Fakultas Hukum UHO Sukses Menggelar Workshop Kurikulum - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Tampak dekan FH UHO bersama narasumber memberikan Pengarahan dalam Workshop

Muh Sjaiful

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 Agustus 2021

Rabu, 24 November 2021 18:46 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Fakultas Hukum UHO Sukses Menggelar Workshop Kurikulum

    Pada kegiatan workshop yang digelar Fakultas Hukum UHO, Dr Herman, S.H. LLM selaku dekan, berharap kegiatan ini bisa menjadi bekal terutama dosen-dosen lingkup FH UHO untuk terus berkarya dan berinovasi untuk menghasilkan produk-produk akademik yang berguna bagi pengembangan FH UHO. Herman juga optimis kalau para dosen lingkup FH UHO, dapat bekerja profesional dan terukur sesuai dengan bekal yang didapatkan dari para narasumber, maka FH UHO akan dapat meningkatkan akreditasinya menjadi akreditasi unggul

    Dibaca : 182 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (FH UHO), salah satu fakultas hukum terkemuka di Jazirah Provinsi Sulawesi Tenggara. Ini tidak bisa dipungkiri karena pada setiap penerimaan mahasiswa baru setiap tahun, jumlah peminat bersaing masuk fakultas ini masih sangat tinggi. Menyadari keberadaannya sebagai fakultas hukum dengan jumlah peminat sangat tinggi tersebut, maka FH UHO terus berpacu untuk meningkatkan kualitasnya baik dari segi kelembagaan maupun dari segi sumber daya manusia yang dimiliki. Untuk mengantasipasi hal itu, FH UHO menggelar kegiatan workshop yang berlangsung selama 4 hari. Hari pertama adalah workshop tentang evaluasi kurikulum, hari 2 tentang penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), hari 3 tentang Rancangan Buku Ajar, dan hari 4 mengenai Pengembangan SDM. Empat hari kegiatan berlangsung di hotel berbeda di Kota Kendari, mulai 21 November sampai 24 November.

    Kegiatan workshop melibatkan unsur pimpinan, para dosen, dan tenaga kependidikan lingkup FH UHO. Semua yang terlibat dalam workshop memberikan respon postif setiap narasumber yang memberikan materi. Para narasumber tidak hanya memberikan penjelasan secara konsep kebijakan perguruan tinggi tetapi juga memberikan bekal teknis kepada perserta berkenaan paket kurikulum yang sejalan dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang tengah digelorakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Semua materi disampaikan secara lugas yang  mudah dicerna para peserta.

    Pada kesempatan itu, Dr Safril Sofwan Sanib, SH, MKn, selaku Ketua Senata FH UHO memberikan respon bahwa Capaian Pembelajaran (CPL) untuk fakultas hukum, sudah konkrit, yaitu luar peserta didik berbekal pengetahuan hukum praktis, berorientasi untuk menjadi penegak hukum yang handal, seperti jaksa, hakim, advokat, konsultan hukum di beberapa perusahaan, instansi pemerintah maupun swasta, pendidik, atau melnjutkan pada tingkat pendidikan profesi notaris.

    Hal senada juga disampaikan oleh Dr Guswan Hakim, SH. MH, selaku Ketua Unit Jaminan Mutu FH UHO bahwa luaran sarjana hukum dari sebuah pendidikan hukum bukan sekadar menjadi wiraswasta atau menciptakan sentra-sentra wirausaha berbasis profit, tetapi yang paling pokok kata pria alumni sekolah pascasarjana program doktor ilmu hukum Universitas Airlangga tersebut, adalah para alumni hukum mencurahkan ilmunya untuk mengabdi kepada penegakan hukum yang lebih baik di Indonesia. Untuk itu ujar Guswan bahwa semua derivasi kurikulum pendidikan hukum di Indonesia adalah mencetak ilmuwan hukum yang berdedikasi guna penegakan hukum di Indonesia menuju asas semua orang sama di depan hukum atau equality before the law. “Produk CPL pendidikan hukum bukan semata-mata untuk industri atau menjadi pekerja tetapi sesungguhnya lebih daripada itu yakni demi terwujudnya cita-cita Indonesia sebagai negara hukum”, karena itu, harapan saya kurikulum pendidikan hukum Indonesia saat ini sebaiknya mengambil jalan tengah yakni dengan tetap mempertahankan karakteristik ilmu hukum sebagai sui generis juga disisi lain mengadopsi setiap kebijakan kementerian pendidikan yang senantiasa berubah jika terjadi pergantian menteri”, pungkas Guswan Hakim.

    Disela-sela tanya jawab peserta, Dr Herman, S.H., LLM, selaku Dekan FH UHO, menyampaikan bahwa saat ini dunia pendidikan kita sudah menginjak era digitalisasi maka setiap evaluasi kurikulum pendidikan yang antara lain menilai efektivitas kinerja dosen, tidak seperti dulu lagi berbasis manual tetapi sekarang sudah berbasis by system dengan menggunakan fasilitas akses internet, sehingga penilaian kinerja dosen dapat diukur secara proporsional dan terukur. "Melalui sistem seperti itu maka kinerja dosen akan diukur berdasarkan profesionalitas, semua sudah terukur by system sehingga tidak ada lagi dosen yang merasa dirugikan”, ujar Herman.

    Kegiatan workshop yang berlangsung empat hari berturut-turut, telah menghadirkan narasumber yang berkompeten dibidangnya, antara lain Dr La Ode Santiadji, SP., MSi, selaku Ketua Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan UHO (LPPMP UHO) menyajikan materi topik Evaluasi Kurikulum dan Penyusunan RPS, kemudian Dr H La Ndia membawa materi topik Pengembangan SDM lingkup FH UHO.

    Menariknya pada kegiatan workshop, telah menghadirkan pemateri luar UHO yang sangat luar biasa, yakni Dr Prawitra Thalib, S.H., M.H., yang merupakan salah satu dosen muda pada Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Prawitra memberikan materi tentang cara penyusunan buku ajar berbasis riset. Pria berkacamata itu banyak memberikan penjelasan tentang trik serta strategi menyusun buku ajar yang kontennya memuat hasil-hasil penelitian dosen. Katanya bahwa hingga saat ini masih kurang referensi buku ajar hukum yang ditulis dengan berbasis riset.

    Selesainya kegiatan workshop kurikulum yang digelar FH UHO, Herman berharap kegiatan ini bisa menjadi bekal terutama dosen-dosen lingkup FH UHO untuk terus berkarya dan berinovasi untuk menghasilkan  produk-produk akademik yang berguna bagi pengembangan FH UHO. Herman juga optimis kalau para dosen lingkup FH UHO, bekerja profesional dan terukur sesuai dengan bekal yang didapatkan dari para narasumber, maka FH UHO akan dapat meningkatkan akreditasinya menjadi akreditasi unggul.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.