Kompetensi Komunikasi dalam Kepemimpinan - Analisis - www.indonesiana.id
x

ilustr: clipart.email

zahara rony

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 Agustus 2021

Senin, 16 Agustus 2021 16:49 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Kompetensi Komunikasi dalam Kepemimpinan

    Keberhasilan dalam berkomunikasi efektif tidak saja pesan tersammpaikan sesuai harapan, tapi juga bisa mengubah perilaku seseorang. Di dalam komunikasi efektif terdapat kompetensi yang berlapis-lapis, diantaranya seperti mendengarkan, menyimak, mengklarifikasi dan menyampaikannya kembali dengan santun.

    Dibaca : 1.622 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Menjadi pemimpin sukses dibutuhkan suatu perjalanan yang amat panjang. Kompetensi leadership tidak muncul secara tiba-tiba. Berbagai dan beragam proses rumit,  bertalian dan bertaut yang akhirnya membentuk sebuah techno-skill. Kumpulan pengalaman yang berserakan dari satu pengalaman ke pengalaman yang lain, kemudian menjalankan satu pekerjaan sangat sederhana ke yang lebih kompleks, dilanjutkan melakukan tugas besar dan rumit, akan menghasilkan sebungkah keterampilan yang lengkap. Kehandalan dan ketangkasan menjadi kekuatan pemimpin ketika jatuh bangun membangun keseimbangan dan kekokohan organisasi.

    Pada era disruptif, kompetensi kepemimpinan terurai sangat luas dan sangat bervariasi. Satu diantaranya adalah kompetensi komunikasi. kompetensi  ini menjadi alat ampuh dalam berinteraksi berbagai generasi. Komunikasi didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan. Komunikasi organisasi adalah proses penciptaan makna atas interaksi yang menciptakan, memelihara, dan mengubah organisasi.

    Di dalam sebuah organisasi pemimpin adalah komunikator. Pemimpin  pada umumnya memiliki kemampuan komunikasi efektif. John W Gardner (2012) menyebutkan kompetensi tersebut menyadarkan posisi kita saat ini dalam merespek atasan dan bawahan secara proporsional. Kompetensi  komunikasi menjadi senjata untuk melakukan berbagai tindakan dalam organisasi.

    Dipertegas oleh Maxwell (2013) bahwa kepiawaian komunikasi termasuk menyampaikan pesan dengan jelas mempersyaratkan keajegan dalam berpikir. Selain itu juga memperlihatkan cermin dari penguasaan seseorang terhadap perencanaan. Ia memperlihatkan konsistensi seorang pemimpin dalam menyampaikan gagasan, ide, kebijakan ataupun keputusan yang menjadi prasyarat utama keberberhasilan memimpin.

    Mengapa komunikasi yang konsisten menjadi hal yang diperlukan dalam mengambil keputusan?

    Ia akan menimbulkan kepastian bagi anggota organisasi dalam melakukan pekerjaannya. Tanpa konsistensi dalam mengambil keputusan, anggota organisasi mengalami frustasi, bahkan heboh dalam "kebingungan massal" mewarnai lingkungan kerja. Mereka tak paham arah tujuan kebijakan yang telah ditetapkan. Kebijakan plin-plan, fluktuatif menjadikan produktivitas tim menjadi stagnan dan lambat laun menurun.

    Selain itu, lakukan komunikasi dengan hati secara terbuka, egaliter, rendah hati. Setiap tim patut diperlakukan dengan santun tak mengenal latar belakang dan posisi mereka. Dengan kata lain, terampil berkomunikasi membawa kita menghargai status dan peran orang lain dimana ujungnya menciptakan perasaan saling menghargai. Tugas seorang pemimpin melaksanakan aligning process (proses penyelarasan) secara  benar dan keseluruhan, bukan sebaliknya hadir dan terlibat tak memberikan makna di dalam organisasi.

    Bagaimana komunikasi dapat menjadi tiang kokoh dalam mempersenjatai seorang pemimpin dalam medan pertempuran di organisasi?

    M. R. Luddin (2019) menjelaskan bahwa kompetensi komunikasi akan compatible manakala disertai perilaku santun. Itu bisa tercapai dengan menghindari instruksi satu arah serta menghilangkan gaya diktator. Karena pemimpin yang baik bisa mengedepankan kesediaannya mendengarkan, menyimak mengajak bahkan memotivasi untuk berpartisipasi dan terlibat dalam sebuah kegiatan.

    Faktor komunikasi efektif juga perlu dilengkapi oleh sebuah kearifan. Ia akan menuntun pemimpin menemukan akar masalah yang jernih. Kemampuan memetakan persoalan dan merumuskan alternatif pemecahan masalah.

    "Mendengarkan dengan baik dan menjawab dengan santun adalah kesempurnaan tertinggi yang dapat kita raih dalam seni berkomunikasi" (Francois de La R)

    Ikuti tulisan menarik zahara rony lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.








    Oleh: museisman

    1 hari lalu

    Superior

    Dibaca : 153 kali