Manisnya Kupat Tahu Pak Manthok Magelang - Travel - www.indonesiana.id
x

Seporsi kupat tahu telur yang disajikan dengan aneka sayur dan kuah gula beserta kacang uleg

Chelsea Amalina VM

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 Desember 2019

Senin, 7 Juni 2021 05:54 WIB

  • Travel
  • Berita Utama
  • Manisnya Kupat Tahu Pak Manthok Magelang

    Kupat tahu telur dadar yang disajikan bersama bakwan, sayuran, juga kuah gula jawa beserta kacang goreng uleg

    Dibaca : 231 kali

    Aroma kacang goreng uleg sudah tercium jauh sebelum memasuki warung. Tempat kecil remang-remang ini menjajakan kuliner khas Magelang, kupat tahu. Dalam Bahasa Jawa, Kupat berarti ketupat dan tahu tetap tahu. Kupat tahu merupakan kuliner yang identik dengan cita rasa manis. Salah satu warung kupat tahu yang terkenal di Magelang adalah Kupat Tahu Pak Manthok.

    “Kupat Tahu Pak Manthok sudah berdiri sejak 2012 lalu, alhamdulillah masih berjalan sampai sekarang dan memiliki beberapa cabang”, kata salah satu pegawai kupat tahu. Warung kupat tahu di Magelang terbilang mudah ditemukan, tetapi Kupat-Tahu Pak Manthok menarik perhatian saya. Tempat sederhana di seberang pom bensin Sawitan ini terlihat banyak dikunjungi konsumen, entah apa yang spesial dari sini.

    Menu Kupat Tahu Pak Manthok

    Menjawab rasa penasaran di paragraf sebelumnya, ternyata menu yang disajikan di Kupat Tahu Pak Manthok berbeda dengan warung lain. Ketika penjual kupat tahu biasanya hanya memiliki satu jenis masakan, warung ini menyediakan dua variasi kupat tahu yaitu kupat tahu biasa serta kupat tahu telur.
    Kupat tahu di Magelang biasanya berisi ketupat yang dipotong dadu, taoge, tahu, serta dilumuri kacang uleg yang dicampur dengan kuah gula beserta rempah-rempah. Saya tertarik untuk mencicipi kupat tahu telur, sebab baru kali ini saya mendengar jenis kupat tahu tersebut.

    Ketupat

    Saya meminta izin sang juru masak untuk melihat cara menyajikan kupat tahu. Mulanya Si Ibu menggoreng tahu putih lalu memotong ketupat yang tergantung di atas gerobak. Tangannya mulai meracik bumbu berisi kacang, bawang putih, dan cabai yang diuleg lalu dituangnya kuah gula jawa yang telah direbus bersama rempah-rempah. Tak lupa ia menambahkan telur dadar sesuai pesanan saya.

    Bumbu dan Bahan Kupat Tahu

    “Silahkan”, ucap Si Ibu sembari menyodorkan sepiring penuh kupat tahu telur dadar. Sepiring kupat tahu lengkap dengan telur dadar dan kerupuk telah tersaji di depan saya. Sebelum menyantapnya, saya sempatkan untuk mengobrak-abrik isi sepiring ketupat tersebut. Berbeda dengan yang lain, Kupat Tahu Pak Manthok memiliki tambahan bakwan goreng yang dipotong-potong. Kupat tahu telur yang saya pesan ternyata tak berbeda jauh dengan biasanya, hanya saja ada tambahan telur dadar di atasnya.

    Sama halnya dengan kupat tahu lain, rasa kupat tahu telur dadar milik Pak Manthok cenderung manis dengan rasa khas bawang putih dan cabai uleg. Tekstur ketupat tak terlalu lembek tetapi juga tidak keras. Berbeda dengan kupat tahu yang sering saya beli, daun kol di sini direbus terlebih dahulu sehingga terasa lebih empuk. Ketupat dan kuah gulanya pun terasa masih hangat, padahal biasanya ketika saya membeli kupat tahu, kuah dan ketupat sudah dingin. Perpaduan manisnya gula jawa dengan gurihnya kacang uleg sangat cocok disajikann dengan sepiring ketupat hangat.

    Pilihan menu yang tak biasa, tekstur ketupat serta rasa bumbunya mungkin menjadi alasan banyaknya pelanggan yang datang ke Warung Kupat Tahu Pak Manthok. Menariknya lagi, Kupat Tahu Pak Manthok adalah warung favorit Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, lho. Harga kupat tahu yang ditawarkan berkisar dari Rp10-14 ribu saja.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.