42 tahun yang tinggal di Desa Bambaloka Kecamatan Baras, Pasangkayu. Setahun yang lalu, ia di diagnosa menderita penyakit benjolan pada usus. Akibatnya, ia sulit makan. Tubuhnya kurus kering dan perutnya mengempes kedalam.

    Di gubuk rumah yang jauh dari kata mewah, Nini hanya mampu terbaring lemas. Mati tak rela, hidup pun tak mampu, kata pepatah. Kondisi kemiskinan membuatnya pasrah. Jangankan untuk berobat, untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah sulit.

    Dulunya, sebelum jatuh sakit, ia bekerja sebagai tukang sumur bor. Pendapatannya tidak menentu. Namun sejak April 2019 lalu, ia tak lagi bekerja. Dapurnya tidak lagi berasap. Untuk makanan sehari-hari, ia hanya berharap bantuan dari tentangga dan orang-orang yang mengasihani.

    Nini dan keluarganya pernah pontang-panting meminta bantuan kesehatan dan sosial untuk keluarga tidak mampu dari pemerintah setempat. Namun hasilnya nihil. Keruwetan birokrasi mengurungkan niatnya.

    Diceritakan pula, pria yang akrab disapa bapak Nini ini pernah menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit Undata Palu, Sulawesi Tengah. Hasil diagnosa dokter, terdapat benjolan besar pada usus. Dari situ, ia pun enggan meneruskan pengobatan lanjutan lantaran tidak punya biaya.

    Terbaring lemas

    Saat ini, ia membutuhkan bantuan biaya operasi senilai Rp 20 juta. Biaya operasi ini tidak saja memberikan harapan hidup pada Nini, tapi juga pada istri dan tiga orang anaknya yang masih berusia SD.

    Karena itu, atas izin keluarga yang bersangkutan, penulis menggalang inisiatif mencari bantuan biaya melalui link kitabisa.com dan juga lewat tulisan ini. Sebagai ayah dari tiga orang anak, besar harapan bapak Nini mendapat uluran tangan dari pembaca.

    Saat tulisan ini dibuat, melalui seorang kenalan yang tinggal berdekatan dengan rumah bapak Nini, penulis mencoba meminta keterangan untuk dijadikan kutipan tulisan. Namun, ia masih terbaring lemas. Sudah berhari-hari. Hanya dokumentasi foto yang berhasil didapatkan.

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.