Usaha Ibu Suningsih Tak Mengenal Rugi - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Igafriella Wiemma

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 Maret 2021

Kamis, 23 September 2021 06:56 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Usaha Ibu Suningsih Tak Mengenal Rugi

    Tugas Dakwah Islamic Entrepreneur

    Dibaca : 728 kali

    Ibu Suningsih, muslimah berusia 42 tahun, ibu dari 3 putri yang rela meninggalkan pekerjaan kantor yang nyaman di ibukota Jakarta agar bisa maksimal mendidik anak-anaknya. Hobinya dalam berbisnis sejak usia remaja menjadi alternatif untuk mendapatkan penghasilan tambahan bagi keluarga di kehidupan rumah tangganya sekarang, beliau selalu mencari ide variatif dalam usaha kulinernya. Disamping itu, beliau juga berperan dalam dakwah, terdengar sederhana namun sungguh berarti, yaitu amar makruf nahi mungkar.

    Memiliki pekerjaan tetap, bagian marketing properti apartemen di Kemang Village sejak tahun 2016, selama 3 tahun. Kala itu, sehari-hari beliau meninggalkan 2 anaknya yang masih kecil diasuh orang tuanya. Ketika hamil anak ketiga, beliau resmi memutuskan untuk berhenti bekerja di kantor, ia ingin fokus pada urusan rumah tangganya, namun ia tak kehabisan ide untuk kembali berusaha dan bermimpi menjadi pengusaha sukses.

    Pada akhir tahun 2018 ia mulai merintis usaha bawang goreng, berawal dari saran teman yang suaminya memiliki usaha kupas bawang. Beliau memulai dengan menyuplai bawang dari petani lokal di Brebes, beliau dijanjikan dengan harga tetap walaupun harga di pasaran senantiasa berubah-ubah. Dari mulai bisnis sederhana itu, ia terus ingin memajukan usahanya.

    Sekitar akhir tahun 2018, beliau mendapatkan kesempatan untuk mengikuti berbagai acara dan pelatihan, hampir tuntas mengurus sertifikasi kehalalan, tak lama kemudian pandemi Covid-19 mengekang pergerakan manusia. Sebelum pandemi omset bisnis beliau bisa mencapai 1 juta per bulan, dan selama pandemi omsetnya sedikit turun berkisar Rp 400.000 sampai Rp 500.000 per bulan.

    Karena beliau berdagang dan mempromosikan bawang gorengnya secara online sejak awal dirintis, maka ketika pandemi pun tak banyak berubah dari strategi yang beliau tekuni. Merek Shafura Food adalah label bawang goreng dan usaha catering makanan seperti nasi bakar, tumpeng mini dan nasi kotak untuk pesanan acara dan lain-lain.

    Sebelum pandemi pula, beliau selalu berjualan di bazar yang rutin diadakan tiap pekan, dahulu beliau rutin menjual lebih banyak stok bawang gorengnya, beliau juga menvariasikan beberapa makanan dan produk kolaborasi dengan pebisnis lainnya. Bagaimana pun antusias beliau dalam berdagang, tak membutakan dirinya untuk tetap menaati syariat Allah. Bagi ibu Ningsih usahanya ini bukanlah satu-satunya hal yang menjadikan ia puas dengan keuntungan, akan akan tetapi ia berusaha bagaimana usahanya menjadi berkah. Maka dari itu itu dia tak segan untuk mengingatkan temannya sesama pebisnis agar tidak curang dalam timbangan. Sangat disayangkan hal tersebut sering dilanggar dalam dunia perdagangan, Allah ta'ala berfirman tentang kecelakaan bagi orang-orang yang curang dalam menimbang:

    وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ ﴿1﴾ الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ ﴿2﴾ وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ ﴿3﴾ أَلَا يَظُنُّ أُولَٰئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ ﴿4﴾ لِيَوْمٍ عَظِيمٍ ﴿5﴾ يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿6

    ﴾ “Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)! (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dicukupkan, dan apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi. Tidakkah mereka itu mengira, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar, (yaitu) pada hari (ketika) semua orang bangkit menghadap Tuhan seluruh alam.” (Quran Surah Al-Muthaffifin: 1-6)

    Ibu Ningsih juga rutin memberikan sedekah Jumat berupa nasi bakar yang sering ia jual dan dipesan oleh langganannya, jika sesekali ia belum mendapatkan kelonggaran rezeki untuk bersedekah maka beliau masih memanfaatkan program sedekah bersama dari kelurahan. Beliau yakin bahwa sedekah tidak akan menjadikannya rugi, justru ada banyak keuntungan yang menanti,

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّه

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, 'Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.’ (Hadits Riwayah Muslim)

    Dalam berwirausaha bukanlah untung dan rugi yang harus selalu diperhitungkan, ada syariat Allah yang harus tegak dipertahankan, ada keberkahan yang harus lebih dikejar, dan kebahagian yang harus dibagikan kepada orang-orang di sekeliling kita. Sosok ibu pendidik anak-anak dirumah sambil membantu suami menjemput rezeki adalah contoh nyata dalam dakwah muslimah zaman ini, menjadi contoh yang baik bagi sesama rekan bisnis serta mampu menyampaikan kebaikan dengan cara yang baik, niscaya akan membentuk perubahan yang lebih baik.

    Segala puji bagi Allah yang telah menempatkan kita di bumi sebagai tempat yang baik untuk mencari penghidupan yang baik dan halal, hendaknya kita tak lupa bersyukur. وَلَقَدْ مَكَّنّٰكُمْ فِى الْاَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيْهَا مَعَايِشَۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ ࣖ Dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur. (Quran Surah Al-A'raf: 10)



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.