Berikut Ini Kisah-kisah Keberhasilan Pencerah Nusantara di Lapangan Ini Buat Kamu Terharu

Jumat, 23 April 2021 21:25 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Program Pencerah Nusantara menuntut komitmen tinggi setiap kandidat terpilih. Seperti publik ketahui, tim tidak hanya bekerja untuk gaji ataupun pengalaman belaka, namun juga untuk memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Kendati dengan mengikuti program ini kandidat terpilih pasti merasakan banyak manfaat dan juga mampu melatih berbagai keterampilan, keinginan mengabdikan diri adalah hal paling utama.

Tim Pencerah Nusantara memiliki berbagai pengalaman mengharukan selama melaksanakan intervensi di wilayah penempatan. (Sumber gambar: CISDI)

Program Pencerah Nusantara menuntut komitmen tinggi setiap kandidat terpilih. Seperti publik ketahui, tim tidak hanya bekerja untuk gaji ataupun pengalaman belaka, namun juga untuk memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Kendati dengan mengikuti program ini kandidat terpilih pasti merasakan banyak manfaat dan juga mampu melatih berbagai keterampilan, keinginan mengabdikan diri adalah hal paling utama.

Walau di lapangan tim pasti merasakan berbagai tantangan, akan muncul senyum kebahagaain ketika program intervensi kesehatan yang dijalan berjalan baik dan memberi dampak bagi lingkungan sekitar. Selama pelaksanaan program Pencerah Nusantara, hal tersebut tidak terjadi satu atau dua kali saja, berikut rangkuman beberapa kisah keberhasilan mengharukan Tim Pencerah Nusantara (PN) di wilayah penempatan.

ASI untuk Defan

Di Kelurahan Tumbang Miri, Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah masyarakat masih memberi makan balita santan dan kopi. Tim Pencerah Nusantara Angkatan VI (PN VI) bertugas menangani persoalan ini sejak awal masa penempatan. Berbekal semangat pemerintah daerah Kabupaten Gunung Mas meningkatkan capaian bayi mendapat ASI, Tim PN VI giat laksanakan edukasi publik kepada warga.

Awalnya, tidak banyak perubahan terjadi. Namun, ketika perwakilan Puskesmas Tumbang Miri melaksanakan kunjungan rumah, seorang bayi bernama Defan dinyatakan sebagai bayi lulus ASI eksklusif satu-satunya di Kecamatan Kahayan Hulu.

“Defan memberi angin segar bagi tenaga kesehatan dan masyarakat. Ini membuktikan, jika ibu diberikan informasi yang tepat, pemenuhan gizi sangat mungkin dilakukan,” tutur Rima Sumayyah Ahmad, ahli gizi Tim PN VI.

Gizi Buruk Keluarga Andong

Sekitar Juli 2018, seorang bayi berusia 9 bulan bernama Andong di Desa Ulu Onembute, Kecamatan Onembute, Kabupaten Konawe, Sulawesi Utara mengalami gizi buruk. Tim PN VI yang bertugas di wilayah tersebut kaget ketika melihat berat badan Andong turun menjadi 3 Kg.

Andong berbadan kurus, garis tulangnya terlihat, dan raut mukanya seperti orang tua. Tim PN dan kader kesehatan setempat lantas bergegas membawa Andong ke puskesmas setempat. Mereka sadar orangtua Andong menerapkan pola asuh kurang tepat terhadap Andong. Andong dirawat tanpa ASI eksklusif atau makanan pengganti ASI. Beruntung, Tim PN dan puskesmas setempat bergerak cepat atasi hal ini.

Pertama-tama, mereka sediakan informasi kebutuhan gizi kepada ibu Andong. Selanjutnya, tim dan petugas rutin mengedukasi sang ibu perihal pemberian ASI hingga dua tahun. Seiring waktu, upaya ini berbuah hasil. Berat badan Andong berangsur membaik hingga mencapai 8,5 Kg, status gizinya pun menjadi gizi baik.

“Ibu bidan sudah mengajari saya banyak hal tentang makanan sehat untuk anak saya. Sekarang berkat ibu dan yang lainnya saya jadi tahu. Anak saya sekarang tidak kurus lagi,” ujar Ibu Andong di suatu kesempatan. Ungkapan tersebut, seolah mengesankan upaya Tim PN sejauh ini tidaklah sia-sia.

Kebun Gizi Mentawai

Pada penugasan Pencerah Nusantara Cohort I (2012-2015) lalu, tim bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat menyelenggarakan Program Kebun Gizi Mentawai sebagai salah satu upaya menangani stunting di wilayah penempatan.

Kebun gizi ini berfungsi sebagai penyedia bahan pangan bergizi bagi ibu hamil, balita, hingga masyarakat lainnya. Di sinilah kehadiran pangan lokal yang terfasilitasi melalui Kebun Gizi Mentawai menjadi penting.

Kebun Gizi Mentawai adalah intervensi gizi melalui aktivitas penanaman sayur dan buah di tanah lapang yang terletak di belakang Puskesmas Sikakap, Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat. Kehadiran Kebun Gizi Mentawai berpengaruh positif membangun kesadaran kesehatan masyarakat Mentawai.

Itu terlihat dari meningkatnya kunjungan Puskesmas Sikakap dalam waktu tiga tahun. Angka stunting pun menurun dan bersamaan dengan itu tingkat ekonomi masyarakat setempat juga meningkat.

Jika harus dibahas lebih lanjut, masih banyak keberhasilan Tim PN yang berdampak positif bagi masyarakat setempat. Beberapa poin di atas bisa menjadi pengantar yang baik untuk menggambarkan manfaat kehadiran Tim PN di wilayah penempatan masing-masing.

Tentu, untuk mewujudkan segala keberhasilan yang telah disampaikan tidaklah mudah. Tim perlu berjuang keras, berkompromi terhadap beragam situasi, hingga memutar otak sekeras mungkin untuk dapatkan hasil terbaik. Berkat kerja keras merekalah keberhasilan-keberhasilan kecil terwujud dan lantas menghasilkan kisah sukses yang mengharukan, tidak hanya bagi Tim PN, tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia.

 

Tentang Pencerah Nusantara

Pencerah Nusantara adalah inovasi mengurangi kesenjangan pelayanan publik di bidang kesehatan untuk mewujudkan Indonesia sehat dan sejahtera yang telah dilaksanakan sejak 2012. Pencerah Nusantara menekankan penguatan pelayanan kesehatan primer (puskesmas) oleh tim pemuda multi-profesi. Model Pencerah Nusantara menekankan peran anak muda dalam sebuah tim dengan beragam profesi kesehatan, pemantauan dan evaluasi, inovasi, dan kolaborasi multi-sektor. Sejak 2015 model intervensi puskesmas berbasis Tim Pencerah Nusantara diadopsi Kementerian Kesehatan sebagai program serupa bernama Nusantara Sehat.

 

Penulis

 

 

Amru Sebayang

 

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler