Masa Brooding Ayam Broiler - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Ardhi 12

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 April 2021

Minggu, 2 Mei 2021 07:31 WIB

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Masa Brooding Ayam Broiler


    Dibaca : 218 kali

    BAB I

    PEMBUKAAN

    Ayam broiler merupakan ternak yang paling ekonomis bila dibandingkan dengan ternak lain, kelebihan yang dimiliki adalah kecepatan pertambahan/produksi daging dalam waktu yang relatif cepat dan singkat atau sekitar 4 - 5 minggu produksi daging sudah dapat dipasarkan atau dikonsumsi. Keunggulan ayam broiler antara lain pertumbuhannya yang sangat cepat dengan bobot badan yang tinggi dalam waktu yang relatif pendek, konversi pakan kecil, siap dipotong pada usia muda serta menghasilkan kualitas daging berserat lunak.

    Perkembangan yang pesat dari ayam ras pedaging ini juga merupakan upaya penanganan untuk mengimbangi kebutuhan masyarakat terhadap daging ayam. Perkembangan tersebut didukung oleh semakin kuatnya industri hilir seperti perusahaan pembibitan (Breeding Farm) yang memproduksi berbagai jenis strain. 

    Semua peternak akan berusaha untuk mencapai performa produksi yang optimal, sehingga dalam menunjang keberhasilan pemeliharaan, salah satu kuncinya yaitu keberhasilan pada fase brooding. Fase brooding yaitu fase dimana ayam broiler mengalami kritis karena dalam fase ini ayam broiler belum bisa menjaga tubuhnya agar tetap normal, maka diperlukan pemanas sebagai pengganti induknya yaitu brooder.

    BAB II

    PEMBAHASAN

                Masa brooding adalah masa pemeliharaan broiler dari DOC sampai lepas penghangat, sedangkan tujuan dari brooding untuk memberikan keadaan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan anak ayam. Semua anak ayam harus melewati masa brooding dengan baik sebagai pondasi awal pemeliharaan supaya tercapai keberhasilan performa pada minggu-minggu berikutnya.

                Ada tiga hal penting yang menjadi kunci keberhasilan masa brooding. Pertama, persiapan masa brooding mulai kebersihan kandang dan peralatan, kelengkapan peralatan (sekam, koran, chick guard, tirai luar dan dalam, tempat pakan, tempat minum, penghangat, lampu, termometer). Kedua, sarana produksi peternakan (sapronak) yang berkualitas baik itu bibit, pakan dan obat-obatan. Ketiga, kontrol keadaan masa brooding meliputi kontrol (kebutuhan pakan, air minum, penghangat, cahaya, udara, kebersihan, kepadatan, kenyamanan, bobot dan keseragaman ayam).

                Masa brooder yang sempurna memerlukan persiapan yang baik dan benar, diharapkan bisa memberikan hasil yang optimal. Persiapan yang pertama kali dilakukan yaitu memastikan kebersihan kandang dan peralatan. Hal ini menjadi penting karena anak ayam yang akan masuk pada masa brooding adalah anak ayam umur satu hari yang masih memiliki sistem imun yang lemah sehingga rentan terkena penyakit. Kondisi kandang dan peralatan yang bersih dan steril diharapkan bisa meminimalkan terjadinya penyebaran penyakit pada ayam. Siapkan kelengkapan peralatan yang menunjang saat brooding seperti alas litter. Alas untuk anak ayam bisa menggunakan sekam, serbuk gergaji, ataupun slat yang bertujuan agar kaki anak ayam tidak terluka di atas litter. Alas sebaiknya diberi koran yang bertujuan memberikan rasa nyaman, mempercepat alas menjadi hangat, dan bisa untuk penaburan pakan sehingga anak ayam makan secara merata. Setelah itu koran kemudian harus dibuang pada hari kedua. Pemasangan chick guard sebagai pembatas DOC pada saat brooding biasanya berbentuk persegi ataupun bulat. Sebagai pertimbangan, untuk kandang open house, agar hangatnya merata maka sebaiknya gunakan chick guard berbahan seng dengan bentuk bulat selama 1-2 hari. Gunakan pemanas sesuai standar seperti gasolek atau hitter.

                Perhatikan ketersediaan tempat pakan dan minum DOC, jangan sampai kekurangan atau kelebihan. Kapasitas satu tempat pakan baby chick ataupun super feeder bisa untuk 50 ekor ayam, untuk tempat minum bisa menggunakan tempat minum manual maupun otomatis. Sementara itu, penambahan tempat pakan dan minum akan berkolerasi dengan pelebaran yang dilakukan tiap harinya selama masa brooding.

                Siapkan lampu sebagai sumber cahaya. Kebutuhan pencahayaan penting pada masa brooding untuk menstimulasi kelenjar tiroid agar mensekresikan hormon tiroksin yang berfungsi untuk memacu pertumbuhan ayam. Adanya cahaya yang terang akan mendorong ayam untuk melakukan aktivitas normal seperti makan dan minum. Kebutuhan cahaya pada masa brooding adalah 10-20 lux/m2 atau setara dengan 20-40 watt/m2. Cahaya diberikan selama 24 jam.

                Siapkan termometer untuk melihat kondisi temperatur suhu dan kelembapan di dalam area brooding, pastikan alat terpasang dan berfungsi dengan baik sehingga memudahkan dalam pengontrolan, dengan persiapan yang baik diharapakan mendapatkan hasil yang optimal. Suhu optimal di fase brooding yaitu diantara 32-33oC

                Sebagai upaya untuk mendapatkan hasil yang baik tentunya harus ditunjang dengan sarana produksi peternakan yang berkualitas. Saat melakukan pemesanan bibit DOC, pilihlah kelas (grade) terbaik. Cek keadaan DOC dengan cara melakukan timbang sampling bobot DOC saat pertama kali datang ke kandang. Bobot DOC minimal 37 gram. Amati apakah ada kematian di dalam boks, amati juga apakah pada bagian kaki terdapat kaki kering dan lemas, apakah bagian pusar terlihat hitam, amati kelincahan DOC, dan hitunglah keseragaman DOC ketika datang.

                Sebagai asupan nutrisi yang baik untuk anak ayam, tentunya harus ditunjang dengan pakan yang berkualitas sesuai dengan fase ayam. Sebaiknya pakan yang diberikan pertama kali pada fase pre starter adalah pakan yang memiliki ukuran partikel sesuai dengan umur ayam. Pakan pre starter dari Farmsco yaitu CHOI-AB sangat direkomendasikan untuk membantu memaksimalkan masa brooding selama 0-7 hari. Kemudian dilanjut dengan pakan starter CHICK-AB. Perpaduan pakan Choi dan Chick AB akan membantu mengoptimalkan performa pada masa brooding. Selain pakan, obat, vitamin dan vaksin juga perlu diberikan untuk menjaga agar ayam tetap sehat.

                Kontrol secara berkala keadaan masa brooding sangat penting dilakukan sebagai upaya untuk memaksimalkan performa ayam pada masa brooding. Kontrol yang harus dilakukan antara lain yakni kontrol kebutuhan pakan, air minum, kebutuhan penghangat, pencahayaan, kebersihan, kepadatan, kenyamanan, dan kontrol pertumbuhan ayam.

    `           Kontrol kebutuhan pakan yakni pemberian pakan lebih baik dilakukan segera setelah DOC masuk kandang. Meskipun DOC memiliki sisa kuning telur sebagai sumber energi, tujuan pemberian pakan sesegera mungkin selain sebagai sumber energi, pakan memiliki nutrisi yang lengkap, selain juga untuk mempercepat penyerapan kuning telur sebagai sumber antibodi yang berasal dari induk. Hal tersebut untuk memicu perkembangan saluran percernaan sehingga pertambahan bobot badan awal yang diharapkan bisa optimal. Pengontrolan kebutuhan pakan dilakukan secara berkala agar kita mengetahui feed intake ayam.

                Kontrol kebutuhan air minum juga sangat penting. Air minum ayam harus tersedia dan diberikan pertama kali saat DOC masuk kandang, disarankan air minum pertama diberikan air yang bersih dan bebas dari mikroba jahat. Caranya adalah campur dengan larutan elektrolit untuk menangani dengan cepat ayam yang dehidrasi dan stres di perjalanan. Konsumsi air minum dua kali lipat dari konsumsi pakan. Konsumsi air minum harus cukup dan tersedia, apabila kualitas air minum jelek dan ketersediaannya kurang, maka konsumsi air minum ayam akan menurun yang nantinya akan berpengaruh terhadap penurunan konsumsi pakan, yang mengakibatkan feed intake menurun dan pencapain bobot harian tidak optimal.

