CISDI dan IAKMI Kolaborasi Kuatkan Puskesmas Hadapi Pandemi Covid-19 - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Sepakat Tandatangani MoU, CISDI dan IAKMI Kolaborasi Kuatkan Puskesmas Hadapi Pandemi Covid-19

CISDI ID

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 8 September 2020

Kamis, 25 Maret 2021 06:54 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • CISDI dan IAKMI Kolaborasi Kuatkan Puskesmas Hadapi Pandemi Covid-19

    Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) bersama Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Kantor CISDI, Gondangdia, Jakarta pada Jumat (19/3). Ke depan CISDI dan IAKMI akan berkolaborasi menguatkan pelayanan kesehatan primer pada 2021-2023. Bagaimana caranya?

    Dibaca : 449 kali

    Dr. Ede Surya Darmawan, S.K.M., M.D.M., Ketua IAKMI, dan Diah Saminarsih, Penasihat Senior Bidang Gender dan Pemuda untuk Dirjen WHO sekaligus pendiri CISDI, menandatangani MoU kerja sama di Kantor CISDI pada Jumat (19/3). (Sumber gambar: Dok. CISDI)

    Jakarta, 19 Maret 2021 – Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) bersama Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Kantor CISDI, Gondangdia, Jakarta pada Jumat (19/3). Ke depan CISDI dan IAKMI akan berkolaborasi menguatkan pelayanan kesehatan primer pada 2021-2023.

    “Kami berharap CISDI dan IAKMI dapat bertukar pikiran dan expertise dan saling melengkapi satu sama lain,” ujar Diah Saminarsih, Penasihat Senior Bidang Gender dan Pemuda untuk Dirjen WHO sekaligus pendiri CISDI.

    Diah menjelaskan publik baru memerhatikan aspek kesehatan masyarakat sebagai satu hal penting pada periode pandemi. Padahal, peran aktif masyarakat berkontribusi sangat positif terhadap segala upaya penanganan. “Memang situasi pandemi ini adalah bukti nyata aspek kesehatan masyarakat dapat berkontribusi banyak,” ujar Dr. Ede Surya Darmawan, S.K.M., M.D.M., Ketua IAKMI. “Dengan kerja sama ini, kami berharap IAKMI juga bisa fokus berkontribusi pada sektor kesehatan,” tambahnya kembali.

    Ke depan IAKMI akan membantu CISDI melalui rekomendasi-rekomendasi teknis, khususnya terkait program strategis, seperti PUSPA. Rekomendasi teknis yang diharapkan, seperti technical support monev bulanan PUSPA untuk mengetahui tantangan yang dihadapi tim di wilayah penempatan.

    Hingga 22 Maret 2021 Covid-19 telah menginfeksi 1,46 juta warga Indonesia. Kendati vaksin telah diberikan kepada 7,84 masyarakat Indonesia, target mencapai kekebalan komunitas (herd immunity) 182 juta penduduk masih terlampau jauh. Karenanya, upaya kesehatan masyarakat penting untuk mencegah penularan.

    IAKMI sendiri merupakan organisasi profesi yang berdiri sejak 1971. IAKMI beranggotakan ahli-ahli kesehatan masyarakat independen dan multidisipliner serta mengabdikan diri untuk persoalan kesehatan masyarakat. Setidaknya hingga Februari 2020, terdapat 36.000 anggota terdaftar IAKMI di seluruh Indonesia.

    Kendati berkantor pusat di Jakarta, kantor-kantor cabang dan pengurus daerah IAKMI masing-masing tersebar di banyak provinsi di Indonesia. Lantaran besarnya porsi upaya kesehatan masyarakat, IAKMI berperan penting memberikan rekomendasi terhadap Program PUSPA.

    Sasaran kesehatan masyarakat yang hendak dicapai, seperti meningkatkan kapasitas tes mencapai 1:1000 per minggu, meningkatkan rasio lacak kasus menjadi 1:30 per kasus, hingga menurunkan jumlah kasus mencapai 50 persen dari awal kedatangan tim.

    “Kurang optimalnya penanganan pandemi juga karena belum maksimalnya fungsi pelayanan kesehatan primer, seperti puskesmas. Setelah (penandatanganan MoU) ini kita bisa berkonsolidasi membahas hal yang dibutuhkan,” ujar Dr. Ede.

    Program Puskesmas Terpadu dan Juara (PUSPA) secara resmi diluncurkan pada Selasa (16/3) lalu. Program ini melibatkan 500 tenaga kesehatan terpilih sebagai field officer di 100 puskesmas di 12 kota/kabupaten di Jawa Barat. Tim PUSPA akan bertugas menguatkan upaya deteksi, lacak kasus, edukasi terkait 3M, serta mendukung proses vaksinasi selama 6 bulan periode penempatan.

     

    Tentang IAKMI

    Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) adalah organisasi profesi independen dan multidispliner untuk kesehatan masyarakat. IAKMI berdiri sejak 1971 dan memiliki visi untuk menjadi organisasi bertaraf dunia dalam mencapai derajat kesehatan bangsa setinggi-tingginya. Pada 1981 IAKMI menjadi anggota World Federation of Public Health Associations (WFPHA), sebuah asosiasi kesehatan masyarakat internasional yang berpusat di Jenewa, Swiss.

     

    Tentang CISDI

    Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) adalah think tank yang mendorong penerapan kebijakan kesehatan berbasis bukti ilmiah untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaya, setara, dan sejahtera dengan paradigma sehat. CISDI melaksanakan advokasi, riset, dan manajemen program untuk mewujudkan tata kelola, pembiayaan, sumber daya manusia, dan layanan kesehatan yang transparan, adekuat, dan merata.

     

    Penulis

     

    Amru Sebayang



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.