Proyek Belajar Air Ilmu Mengasah Kecakapan Abad 21 dan Sikap Peduli Lingkungan - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Proses PJJ tidak menghalangai inovasi

Kata Bu Retno

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 25 November 2021

Selasa, 30 November 2021 08:54 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Proyek Belajar Air Ilmu Mengasah Kecakapan Abad 21 dan Sikap Peduli Lingkungan

    Guru SMP Yayasan Pupuk Kaltim Bontang akan bicara tentang inovasi pendidikan. Sesuai dengan yang dicanangkan Oleh Mas Menteri Nadiem Makarim bahwa pendidikan di Indonesia harus Merdeka Belajar. Biarkan anak-anak Indonesia berinovasi, berkereasi, dan berkarya dengan sebebasnya. Kali ini tentang inovasi pendidikan penggembangan PJBL dengan tajuk Proyek Belajar Air Ilmu (Amati, Identifikasi, Ide Solusi, Rencanakan, Ilustrasikan, Integrasikan, Lakukan Prosedur dan Uji, Umumkan). Projar yang membebaskan peserta didik mengasah kecakapan abad 21 dan sikap peduli lingkungan di SMP Yayasan Pupuk kaltim Bontang.

    Dibaca : 462 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

     

    I. Pendahuluan

    Pada tanggal 25 November 2021 ini bertepatan dengan Hari Guru Nasional, dengan tajuk

    “Bangkit Guruku, Maju Megeriku, Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”.  Peringatan  Hari Guru Nasional 2021 ini juga mengajak para guru untuk bergerak dengan hati untuk pulihkan Pendidikan. Peringatan hari guru tahun ini, mengingatkan kembali pada peringatah hari guru tahun 2019, saat itu Mas Menteri Nadiem Makarim memberikan penjelasan tentang konsep Merdeka Belajar dan Guru Penggerak.

    Apakah Merdeka Belajar itu? Mas Menteri menjelaskan bahwa artinya unit pendidikan yaitu sekolah, guru-guru, dan murid-muridnya punya kebebasan. Kebebasan untuk berinovasi, kebebasan untuk belajar mandiri dan kreatif. 

    Apakah Guru Penggerak itu? Apakah Guru Penggerak itu? Guru di setiap sekolah harus bisa menjadi agen perubahan. Guru harus bergerak melakukan inovasi. Guru penggerak ini diharapkan dapat mengambil tindakan yang pada kahirnya untuk keberhasilan peserta didiknya. Siapapun guru dapat menjadi guru penggerak, yaitu guru  yang mengutakanan anak didiknya dan pembelajaran terbaik. Seorang guru penggerak harus punya inisiatif untuk melakukan inovasi-inovasi pembelajaran bagi anak didiknya.

    Jadi Merdeka Belajar dan Guru Penggerak adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Di masa pandemi Covid-19 ini seorang guru harus dapat bergerak cepat menciptakan inovasi pembelajaran agar peserta didik tidak kehilangan kesempatan belajarnya. Walaupun Belajar Dari Rumah (BDR) dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kualitas pendidikan tidak boleh berkurang apalagi hilang. Mas Menteri menegaskan bahwa BDR dan PJJ harus dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna dan efektif. Bermakna artinya pembelajara di masa pandemi harus menyentuh kehidupan langsung bukan sekedar teori saja.

    Salah satu startegi yang dilakukan oleh sekolah agar pembelajaran menjadi lebih bermakna dan efektif tersebut sesuai dengan arahan Pak Menteri adalah pembelajaran berbasis proyek/Project Based Learning (PJBL).

    Dengan model pembelajaran PJBL ini diturunkan strategi pembelajaran inovasi yang bernama Proyek Belajar (Projar) Air Ilmu. Dalam pelaksanaannya PJBL ala SMP YPK ini merupakan inovasi pembelajaran yang langkah-langkahnya menyesuaikan dengan PJBL. Air Ilmu sendiri merupakan akronim dari langkah-langkah pembelajarannya. Selain itu anak didik sekarang harus disiapkan dengan kecakapan abad 21 yaitu kecakapan menggunakan teknologi informatika (TIK), kecakapan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Dengan PJBL atau Projar Air Ilmu ini kecakapan tersebut dapat diasah. Karakter tersebut harus dibagun sejak dini bukan sim salabim. Siswa SMP yang masih remaja perlu sekali mendapatkan kecakapan ini. Apalagi di tengah masa pandemi yang belum usai ini, Pendidikan anak didik kita sudah banyak kehilangan. Oleh karena itulah pembelajaran yang bermakna dengan PJBL harus dillakukan.

    Tahun 2020-2021 SMP YPK juga menjadi sekolah yang didaulat oleh Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Lingkungan Hidup sebagai sekolah Adiwiyata. Pada bulan Agustus 2021 lalu SMP YPK dinobatkan sebagai sekolah Adiwiyata terbaik tingkat Provinsi Kaltim. Dengan predikat tersebut maka berhak melaju ke kompetisi sekolah Adiwiyata di tingkat nasional pada tahun 2022 mendatang. Sejak menjadi sekolah Adiwiyata segala kebijakan sekolah harus berwawasan lingkungan. Mulai dari visi, misi, dan proses pembelajaran bermuatan wawasan lingkungan.

    Pembelajaran berwawasan lingkungan harus terpadu dalam Rencana Proses Pembelajaran (RPP). Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia khusunya sangat strategis jika dipadukan dengan visi dan misi sekolah berwawasan lingkungan. Materi pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 8 semester 1 mempelajari berita, iklan, slogan, poster, teks eksposisi, teks puisi dan teks eksplanasi.  Semua materi tersebut  bisa dipadukan atau diintegrasikan dengan sikap peduli lingkungan. Oleh karena itulahlah PJBL sejalan dengan misi dan visi SMP YPK sebagai sekolah Adiwiyata. Tema PJBL yang diangkat di tahun kedua ini untuk kelas 7 Mainan. Sedangkan di kelas 8 adalah sampah elektronik .

    Berdasarkan berbagai alasan yang telah dipaparkan tersebut praktik baik ini akan memaparkan penggunaan Projar Air Ilmu untuk peningkatan kecakapan Abad 21 pada saat pandemi dan sikap peduli lingkungan pada siswa kelas 8 di SMP Yayasan Pupuk Kaltim Bontang tahun 2021.

    II. Pembahasan

    1. 1. Project Based Learning (PJBL)

    Pembelajaran Berbasis proyek/ Project Based learning (PJBL) adalah pembelajaran secara langsung melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran melaui kegiatan penelitian untuk mengerjakan dan menyelesaikan suatu proyek pembelajaran tertentu. Salah satu keungulan metode PJBL adalah mampu mengembangkan berbagai keterampilan dasar yang harus dimiliki peserta didik . Keterampilan berpikir kritis, membuat keputusan, kreativutas, memecahkan masalah, dan dipadang efektif untuk mengembangkan rasa percaya diri dan manajemen diri pada peserta didik.

    Langkah-langkah PjBL adalah:

    • Menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek
    • Mendesain perencanaan proyek.
    • Menyusun jadwal proyek.
    • Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek.
    • Menguji hasil proyek.
    • Mengevaluasi kegiatan proyek.

    1.2. Proyek Belajar Air Ilmu (Projar) Air Ilmu

                Projar Air Ilmu adalah strategi pembelajaran yang dikembangkan dari metode pembelajaran PJBL. Strategi yang menjadi program unggulan di SMP YPK sejak tajun 2019 hingga sekarang. Tahun 2021 ini adalah tahun kedua program ini dilaksanakan. Dimulai dari kelas 7. Lalu tahun kedua dikelas 7 dan 8. Saya menjadi orang dipercaya untuk mengkoordinasikan program ini mulai dari merancang pembelajaran, menyiapkan bahan dan media pembelajaran, hingga penilaiannya. Maka pada tahun 2021 saya berinovasi menciptakan Projar Air Ilmu. Program unggulan ini dimulai dengan tahap persiapan materi, bahan, dan rancangan pembelajaran yang diberikan waktu khusus 2 jam pelajaran/ 60 menit (pertemuan 1 minggu sekali). Sosialisasi kepada semua pihak, juga siswa dan orang tua dilakukan saat Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). Proses pembimbingan dan pengawasan pengerjaan dilakukan secara daring dengan media berbasis internet seperti WA ,Google Learning Manajemen System, dan aplikasi lainnya.

    Langkah-langkah Projar dipermudah agar peserta didik dapat meyelsaikan proyek secara mandiri di rumah karena masih PJJ. Air Ilmu adalah akronim dari langkah-langkah pengerjaan proyek. LAngka-langkah Projar Air Ilmu adalah:

    1. Amati. Kegiatan awal ini merupakan kegiatan pengamatan terhadap lingkungan sekitar rumah peserta didik. Potensi apa saja yang ada di sekitar lingkungannya. Karena tema Projar Air Ilmu ini adalah sampah elektronik, maka peserta didik mengamati sampah elektronik apa saja yang ada di lingkungan rumahnya. Pada tahap ini kecakapan abad 21 berpikir kritis dibutuhkan. Pada tahap awal ini peserta didik mulai mengembangkan sikap peduli lingkungan dengan memperhatikan keberadaan sampah elektronik di lingkungan mereka.

    2. Identifikasi. Kegiatan selanjutnya adalah mengidentifikasikan potensi-potensi kebaikan yang ada di lingkungan. Peserta didik juga mengidentifikasikan sampah elektronik apa saja yang ada atau ditemukan di lingkungan sekitar rumah. Mencatata dalam lembar kerja yang sudah disiapkan.

    3. Ide Solusi. Peserta didik selanjutnya mengerahkan seluruh kemampuan berpikir kritisnya untuk menemukan ide solusi apa yang bisa mereka lakukan untuk mengatasi sampah elektronik tersebut. Dengan melakukan penelitian, jelajah internet, dan memanfaatkan sumber-sumber belajar lainnya, peserta didik dapat menemukan ide solusi pemecahan masalah sampah elektronik. Pada tahap ini kecakapan abad 21 berpikir kritis dan kreatif solusif diasah hingga tajam.

    4. Rencanakan. Setelah menemukan ide solusi,maka dilanjutkan dengan membuat perencanaan.Membaut jadwal proyek hingga merencanakan apa yang akan mereka lakukan. Waktu pengerjaan Projar selama 1 semester.

    5. Ilustrasikan. Pada tahap ini peserta didik mengilustrasikan atau mendesain proyek mereka ke dalam rancangan gambar atau sketsa. Kemampuan menghitung, mengukur, mempertimbangan bahan yang ada, dan kecakapan lainnya, peserta didik menuangkan ide proyeknya secara detail di atas kertas.

    6. Integrasikan dengan STEM dan Mata pelajaran Projar Air Ilmu ini tidak berdiri sendiri tetapi menjadi terpadu dengan mata pelajaran lainnya. Semua mata pelajaran dapat mengambil nilai dari hasil Projar ini.

    7. Lakukan Prosedur dan Uji Coba. Pada tahap ini peserta didik melakukan pengerjaan proyek sesuai yang sudah dijawalkan dan direncanakan. Alat, bahan, dan langkah-langkah pengerjaan dilakukan dengan sistematis. Pada tahap ini guru melakukan pemantauan dan menjadi fasilitator jika peserta didik menemukan kendala dalam pelaksanaan proyek. Kolaborasi pengerjaan proyek dilakukan bersama anggota keluarga di rumah. Guru memonitor pengerjaan proyek siswa dengan media pertemuan tatap maya seminggu sekali dengan G-Meeting. Bahan materi pembelajarana tau hasil proyek dikumpulkan dengan media Pada tahap ini kecakapan abad 21 4C dikerhkan semuanya. Kolaborasi dilakukan dengan keluarga di rumah karena masih PJJ dan juga bisa dengan teman dengan komunikasi atau sharing dengan media berbasis internet. Jika proyek sudah selesai dan menghasilkan sebuah karya atau produk, maka produk harus diuji cobakan, apakah sesuai dengan perencanaan. Hasil atau produk diuji coba atau minta orang lain untuk menggunakannya dan memberikan pendapat berupa saran atau Kritika untuk perbaikan. Dalam hal ini guru juga memberikan masukan jika perlu perbaikan.

    8. Umumkan atau Publikasikan. Tahap akhir dari pembelajaran berbasis proyek ini adalah presentasi peserta didik di hadapan guru. Peserta didik membuat laporan atau karya tulis tentang proyek dan juga bahan presentasi dengan power point. Untuk mengapresiasi karya peserta didik, di akhir semester diadakan pameran produk PjBL secara daring disaksikan oleh warga sekolah, orang tua, dan masyarakat umum. Bagi peserta didik dengan proyek terbaik akan diundang ke sekolah untuk presentasi di depan camera dan diumumkan kepada masyarakat melaui siaran langsung Youtube. Pada tahap ini kecakapan komunikasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris menjadi pembuktian bahwa Projar Air Ilmu telah mampu meningkatkan kecakapan abad 21 dan sikap peduli lingkungan.

     III. Hasil Pembelajaran

    1. Hasil Angket Sikap

    Hasil pembelajaran Projar Air Ilmu untuk meningkatkan kecakapan abad 21 dan sikap peduli lingkungan sangat memuaskan. Saya menyebarkan angket secara acak pada 4 kelas 8 yang saya ajar tentang Proyek belajar ini, pada tanggal 25 Oktober 2021. Ada 20 pertanyaan yang diajukan. Hasil angket 59 responden sebagai berikut:

    Tabel  : Hasil Angket tentang Sikap /Tanggapan Peserta Didik

    No.

    Pertanyaan

    Jawaban

    1.      

    Apakah Anda senang belajar dengan Projar Air Ilmu?

    Ya, senang = 89%

    Tidak = 5,3%

    biasa saja = 0,8%

    2.      

    Apakah Langkah-langkah Projar Air Ilmu bisa dipahami?

    Mudah = 35,1%

    Sulit = 1,8%

    Sedang = 63,2%

    3.      

    Apakah Anda antusias menghadiri kelas Projar Air Ilmu?

    Ya = 64,9%

    Tidak – 1,8%

    Biasa saja – 36,8%4

    4.      

    Apakah penjelasan Guru dapat dipahami?

    Dapat = 100%

    Tidak = 0%

    5.      

     Apakah Materi yang ada dalam Classroom tentang Sampah elektronik dan Projar AIR ILMU/PJBL membantu Anda memahami pelajaran?

    Sangat membantu = 35,1 %

    Tidak membantu = 0%

    Cukup membantu = 64,9%

    6.      

    Apakah pembelajaran dengan PROJAR AIR ILMU menambah rasa peduli pada keselamatan lingkungan bumi?

    Ya =100%

    Tidak =0%

    7.      

    Apakah materi pembelajaran dengan Projar Air ILMU menambah sikap kreatif dan inovatifmu?

    Ya = 96,5 %

    Tidak = 3,5%

    8.      

    Apakah kalian sebelumnya mengetahui tentang sampah elektronik?

    Mengetahui = 70,2%

    Tidak mengetahui = 29,8%

    9.      

    Apakah kalian pernah tahu bagaimana pengolahan sampah elektronik?

    Ya, tahu = 42,1

    Tidak tahu = 59,6

    10.   

    Apakah pengetahuan kalian tentang sampah elektronik bertambah setelah mengikuti Projar Air Ilmu/PJBL ?

    Bertambah = 93%

    Tidak bertambah = 5,3 %

    Tidak berpengaruh = 1,8%

    11.   

    Apakah kalian mengetahui bahaya sampah elektronik sebelum belajar Projar ini?

    Tidak tahu = 59,6

    Sudah tahu = 40,4

    12.   

    Apakah materi pembelajaran dalam Clasroom membantu memahami proses pembelajaran kalian?

    Membantu= 98,2

    Tidak membantu = 1,8%

    13.   

    Apakah Projar / PJBL ini perlu terus ada di SMP YPK?

    Ya = 91,1%

    Tidak = 8,9%

    14.   

    Apakah Projar ini membawa kebaikan buat dirimu dan lingkungan ?

    Ya – 91,2%

    Tidak 2,3 %

    Biasa saja = 7%

    15.   

    Apakah tema-tema Pojar menimbulkan daya tarik untuk mengetahuinya?

    Ya = 91,2 %

    Tidak 8,9%

    16.   

    Projar Air Ilmu/PJBM memberikan manfaat dalam hal

    Perubahan karakter = 26,3 %

    Peduli lingkungan = 78,9%

    Semangat = 40,4%

    Aktif, Kreatif, Inovatif = 80,7%

    Menyelesaikan Masalah lingkungan = 64,9%

    Lainnya = 3,5%

    17.   

    Apakah di masa Pandemi ini Projar Air Ilmu/PJBL ini membantu mengatasi masalah kejenuhan/kebosanan selama di rumah saja?

    Ya sangat membantu = 33,3 %

    Ya, cukup membantu = 61,4%

    Tidak membantu = 7%

    18.   

    Apakah Kesulitanmu dalam Pembelajaran Proyek ini?

    Mencari bahan sampah elektronik = 35,1%

    Mencari ide solusi = 50,6%

    Melakukan proses/ prosedur = 52,6

    Lainnya = 10,5%

     

    19.   

    Berikan pendapatmu tentang guru pengajar

    Profesional = 75,4%

    Tidak professional = 0%

    Menguasai materi = 78,9%

    Kurang/cukup menguasai materi = 3,5%

    Menguasai pengelolaan kelas = 64,9%

    Kurang menguasai pengelolaan kelas = 0%

    20.   

    Berikan satu kata buat pembelajaran Projar/PJBL ini.

    Amazing = 2%

    Bermanfaat =4,1 %

    Ide = 4,1%

    Kreatif = 8,2%

    Mantap = 2%

    Menyenangkan = 4,1%

    The Best = 2%

    Semoga saya = 6,1%

    Bagus =2%

    Kece =2%

    Cukup Susah=2%

    Keren = 3%

    Seru =3%

              Berdasarkan angket tersebut dapat dikatakan bahwa pembelajaran berbasis proyek, dalam hal ini lebih khusus Projar Air Ilmu menunjukkan keberhasilannya dalam mengasah kecakapan abad 21 dan sikap peduli lingkungan, khsususnya dalam hal pengolahan sampah elektronik.

    2. Hasil Karya            

    (Terlampir dalam media presentasi.)

    Hasil pembelajaran berupa karya sampai saat ini belum 100 % peserta didik menyelesaikan proyeknya.. Tetapi dari beberapa yang sudah  mengumpulkan dan  produk peserta didik sangat mengangumkan.

    IV. Simpulan 

    Praktik baik PjBL/ Projar Air Ilmu yang telah diprogramkan oleh SMP YPK sejak tahun pembelajaran 2020-2021 hingga tahun ajaran sekarang 2021-2022 dapat dikatakan berhasil mengasah kecakapan abad 21 yang sangat dibutuhkan oleh peserta didik yang akan hidup di zaman yang serba digital. Kecakapan menguasai teknologi informatika, berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, dan kecakapan berkomunikasi dapat terasah dengan PjBL/Projar Air Ilmu.

    Tema pengolahan sampah elektronik juga dapat dikatakan berhasil sejalan dengan SMP YPK sebagai sekolah Adiwiyata yang akan berlaga di tingkat nasional pada tahun 2022. Dengan PjBL/ Projar Air Ilmu ini peserta didik mengenal, memahami, dan peduli terhadap sampah elektronik yang masih belum dikelola dengan baik. Masalah yang menjadi isu global ini telah dipahami mereka sejak dini. Harapannya mereka kelak akan semakin bijak terhadap sampah elektronik. Peserta didik kelak jika dewasa akan berada di era yang serba digital melebihi sekarang ini, maka sikap peduli lingkungan khususnya bijak dalam mengolah sampah elektronik sangat diperlukan. Sikap peduli lingkungan ini bukan hanya bermafaat bagi dirinya tetapi bagi alam sekitarnya dan bagi masa depan planet bumi dan segala makhluk di dalamnya.

    Semoga apa yang telah kami lakukan ini menginsipasi sekolah, bapak Ibu Guru, dan peserta didik lainnya.

    V. Lampiran

    Link Presentasi Canva :

    https://www.canva.com/design/DAEulm4gv6c/-CvKGe4LmguMBPvsI0fc2w/view?utm_content=DAEulm4gv6c&utm_campaign=designshare&utm_medium=link&utm_source=publishsharelink

    VI.  Daftar Referensi

    Semua referensi diunduh pada tanggal 30 Oktober 2021

    https://id.wikipedia.org/wiki/Limbah_elektronik

    https://www.medcom.id/pendidikan/cerita-guru/JKRAo4wk-unesco-1-6-miliar-siswa-dan-63-juta-guru-di-dunia-terdampak-pandemi

    https://www.dw.com/id/unesco-peringatkan-krisis-pendidikan-dunia/a-17394084

    https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/05/kemendikbud-terbitkan-pedoman-penyelenggaraan-belajar-dari-rumah

    https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/05/kemendikbud-terbitkan-pedoman-penyelenggaraan-belajar-dari-rumah

    https://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-01735283/nadiem-pjj-bukanlah-kebijakan-kemendikbud-tapi-metode-agar-pendidikan-tetap-hadir?page=2

    https://www.tes.com/lessons/XeCi_yKBaKEkYw/project-based-and-experimental-learning

    https://suarapendidikan.com/7-pesan-mendikbudsoal-belajar-dari-covid-19/

    http://lpmplampung.kemdikbud.go.id/po-content/uploads/PjBL-edit_cecil_052020.pdf

    https://pusdiklat.kemdikbud.go.id/surat-edaran-mendikbud-no-4-tahun-2020-tentang-pelaksanaan-kebijakan-pendidikan-dalam-masa-darurat-penyebaran-corona-virus-disease-covid-1-9/

    https://www.kompas.com/edu/read/2020/05/02/110007571/pidato-lengkap-hardiknas-2020-mendikbud-nadiem-makarim?page=all

    https://www.norcalcompactors.net/e-waste-management-scientific-recycling-green-e-products-stringent-legislation-need-hour/

    https://icel.or.id/berita/icel-dalam-berita/menanti-solusi-konkret-sampah-elektronik/

    https://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/02/160214_majalah_iptek_sampah

    https://www.merdeka.com/jatim/cara-mengurangi-sampah-elektronik-yang-berbahaya-bagi-lingkungan-kln.html.belajar.kemdikbud.go.id/2018/09/implementasi-pengembangan-kecakapan-abad-21-melalui-fitur-kelas-maya-portal-rumah-b

    https://www.researchgate.net/publication/340183463_PENGARUH_MODEL_PROJECT_BASED_LEARNING_TERHADAP_KEMAMPUAN_MEMBUAT_PRODUK_DAUR_ULANG_RECYCLE_SISWA_SMK_NEGERI_1_KRA

    https://proceeding.unnes.ac.id/index.php/snpasca/article/view/617

    VII. Biografi Penulis

    *Retno Utami, S.Pd. anak pertama dari M.Sabirin dan Rochani, kini menjadi istri dari Ns.Muhammad Abdul Gamar, S.Kep. dengan 3 buah hati (Nuha, Fahmi, dan Yasmin) sejak tahun 2000 tinggal di kota Bontang Kalimantan Timur. Masa kecilnya dihabiskan di beberapa wilayah di Indonesia, yaitu Sorong, Papua, Ambon, Makassar, Jakarta, dan Bontang. Dapat ditemui di kanal Youtube #kataburetno dan IG@makeno.

    Dengan bekal ilmu keguruan yang dimilikinya sudah mengajar di SMK Muhammadiyah 1 dan 12 Jakarta sejak tahun 1995-2000. Tahun 2000 hingga sekarang tercatat sebagai guru Bahasa dan Sastra Indonesia di SMP Yayasan Pupuk Kaltim, Bontang.

    Prestasi: Terpilih sebagai Juara 1 Lomba Guru Berprestasi Tingkat Kota Bontang dan Provinsi Kaltim Tahun 2016 dan Finalis Pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2016. Prestasi lainya sebagai pembimbing siswa dalam cabang lomba Cipta Cerpen ajang Olimpiade Literasi Siswa Nasional 2017 di Jakarta. Menjadi pembimbing Lomba Menulis Esai Nasional berhasil meraih Juara Harapan 2 atas nama Ananda Azmiy Zulaika, tahun 2018 di Jakarta. Prestasi tahun 2020 menjadi Juara ke-3 Lomba Menulis Esai Balai Bahasa Provinsi Kaltim. Pendapat penghargaan dari PGRI kota Bontang sebagai Insan Berprestasi tahun 2021, serta menerima anugrah Guru Berprestasi di SMP Yayyasan Pupuk Kaltim Bontang Tahun 2021.

    Beberapa tulisan telah dihasilkan, mulai dari puisi, syair, naskah drama, cerpen, dan artikel-artikel terkait dengan dunia pendidikan, lingkungan, atau umum. Tidak pernah kapok untuk mengikuti berbagai lomba menulis.

    Tulisan-tulisan dari kurun waktu tahun 2002-2015 telah menjadi 10 buku serta tulisan-tulisan yang sudah dimuat di surat kabar Kaltim Pos. ***

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.