Refleksi Hari Guru: Berhenti Saja Jadi Guru, Jika... - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Salah satu tujuan program guru penggerak adalah bagaimana mengajar yang menyenangkan di kelas.Mungkin seperti iklan rexona, kesan pertama begitu menggoda, seterusnya terserah anda. Pembelajaran dengan menyenangkan akan berdampak pada aktivitas yang penuh dengan semangat, serta motivasi yang terus berkembang. Apakah menyenangkan dapat meningkatkan motivasi dan prestasi peserta didik?. Akan dikupas dalam tulisan ini.

Bahar Sungkowo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 November 2021

Kamis, 25 November 2021 11:58 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Refleksi Hari Guru: Berhenti Saja Jadi Guru, Jika...

    Sebagai guru yang akan memasuki masa purna tugas, suasana batin dan jiwa seperti permen Nano-nano. Disatu sisi sedih akan berpisah dengan profesi yang telah dijalani sekitar 23 Tahun, namun disatu sisi ada kegamangan, apakah saya telah menjadi guru yang baik dan didamba peserta didik? ataukah guru yang tidak diharapkan kehadirannya?. Lalu apakah pengganti saya adalah guru yang Didamba peserta didik yang mempesona, pintar dan mengajar dengan hati, atau sebaiknya. Jika anda tidak tulus ikhlas dari hati mengajar peserta didik, sebaiknya anda Berhenti jadi GURU

    Dibaca : 147 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Selamat Hari Guru, selamat buat guru-guru Indonesia. Inilah ucapan yang memberikan semangat karena hari ini, guru dihargai sebagai orang penting yang berjasa bagi negara. Sejalan dengan peringatan ini, marilah kita camkan quote dari KH Mainoen Zubair yang berkata " Yang paling hebat bagi guru adalah mendidik, dan rekreasi guru adalah mengajar. Ketika melihat murid-murid yang menjengkelkan dan melelahkan, terkadang hati teruji kesabarannya, namun hadirkanlah gambaran bahwa diantara satu dari mereka akan menarik tangan kita menuju  Syurga" Masya Allah, sungguh mendalam nasehat dari Kyai maimoen ini, untuk kita para guru Indonesia. 

    Baca dan resapi secara mendalam bahwa kita adalah guru yang didamba seperti nasehat diatas. Guru adalah figur terhormat dan mulia. Karena pengorbanan dan ketulusan hatinya, derajat dirinya menjadi tinggi dan menjadi salah satu calon penghuni syurga, baik dari dirinya sendiri, dari anak kandungnya, atau anak didiknya. Masya Allah. Guru adalah figur digugu dan ditiru. pribadi yang digugu adalah pribadi yang diteladani dan diidolakan peserta didik, sedangkan ditiru adalah figur yang mengempati dengan isnpirasi kebaikan dan kebenaran bagi peserta didiknya. 

    Menjadi guru adalah panggilan hati dan kesadaran akan tanggungjawab mendidik dan mengajarkan kebaikan dan kesalihan dalam diri peserta didik. Tidak ada kata menyerah, mengeluh dan berat saat mengajar serta bertemu dengan berbagai karakter peserta didik. Ada yang menjengkelkan, menyenangkan, membingungkan dan membuat stress dalam jiwa guru. Itulah warna-warni dalam mengemban tugas sebagai guru. Lalu mengapa ada guru yang Benar, lalu ada guru Bayar dan ada guru Nyasar?. He..he... inilah dampak dari niat yang berbeda-beda.  

    Guru Nyasar adalah menjadi guru karena tidak ada profesi lain yang bisa didapatkan. maka wataknya adalah sekedar menggugurkan kewajiban saja, dan tidak menghayati profesi sebagai seorang guru. Alhasil kualitas pembelajaran sebatas minimal lebih sedikit, karena yang penting mencapai target dari sekolah. Guru seperti ini kurang peduli terhadap tumbuh kembang siswa, dan labil dalam menentukan terus menjadi guru atau mencari profesi lain. Jika ini terjadi, Silakan berhenti jadi guru, cari profesi lain. 

    Guru Bayar adalah berniat dan jadi guru untuk sekedar mencari kesejahteraan atau gaji yang lebih dari kebutuhannya. Guru seperti ini semangat jika menjelang gajian, namun kurang semangat jika gajiannya masih lama. Guru bayar berprinsip jika ada sekolah yang lebih besar bayarannya, maka saya akan pindah dari pada di sekolah ini gajinya kecil. Maka guru bayar ini adalah guru kutu loncat yang sering berpindah-pindah mencari sekolah dengan bayaran yang besar dan kesejahteraan yang baik. Dari pada menjadi guru bayar seperti ini, silakan berhenti jadi guru dan mencari profesi lain, ini justru merusak ekosistem sekolah. 

    Guru Benar adalah guru ikhlas, dedikasi, dan integritas dalam menjalankan amanahnya sebagai guru. Pribadinya istiqamah, dan teguh pada prinsip bahwa mengajar adalah ibadah. Berapapun seleri yang diterimanya, ia tak peduli. Berharap atas pahala dan ridhoNya sebagai pengajar yang mengajarkan ilmu kebaikan di dunia dan akhirat. Balasan tertinggi hanya dari Allah. Guru benar adalah figur guru yang mengajar dengan hati. Keihklasan adalah senjatanya, Keridhoan Allah adalah tekadnya dan kasih sayang dengan hati adalah strateginya. Janganlah anda berhenti jadi guru, andalah yang didamba peserta didik, andalah yang diperlukan bangsa dan negara ini. Teruslah menjadi guru untuk menebar kebaikan dan inspirasi bagi civitas sekolah dan ekosistem pendidikan Indonesia. 

    Selamat hari guru, teruslah berkiprah yang terbaik. namun jika  jadi guru hanya untuk:

    1. Pelarian saja

    2. Menjadi pegawai P3K

    3. Mencari gaji besar dan kesejahteraan

    4. Menjilat pimpinan untuk jabatan basah di sekolah

    5. Malas dan jumud terhadap kemajuan dan teknologi 

    6. tidak memberi inspirasi buat rekan sejawat

    7. individualistik dan materialistik

    8. menjadikan siswa sebagi obyek penderita dan su'udzan terhadap siswanya,

    maka detik ini pun, dihari guru Nasional, silakan anda BERHENTI jadi GURU...

    Wallahu alam bis showab...



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.