                Kontrol kebutuhan penghangat untuk anak ayam yang berumur di bawah 14 hari yang masih memiliki sIstem thermoregulator atau pengaturan suhu tubuh yang belum berkembang optimal sehingga anak ayam rentan terpengaruh suhu lingkungan terutama suhu dingin. Apabila anak ayam kedinginan, ayam akan bergerombol dan menghentikan aktivitas makan dan minum yang mengakibatkan ayam kekurangan nutrisi, lemah dan berakibat kematian. Kebutuhan hangat ayam selama masa brooding harus benar-benar diperhatikan dan dipenuhi kebutuhannya dengan suhu yang sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan ayam. Suhu untuk ayam umur 0-7 hari 30-33 0C, umur 8-14 hari 27-29 0C, dengan kelembapan 60-70%. Kebutuhan penghangat ini menyeseuaikan dengan kenyamanan ayam dan lokasi peternakan.

                Kontrol pencahayaan perlu dilakukan sehingga ayam tetap nyaman dan beraktivitas normal. Kemudian kontrol juga sirkulasi udara karena ayam membutuhkan oksigen. Kebutuhan oksigen atau sirkulasi udara bersih sangat penting untuk pertumbuhan anak ayam, sehingga perlu adanya pengaturan ventilasi yang baik untuk kandang open house. Caranya bisa diterapkan buka tutup tirai yang sesuai kebutuhan dan kecepatan angin di area kandang. Sedangkan untuk kandang closed house bisa menerapkan intermiten pada pan blower sesuai kebutuhan. Tirai sebaiknya dilapisi di bagian dalam yang bertujuan untuk memberikan udara hangat lebih merata. Untuk area brooding jangan sampai tertutup rapat karena bisa mengakibatkan pergantian udara tidak terjadi. Hal itu bisa menyebabkan berkurangnya suplai oksigen untuk anak ayam di dalam ruang brooding dan mengakibatkan meningkatkan kadar gas amoniak.

                Kontrol kebersihan itu penting karena merupakan bagian dari biosekuriti yang harus diperhatikan. Kebersihan tempat pakan dan minum jangan sampai terkontaminasi orang atau benda selain pakan dan air minum. Jagalah selalu kebersihan area kandang dan kebersihan petugas kandang. Kontrol kepadatan ayam masa brooding bisa dilakukan dengan menghitung luasan brooding sesuai dengan standar. Biasanya ayam umur 0-7 hari dengan kepadatan 50-60 ekor/m2, kemudian umur 08-14 hari berkisar 20-26 ekor/m2. Tujuan dari menghitung luasan ini agar tercipta kenyamanan bagi ayam. Harus diperhatikan juga pelebarannya.

                Kontrol kenyamanan ayam bisa dilihat dari aktivitas dan penyebaran ayam di dalam kandang. Ayam dalam aktivitas normal artinya ayam makan minum dan menyebar di kandang, ketika semua persiapan dan pengontrolan dilakukan dengan baik maka akan tercipta kenyamanan bagi ayam yang akan menunjuang keberhasilan masa brooding

                Kontrol pertumbuhan ayam dilakukan dengan melihat pertambahan bobot badan harian dengan cara menimbang sampling tiap kandang minimal 20-100 ekor. Selain itu perlu adanya pengontrolan keseragaman dengan cara menghitung keseragaman minggu pertama dan kedua. Apabila mulai terlihat ayam yang pertumbuhannya kurang baik segera seleksi dan pisahkan, apabila ada ayam yang sakit segera pisahkan, apabila ada ayam yang harus diapkir maka lakukan apkir pada umur 0-7 hari.

     

    BAB III

    PENUTUP

                Pemeliharaan ayam broiler yang sukses tidak pernah luput dari pemeliharaan ayam mulai umur 1-14 hari (sesuai cuaca disekitar). Dengan melakukan 3 kunci keberhasilan brooding akan mempermudah dalam pemeliharaan di minggu-minggu selanjutnya. Oleh karenanya dengan usaha yang baik pasti akan mendapatkan hasil yang optimal. 



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.