x

Iklan

winda fitriatus soleha 1084

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 Agustus 2021

Minggu, 29 Agustus 2021 19:18 WIB

Mahasiswi KKN UNEJ Dorong Usaha Kerupuk Desa Silo dengan Menciptakan Branding dan Digital Marketing

Program KKN Back to Village 3 yang diselenggarakan oleh salah satu mahasiswi Universitas Jember pada masa pandemi bertujuan memberikan pemberdayaan pada wirausaha masyarakat terdampak Covid19 yaitu Usaha Kerupuk Nyaman Abi Amin Desa Silo

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Ekspansi Pasar Melalui Ecommerce dan Packaging Pada Usaha Kerupuk Nyaman Abi Amin di Masa Pandemi Covid19

 

UMKM memiliki kontribusi  penting dalam perekonomian nasional. Jumlah UMKM di Indonesia mencapai 64,19 juta. Pandemi Covid-19 memberikan dampak negatif terhadap UMKM. Kementerian koordinasi dan bidang perekonomian menjelaskan sebanyak 82,9% UMKM mengalami dampak negatif akibat pandemi ini, sedangkan 5,9% mengalami pertumbuhan positif. Dampak negatif tersebut diakibatkan oleh sepinya pelanggan pada masa pembatasan kegiatan masyarakat. Banyak usaha kecil mengalami penurunan omset penjualan yang cukup drastis hingga harus gulung tikar.  

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dampak negatif akibat pandemi juga dirasakan usaha kerupuk miliki bapak Amin di Desa Silo. Kerupuk merupakan makanan ringan yang sangan popular dikalangan masyarakat Indonesia sebagai lauk serta sebagai jenis lomba makan utama pada HUT RI. Tak anyal kerupuk sangat diminati masyarakat Indonesia, juga masyarakat di Desa Silo sendiri.

Usaha bapak Amin berdiri pada tahun 1998. Pada awal merintis usaha tersebut sangat terkenal namun beberapa tahun kemudian usaha ini mulai surut. Pandemi mengakibatkan usaha semakin terpuruk. Salah satu faktonya adalah sepinya pelanggan serta penurunan perekonomian masyarakat di desa silo dan sekitarnya membuat omset penjualan kerupuk menurun.

Sebelum wabah pendapatan rata rata yang diperoleh sebesar Rp2 juta perminggu dengan omset penjualan + 2 juta. Setelah pandemi pendapatan mengalami penurunan sebesar 50% atau sekitar 1 juta, sehingga proses produksi yang awalnya dilakukan 2 hari sekali hanya dilakukan 2 kali dalam seminggu.

Terdapat berapa kelemahan usaha tersebut mengalami penurunan diantaranya:

  1. Tidak ada branding pada usaha kerupuk bapak amin sehingga tidak mudah dikenal masyarakat.
  2. Tidak ada outlet tersendiri sehingga pelanggan terkadang harus membeli kerupuk di tempat produksi (Rumah Bapak Amin) yang letaknya tidak strategis.
  3. Pelaku usaha tidak melakukan promosi

Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dengan adanya kegiatan KKN Bact To Village ini dibuatlah sebuah inovasi-inovasi berupa pemanfaatan digital marketing serta menciptakan branding untuk membantu usaha kerupuk milik Bapak Amin di Dusun Pertelon Desa Silo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember dalam mengembangkan usahanya. Berikut tahapan program yang akan dilakukan:

  1. Pada minggu pertama penulis melakukan kegiatan observasi tempat usaha, selanjutnya melakukan perizinan terhadap pelaku usaha, melakukan wawancara mengenai usaha tersebut serta program yang akan dilakukan, melakukan dokumentasi serta penerapan protokol kesehatan
  2. Pada minggu kedua penulis menciptakan branding pada produk dengan nama Kerupuk Nyaman Abi Amin dan melakukan kegiatan desain logo kemasan. Desain logo kemasan (stiker) akan di tempatkan dalam pengemasan kerupuk. Penulis akan memberikan pelatihan dalam pembuatan stiker. Harapannya yakni pengemasan lebih menarik serta dapat diketahui oleh banyak orang karena dalam stiker akan dicantumkan tempat serta nomor telepon pemilik
  3. Pada minggu ketiga penulis melakukan digital marketing. Penulis akan membuatkan akun sosial media untuk usaha Kerupuk Nyaman Abi Amin sebagai alat pemasaran seperti: IG dan FB. Akun terdebut juga akan di tempatkan pada pasar online di desa silo seperti Grup PODS (Pasar Online Desa Silo). Media online IG dan FB digunakan sebagai alat bantu dalam menerapkan Jasa Titip. Harapannya dapat memperluas pasar sehingga akan meningkatkan pendapatan.
  4. Pada minggu ke 4 akan melakukan pemantauan penjualan, analisis hasil pemantauan penjualan sehingga pada akhir kegiatan kkn penulis dapat menyimpulkan hambatan apa saja yang terjadi dalam pelaksanaan program kkn serta penulis dapat mengevaluasi program tersebut. Harapannya agar program dapat dilakukan secara berkelanjutan serta dapat memaksimalkan ekspansi pasar Usaha Kerupuk Nyaman Abi Amin

Harapan kedepannya terhadap usaha ini adalah lebih berkembang sehingga dapat terdaftar sebagai UMKM serta dapat menguasai pasar kerupuk Kecamatan Silo(Winda Fitriatus Soleha/KKN 41/Jember/Panakajaya Hidayatullah)

Ikuti tulisan menarik winda fitriatus soleha 1084 lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler