x

Seorang Siswa Menceritakan Karir Militer Sang Bapak yang pada Masa Orde Baru yang Sempat Bertugas Bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Semasa Berdinas di Kesatuan Militer.

Iklan

Joseph Army S

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2021

Minggu, 28 November 2021 13:33 WIB

Merdeka Belajar dan Kisah Keluarga pada Masa Orde Baru

Siswa diajak untuk belajar sejarah dan belajar dari sejarah yang mereka hidupi dalam keluarga pada masa Orde Baru.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kakek saya sebagai ahli sejarah Banyumas telah membuat saya kagum semenjak kecil. Rumah kuno miliknya selalu berisi dengan ratusan buku mengenai sejarah dan politik Indonesia. Cinta kakek saya terhadap sejarah Banyumas telah menginspirasi saya untuk lebih menghargai, menghormati dan mencintai darimana kita berasal, bahwa saya seharusnya lebih mencintai sejarah saya ini.

 

Tidak banyak siswa yang tahu latar belakang keluarga maupun kisah para orang tuanya pada masa Orde Baru. Orang tua pada masa kini diisi oleh warga negara yang dilahirkan dan tumbuh dewasa pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Mereka hidup pada kurun waktu 1966 hingga 1998. Hampir seluruh orang tua siswa memiliki kenangan pada masa itu yang sangat baik, terutama nilai-nilai hidup dan keluarga. Penulis terinspirasi dengan pandangan ini sejalan dengan semangat Merdeka Belajar.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Penulis melihat kondisi para siswa pada masa pandemi Covid-19. Mereka harus tinggal di rumah bersama keluarga. Kedekatan interaksi yang mendalam dengan bapak, ibu, maupun keluarga besar yang tinggal bersama menjadi inspirasi dan kekuatan mereka dalam berkisah. Terlebih lagi situasi pandemi ini juga menjadi ajang untuk semakin merekatkan hubungan keluarga, yang mungkin karena kesibukannya masing-masing, justru mengurangi interaksi intim di dalam keluarga.

Penulis selaku guru mata pelajaran Sejarah Indonesia kelas XII sangat beruntung. Kebetulan pembahasan pas membahas masa Orde Baru, sehingga pencarian foto dalam album keluarga para siswa menjadi pekerjaan yang tidak begitu sulit. Para siswa bisa sambil membuka album foto juga berbagi cerita dengan orang tua atau keluarga besar di sekitarnya. Kisah-kisah yang dibagikan tentu mengandung beragam rasa dan pesan hidup, sekaligus moral sezaman yang jarang sekali dibagikan. Momen-momen berkisah yang langka ini menjadi nilai tugas yang mahal. Para siswa bisa memetik buah kehidupan yang telah dijalani keluarga, dan menyelami semangat hidup yang telah diwariskan keluarga dari masa Orde Baru.

 

Berkisah Keseharian

Materi sejarah yang penulis bawakan memasuki dimensi kedekatan personal. History from within atau history in daily activities. Kisah sejarah itu tidak jauh-jauh dari keluarga inti kita, ataupun narasi sejarah bisa muncul dari keseharian kita. Penjelasan metodologis sederhana ini menjadi titik dorong terkuat untuk menampilkan narasi yang mendalam, dan detail tentang peristiwa yang dialami keluarga selama masa Orde Baru.

Sejarah Orde Baru yang diajarkan dalam proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), juga menemukan validasi dan konfirmasinya langsung dari anggota keluarga yang mengalami masa tersebut. Guru dalam posisi ini hanya menempatkan diri sebagai fasilitator dan pemateri dalam kerangka umum. Selebihnya siswa yang kemudian mencari foto keluarga turut mencari pembuktian akan kebenaran narasi yang dijabarkan guru di kelas daring. Sebuah proses pembelajaran yang benar-benar memerdekakan siswa dalam menemukan pengetahuan. Mereka terbantu pula untuk memahami materi sejarah Orde Baru dari penuturan orang tua atau kakek dan nenek mereka.

Pembelajaran yang total dari beragam arah ini juga membantu guru dalam mengulang materi yang telah diajarkan di kelas. Sebuah model pembelajaran yang memberikan memori jangka panjang yang baik dan paripurna. Siswa diajak untuk belajar dari masa lalu yang sejalan pula dengan materi yang diajarkan di kelas. Perpaduan model pembelajaran yang sungguh memerdekakan pikiran dan kehendak mereka untuk memahami materi yang diajarkan.

Penulis menjadikan perbincangan dan pencarian foto keluarga pada masa Orde Baru sebagai tugas, sehingga totalitas pengerjaannya akan lebih maksimal. Para siswa bisa menimba kisah-kisah dari foto yang mereka temukan, sekaligus mendapatkan pengalaman dari keluarga pada masa itu. Kisah-kisah yang banyak dibumbui dengan tawa gembira, namun tidak jarang penulis menemukan cerita pilu penuh derita dan tangis air mata. Tidak menutup pula adanya cerita lucu yang sarat makna hidup, bahkan foto-foto yang terkait pula dengan orang-orang penting pada masa Orde Baru yang belum tentu terdokumentasikan dalam perjalanan sejarah bangsa ini.

Para siswa kelas XII baik IPA maupun IPS di SMA Kolese Loyola Semarang, penulis ajak untuk menyelami kisah-kisah di balik foto-foto keluarga dan menuliskannya dalam esai pendek tidak lebih dari tiga halaman, dengan disertai minimal satu buah foto. Selain itu, tidak lupa siswa untuk membubuhkan identitas anggota keluarga sebagai narasumber utama untuk berbagi cerita. Hasilnya, beragam kisah dan manfaat diperoleh di balik tugas sederhana ini.

 

Merekatkan Keluarga

Beberapa siswa yang awalnya tidak dekat dengan keluarga selama masa sebelum dan selama pandemi, berubah menjadi lebih akrab dan mesra. Mereka seperti mendapatkan ruang untuk didengarkan dan dianggap penting dalam keluarga. Beberapa siswa bahkan mengakui adanya kerenggangan hubungan antara orang tua dan anak, namun bisa dijembatani lewat tugas ini. Siswa dengan status sebagai anak mampu mendengarkan dan memahami dengan baik para orang tua mereka, bahkan nenek, kakek, om, atau tante yang jarang mereka ajak berkomunikasi.

Kegembiraan dan bahkan sampai menyentuh pada tindakan trauma healing mampu melegakan, dan mengobati situasi psikologi bagi keluarga selama masa pandemi. Penulis mensyukuri pengalaman merdeka belajar dan model-model pembelajaran yang memberikan keleluasaan, untuk menemukan nilai-nilai yang tidak semata-mata hanya menuju pada nilai akademis belaka. Akan tetapi, ada nilai-nilai hidup yang bisa diteladani dengan sangat baik dari sejarah hidup keluarga pada masa Orde Baru.

Pesan-pesan hidup yang dibungkus dalam kisah penuh nostalgia, bahkan hiburan pelipur lara mampu dihadirkan siswa lewat tulisan-tulisan esai, disertai foto-foto keluarga mereka. Dari kisah-kisah yang dituliskan dan direkam dalam foto, siswa-siswa menemukan pewarisan nilai hidup keluarga, seperti ketabahan, keikhlasan, ketulusan, kegigihan, dan tidak ketinggalan tentu saja cinta.

Penulis menampilkan beberapa foto keluarga siswa, sekaligus memberikan penjelasan yang mendalam tentang secuplik potongan-potongan narasi besar masa Orde Baru. Sejarah yang terkisahkan siswa menjadi sejarah yang selalu diperjuangkan keobyektifannya. Meskipun berangkat dari kisah keluarga yang cenderung subyektif, namun di balik itu semua, sejarah keluarga ke depannya semoga bisa menjadi alternatif penulisan sejarah yang benar-benar lengkap dan detail, seperti konsep penulisan sejarah ala sejarawan Perancis Fernand Braudel, Total History.

Salah satu foto dan sebagai potongan esai beberapa siswa bisa disimak di bawah ini, yang merupakan hasil tangkapan layar lembar kerja mereka.

Merdeka Belajar dan Kisah Keluarga pada Masa Orde Baru

 

 #BergerakDenganHati #DemiKemajuan

Ikuti tulisan menarik Joseph Army S lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler