Merdeka Belajar serta Belajar Merdeka di Masa Pageblug Covid-19 - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

timbul math

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 November 2021

Minggu, 28 November 2021 15:16 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Merdeka Belajar serta Belajar Merdeka di Masa Pageblug Covid-19

    Timbul Sasongko WongGirJalis (Orang Pinggiran Ajar Nulis) Orang Pinggiran Belajar Menulis

    Dibaca : 21.088 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Hampir Dua Tahun seluruh dunia dilanda pageblug Covid-19. Protokol kesehatan serta era baru normal menjadi sesuatu yang akrab di kehidupan sehari-hari. Kebijakan pemerintah saat ini sudah memulai vaksinasi. Guru dan tenaga kesehatan menjadi prioritas utama menerima vaksin Covid-19.

    Prioritas tenaga kesehatan karena sebagai garda terdepan penanganan Covid-19, sedangkan guru seiring rencana pembelajaran tatap muka yang akan segera digelar. Pembelajaran tatap muka sebelum dilaksanakan, memerlukan perencanaan yang matang. Pengelolaan pembelajaran di kelas harus membaur dengan prokes, selain pendidik yang sudah tervaksin.

    Pembelajaran Campuran (Blended Learning)

    Pembelajaran regular tatap muka semester ganjil dan genap SD Negeri 6 Punung, saat kebijakan belajar di rumah dikeluarkan dilakukan melalui online. New normal memaksa dilaksanakannya pembelajaran campuran, di mana mengombinasikan tatap muka dan online. Tata kelola ruangan kelas selain menjaga jarak dan memakai masker juga disesuaikan menurut aturan kenormalan baru. Bagi sekolah dasar yang mempunyai rombel paralel hanya memenuhi syarat 50% siswa. Faktor terpenting di luar teknis adalah bagaimana mengadakan taktik manajemen implementasi pembelajaran. Penulis berpendapat, menghadapi new normal semester mendatang, jika pageblug Covid-19 dan kebijakan belajar di rumah masih diberlakukan, mekanisme tatap muka diterapkan sesuai skema pembelajaran campuran (blended learning).

    Metode campuran bersifat mengombinasikan serta memadukan berbagai sumber dan modus belajar tatap muka (luring) dengan pembelajaran online (daring). Sistem blended learning menjadi penengah sekaligus menawarkan alternatif untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka selama pageblug. Penulis selama Pageblug Covid-19 ini menggunakan alternatif menggabungkan program “Merdeka Belajar” yang digagas oleh Mendikbud Nadiem Makarim dengan rancangan “Belajar Merdeka” di rumah, agar pelaksanaan berlangsung efektif. Belajar merdeka menanggapi kekurangan konsep merdeka belajar di sekolah, dengan membuka kesempatan di sekolah dan keluarga mendampingi anak-anaknya belajar di rumah.

    Konsep merdeka belajar secara garis besar adalah pemberian otonomi khusus bagi sekolah maupun komponen di dalamnya untuk menetapkan cara serta corak proses belajar mengajar, termasuk usaha perampingan beban administratif guru. Guru diberi kemerdekaan menyiapkan materi. Nadiem mengatakan, jika guru ingin mengajak peserta didiknya keluar kelas serta belajar dari dunia di sekitarnya, tidak boleh menutup celah kreasi dan inovasi guru. Kecakapan anak dalam berkarya dan berinovasi saat ini sangat dibutuhkan.

    Anak mempunyai minat dan bakat beragam, namun kesamaan menutupi kemampuan itu. Pemikiran ide merdeka belajar sebenarnya menjawab tantangan itu. Konsep merdeka belajar dimulai dari filsafat peralihan dan keadaan mandiri Ki Hadjar Dewantara. Pemikiran ini berawal tahun 1920 mengenai keinginan baru peralihan mendasar dalam lapangan pendidikan dan perihal mengajar.

    Metode “Among” dalam Belajar Merdeka di Masa Pageblug Covid-19

    Keinginan baru adalah gabungan kesadaran budaya dan kebangkitan politik. Pembauran keduanya tidak lepas dari asas pendidikan yang berdasar kemerdekaan. Kesempurnaan hidup manusia, sehingga dapat memenuhi segala keperluan lahir dan batin yang diperoleh dari kodrat alam merupakan tujuan pendidikan (Ki Hadjar Dewantara, 2009).

    Proses memahami belajar merdeka mengadaptasi rancangan pembelajaran untuk mandiri. Ki Hadjar Dewantara menyatakan kemandirian atau kemerdekaan jiwa. Bagi penulis, pengertian belajar merdeka atau belajar mandiri dengan landasan Ki Hadjar Dewantara mengenai metode among, yaitu ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Ketiganya menjadi substansi landasan pendidikan yang bisa diterapkan pada pendidikan keluarga dengan tujuan kemandirian anak. Metode among tidak menghendaki paksaan melainkan memberi tuntutan hidup anak berkembang lahir maupun batinnya.

    Masa pageblug Covid-19 sebenarnya menjadi peluang emas belajar merdeka melalui lingkungan keluarga. Keluarga berperan signifikan mengajarkan anak mengenai belajar merdeka, selain sistem blended learning ditempuh melalui daring. Para orangtua selama Pageblug Covid-19 dari pengamatan di objek atau lembaga Penulis (Guru) telah memanfaatkan metode among selama mendampingi putera-puterinya.

    Belajar merdeka melengkapi merdeka belajar dengan menghubungkan keduanya secara berbaur. Persiapan pembelajaran tatap muka di sekolah sudah seharusnya dibarengi pelibatan orangtua siswa. Orangtua bertugas mendampingi anak sehingga terwujud mandiri belajar. Keluarga menjadi kunci dalam belajar merdeka.

    *) Timbul Sasongko.

    WongGirJalis

    Wong Pinggiran Ajar Nulis

    (Orang Pinggiran Ajar Menulis).



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.